Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Tingkatan Agama Islam ada tiga; yaitu : Islam, Iman, dan Ihsan.

Islam artinya, berserah diri kepada Allah SWT dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya. Rukunnya ada lima, Nabi SAW bersabda :

"Islam itu didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak tuhan yang haq kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, menunaikan shalat, membayar zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa di Bulan Ramadhan". (Muttafaq 'Alaihi).

Iman artinya, keyakinan hati,  ucapan lisan, dan amalan anggota badan. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Allah SWT berfirman :

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma'a īmānihim, wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Q.S Al-Fath: 4).

Rasulullah bersabda :

"Iman itu ada tujuh puluhan cabang. Cabang yang tertinggi adalah ucapan "Laa ilaaha illallah" (tidak ada tuhan yang haq kecuali Allah) dan yang paling rendah adalah menjauhkan gangguan dari jalan. Rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan. (H.R Muslim)

Ini diperkuat oleh apa yang dirasakan seorang muslim dalam dirinya berupa sikap semangat dalam ketaatan tatkala berada pada musim-musim kebaikan, dan rasa malas pada musim-musim tersebut ketika melakukan kemaksiatan.

Allah SWT berfirman:

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīn

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Q.S Hud: 114)

Adapun rukunnya ada enam. Nabi SAW menyebutkannya dalam sabda beliau :

"Yaitu agar engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, Hari Kiamat, dan kepada takdir, baik maupun buruknya". (H.R Bukhari).

Ihsan mempunyai arti "kesempurnaan" atau "terbaik". Maknanya adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.

Ihsan adalah lawan dari isa'ah (berbuat kejelekan), yaitu seorang manusia mencurahkan kebaikan dan menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain. Mencurahkan kebaikan kepada hamba-hamba Allah dengan harta, ilmu, kedudukan, dan badannya. (Majmu fatawa (3/216-219); Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.)

Sumber : Tafseer.info, 2017, Tafsir Al 'Usyr Al Akhir : Dari Al Quran Al Karim Juz 28-30, hlm. 77-78