Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Tingkatan Ilmu Dalam Konsep Ajaran Islam ?

Anonymous 4 years ago

Pengertian ilmu berasal daripada bahasa Arab, yakni "alama" yang berarti pengetahuan. Lalu bagaiman dengan tingkatan ilmu menurut konsep ajaran Islam ?

44

Beberapa tingkat ilmu di dalam ajaran Islam antara lain :

Tingkatan ilmu yang pertama adalah ilmu Syariat

Ilmu Syariat merupakan ilmu yang membahas tentang hukum dan aturan di dalam Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Islam. Selain berisi hukum atau aturan, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna tentang seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan di dunia ini.

Syariat merupakan segala aturan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, atau aturan yang sudah dilegalisasi oleh Rsulullah SAW yang berkenaan alam soal akidah, masalah hukum baik halal dan haram, syarat atau rukun dan sebagainya yang mengatur hubungan manusia dengan pencipta-Nya atau sesama manusia.

Dalam syariat, aturannya telah ditetapkan di dalam Al-Quran oleh Allah SWT dan tidak akan dapat dirubah lagi seperti ilmu fiqih. Dan kita sebagai umat muslim wajib untuk patuh segala syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT di dalam Al- Quran. Dalam ilmu tasawuf, syariat adalah yang mengatur amal ibadah dan muamalat secara lahir dan syariat adalah ibarat seperti suatu biji benih yang akan kita tanam dan akan disuburkan lagi dengan amalan yang melibatkan soal hati atau bathiniah atau rohani yang disebut sebagai ilmu tasawuf.

Tingkatan ilmu yang kedua adalah ilmu Tarekat

Tarekat berasal dari kata “thariqah” yang artinya jalan. Jalan yang dimaksudkan disini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang diredhai Allah SWT. Secara praktisnya tarekat adalah kumpulan amalan-amalan lahir dan batin yang bertujuan untuk membawa seseorang untuk menjadi seorang hamba yang lebih bertaqwa disisi Allah SWT.

Ilmu tarekat adalah ilmu yang menghidupkan syariat sebagai amalan lahir atau amalan batin secara sungguh-sungguh dan istiqamah dalam rangka menguatkan keimanan dalam hati. Pada tingkat tarekat ini di ibaratkan menanam benih biji syariat agar tumbuh menjadi lebih kecambah seperti sebatang pokok yang berdahan dan berdaun.

Tingkatan ilmu yang ketiga yakni ilmu “Hakikat”.

Hakikat artinya I'tiqad atau kepercayaan sejati (mengenai Tuhan), maka ilmu hakikat ini adalah ilmu yang melibatkan hati. Sehingga tidak ada yang dilihat didengar selain Allah SWT, atau gerak dan diam itu diyakini dalam hati pada hakikatnya adalah kekuasaan Allah SWT.

Hakikat yang berarti kebenaran atau benar-benar ada, orang-orang sufi menjadikan Allah SWT sebagai sumber kebenaran yang paling utama, dan meyakini seyakin-yakinnya, tiada yang lebih indah kecuali dengan mencintai Allah SWT dan mentaatinya. Hakekat ini akan dicapai seseorang setelah mencapai makrifat yang sebenar-benarnya. Dalam tingkatan ini, benar-benar tiada tabir atau hijab dengan Allah SWT. Artinya kita merasa sentiasa dekat kepada Allah SWT. Dapat diibaratkan seperti buah, jadi yaitu biji benih (syariat) pada tingkatan tarekat menjadi batang yang bercabang, berdaun jika pada tingkat ini kita amalkan buah tarekat. Akhlak bisa menahan nafsu, sabar, tawaduk dan kita akan memperoleh buah (maqam mahmudah) jadi dengan Allah SWT tiada hijab atau tabir atau penghalang lagi.

Tingkatan ilmu yang keempat adalah makrifat.

Makrifat merupakan maqam ilmu yang tertinggi di dalam Islam. Al-Ma'rifah berarti mengetahui atau mengenal sesuatu. Dan apabila dihubungkan dengan pengamalan tasawuf, maka istilah makrifat disini berarti mengenal Allah SWT ketika sufi mencapai maqam dalam tasawuf.

Menurut Imam Al-Ghazali, makrifat merupakan pengetahuan yang meyakinkan, yang hakiki, yang dibangun atas dasar keyakinan yang sempurna (haqq al-yaqin). Ia tidak didapat lewat pengalaman inderawi, juga tidak lewat penalaran rasional, tetapi semata lewat kemurniaan qalbu yang mendapat ilham atau limpahan Nur dari Tuhan sebagai pengalam kasyfiy dan irfaniy.

Makrifat merupakan ilmu yang tidak menerima keraguan yang ia merupakan tentang ilmu pengetahuan yang mantap dan mapan, yang tidak tergoyahkan oelh sesiapapun dan apapun, karena ia adalah pengetahuan yang mencapai tingkat haqq al yakin. Inilah ilmu yang meyakinkan sehingga Imam Al-Ghazali merumuskan “Sesungguhnya ilmu yang meyakinkan itu ialah ilmu di mana yang menjadi obyek pengetahuan itu terbuka dengan jelas sehingga tidak ada sehingga tidak ada sedikitpun keraguan terhadapnya, dan juga tidak mungkin salah atau keliru, serta tidak ada ruang di qalbu untuk itu.