Allah SWT memiliki 99 nama yang wajib diketahui oleh umat Islam. Apa saja nama-nama tersebut dan apa maknanya?
Nama utama Tuhan bagi umat Islam adalah Allah SWT. Adapun makna dari Allah SWT adalah yang berhak untuk diibadahi oleh seluruh makhluk-Nya. Dia-lah yang disembah dan diibadahi. Terhina, tunduk, rukuk dan bersujud (kepada-Nya segala sesuatu). Segala bentuk ibadah diperuntukkan untuk-Nya
Berikut adalah nama-nama Allah atau asmaul husna beserta maknanya,
Ar-Rahman : Nama yang menunjukkan keluasan rahmat Allah atas segala makhluk. Nama yang khusus bagi-Nya. Tidak diperbolehkan menamakan sesuatu dengannya
Ar-Rahiim : Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun bagi orang-orang mukmin di dunia dan akherat, Dia memberi hidayah mereka di dunia dan memuliakannya di akherat dengan surga.
Al-‘Afuw : Dia-lah Yang menghapus dan memaafkan dosa meski seorang hamba berhak mendapat siksaan.
Al-Ghafuur : Dia-lah Yang menutupi dosa seorang hamba dengan tidak menampakkan ataupun menyiksanya.
Al-Ghaffaar : Nama Yang menunjukkan betapa ampunan Allah melimpahi hamba-Nya yang berbuat dosa lalu memohon ampunan
Ar-Rauuf : Berasal dari ar-rakfah, yaitu rahmat yang paling tampak, dirasakan oleh seluruh makhluk-Nya di dunia, dan sebagian akan mendapatkan rahmat tersebut di akherat. Mereka adalah kekasih Allah, orang-orang yang beriman.
Al-Haliim : Allah tidak menyegerakan siksa pada para hamba-Nya, meski Dia mampu untuk melakukannya. Allah memaafkan dan mengampuni jika mereka mohon ampun pada-Nya.
At-Tawwaab : Allah Yang Memberi taufik pada siapa yang Dia kehendaki dari hambahamba-Nya untuk bertaubat kemudian Allah menerima taubat mereka.
As-Sittiir : Dia Yang menutupi (kesalahan) hamba-Nya agar tidak diketahui manusia. Allah senang apabila hamba-Nya menutupi (aib) dirinya dan orang lain, begitupula agar ia menutupi auratnya.
Al-Ghaniyy : Dia sama sekali tidak butuh pada makluk-Nya, karena kesempurnaan-Nya yang mutlak dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya. Adapun semua makhluk membutuhkan karunia dan pertolongan-Nya.
Al-Kariim : Yang melimpah anugrah dan karunia-Nya. Allah memberi apa saja yang Dia kehendaki, pada siapa yang Dia kehendaki, baik diminta atau tidak. Allah mengampuni dosa-dosa dan menutupinya.
Al-Akram : Yang kemurahan-Nya pada puncaknya. Tidak ada yang menyamainya dalam hal itu. Segala kebaikan adalah berasal dari-Nya.Allah memberi balasan pada orang-orang yang beriman dengan karunia-Nya. Dan memberi tempo pada orang-orang yang berpaling kemudian akan menghisab mereka dengan adil.
Al-Wahhaab : Yang memiliki banyak anugrah. Dia memberi tanpa imbalan. Dia menganugrahi tanpa ada maksud. Dia memberi nikmat (tanpa diminta terlebih dahulu).
Al-Jawaad : Yang banyak pemberian dan karunia pada hamba-Nya. Orang-orang yang beriman mendapatkan bagian yang paling besar dari kemurahan dan anugrah-Nya.
Al-Waduud : Allah cinta pada kekasih-Nya dan memperlihatkan kasih sayang-Nya pada mereka dengan ampunan dan kenikmatan. Allah ridha dan menerima amalan mereka. Allah menjadikan mereka di cintai di dunia.
Al-Mu’thii : Allah memberi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya apa yang Dia kehendaki dari perbendaharaan-Nya. Wali-wali Allah mendapatkan bagian yang paling besar dari anugrah-Nya. Allah menjadikan segala sesuatu penciptaan dan bentuknya.
Al-Waasi’ : Yang Maha luas sifat-Nya. Tidak seorangpun yang mampu menghitung pujian pada Allah. Yang Maha luas keagungan dan kerajaan-Nya. Maha luas ampunan dan rahmat-Nya. Maha luas karunia dan anugrah-Nya.
Al-Muhsin : Dia-lah yang memiliki kesempurnaan pada Dzat, nama, sifat dan perbuatanNya. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya. Allah berbuat kebaikan pada makhluk-Nya
Ar-Raaziq : Allah Yang Memberi rizki seluruh makhluk-Nya. Dia Yang Menentukan rizki mereka sebelum alam semesta diciptakan. Allah menanggung rizkinya sampai sempurna.
Ar-Razzaq : Nama yang menunjukkan betapa banyaknya rizki Allah pada hamba-Nya. Allah SWT memberi rizki pada mereka sebelum mereka memintanya. Bahkan meski mereka bermaksiat kepada-Nya.
Al-Lathiif : Yang Maha Mengetahui segala perkara yang paling kecil sekalipun. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Nya sesuatu. Allah mengucurkan kebaikan dan kemanfaatan pada hamba-hamba-Nya dari arah yang tiada mereka sangka.
Al-Khabiir : Yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Al-Fattaah : Allah yang membuka khazanah/gudang kerajaan, rahmat dan rizki sebagaimana yang Dia kehendaki sesuai dengan hikmah dan ilmu-Nya.
Al-‘Aliim : Dialah Yang ilmu-Nya meliputi yang dzahir maupun yang batin, yang tersembunyi maupun yang tampak, yang terdahulu maupun yang akan datang. Tiada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah.
Al-Barr : Yang Maha Luas anugrah-Nya pada makhluk-Nya. Tidak seorangpun yang mampu menghitung nikmat-Nya. Allah Yang Maha Benar dalam janji-Nya. Yang memaafkan hamba-Nya, memberi pertolongan dan menjaganya. Allah menerima (amalan kebaikan) walaupun sedikit kemudian mengembangkannya.
Al-Hakiim : Allah-lah yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Tidak terdapat dalam pengaturan-Nya kesalahan ataupun kekeliruan
Al-Hakam : Allah Yang Menghukumi/Memberi keputusan diantara makhluk-Nya dengan keadilan. Allah tidak mendzalimi seorangpun dari mereka. Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai penengah bagi manusia.
Asy-Syaakir : Allah memuji orang yang mentaati dan memuji-Nya. Allah memberi balasan amalan kebaikan walaupun sedikit. Allah membalas rasa syukur (hamba-Nya) atas kenikmatan dengan ditambahnya nikmat tersebut serta pahala di akherat.
Asy-Syakuur : Amalan kebaikan meskipun sedikit akan berkembang dan dilipatgandakan balasannya. Syukur Allah pada seorang hamba adalah ganjaran yang Allah berikan karena rasa syukur hamba dan diterimanya ketaatan darinya.
Al-Jamil : Allah indah dalam Dzat, nama, sifat dan perbuatan-Nya dengan keindahan yang sempurna. Segala keindahan dari makhluk-Nya adalah berasal dari-Nya
Al-Majiid : Bagi Allah kebesaran, kemurahan, kemuliaan dan ketinggian di langit dan di bumi.
Al-Waliyy : Allah Maha Mengurus makhluk-Nya dan Mengatur kerajaan-Nya. Dialah Maha Penolong dan Yang Memberi kemenangan pada wali-wali-Nya.
Al-Hamiid : Allah Maha Terpuji dalam nama, sifat dan perbuatan-Nya. Allah dipuji baik ketika di waktu lapang maupun sempit, di waktu susah maupun senang. Allah berhak untuk dipuji secara mutlak, karena Allah disifati dengan segala kesempurnaan.
Al-Maula : Allah adalah Tuhan, Raja yang diagungkan. Yang Maha Penolong terhadap wali/kekasih/orang-orang yang dicintai-Nya.
An-Nasiir : Allah Yang Menguatkan dengan pertolongan-Nya siapa yang Dia kehendaki. Tidak ada yang dapat mengalahkan siapa yang mendapat pertolongan Allah dan sebaliknya tidak ada yang dapat menolong siapa yang Allah kalahkan.
As-Samii’ : Dialah Yang pendengaran-Nya meliputi segala yang tersembunyi dan rahasia maupun jelas, bahkan suara selembut atau sekeras apapun. Allah Maha Mengabulkan terhadap siapa yang memohon kepada-Nya.
Al-Bashiir : Yang pandangan-Nya meliputi segala sesauatu yang ada, baik di alam ghaib maupun nyata, samar maupun tampak, kecil maupun besar.
Asy-Syahiid : Yang Maha Mengawasi makhluk-Nya. Allah bersaksi bahwa Dia Esa. Allah Yang Menegakkan keadilan. Yang Menyaksikan kebenaran orang-orang yang beriman, para rasul dan malaikat yang mengesakan-Nya.
Ar-Raqiib : Yang Maha Mengawasi makhluk-Nya. Yang mengumpulkan seluruh amalan mereka. Tidak ada yang terluput dari-Nya pandangan maupun apa yang terdetik dalam fikiran.
Ar-Rafiiq : Yang Maha Lembut dalam perbuatan-Nya. Allah menciptakan dan memerintah dengan perlahan dan bertahap. Allah memperlakukan hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang dan kelembutan. Allah tidak membebani apa yang tidak mereka mampu. Allah menyukai dari hamba-hamba-Nya sifat lemah lembut.
Al-Qariib : Maha dekat ilmu dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk-Nya. Maha dekat dengan kasih sayang dan pertolongan-Nya pada hamba-hamba-Nya yang beriman. Meski demikian Allah di atas ‘Arsy-Nya. Tidak akan bercampur Dzat-Nya dengan makhluk-Nya.
Al-Mujiib : Allah Maha Mengabulkan doa mereka yang berdoa dan permohonan orang yang meminta sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya.
Al-Muqiit : Allah Yang Menciptakan makanan dan rizki. Allah menjamin sampainya pada makhluk-Nya. Allah Maha Memeliharanya begitupula amalan hamba-hamba-Nya dengan tanpa pengurangan.
Al-Hasiib : Allah Yang Mencukupi kebutuhan hamba-hamba-Nya baik urusan agama maupun duniawi. Orang-orang yang beriman mendapatkan bagian yang paling besar dari hal itu. Allah akan menghisap apa yang mereka lakukan selama di dunia.
Al-Mukmin : Yang Membenarkan dan bersaksi bahwa para rasul dan para pengikutnya adalah dalam kebenaran. Dengan didasari bukti-bukti nyata atas kebenaran mereka. Segala keamanan di dunia maupun akherat adalah semata-mata anugrah-Nya. Dialah yang memberikan rasa aman pada orang-orang yang beriman dari kedzaliman, siksaan atau ketakutan di hari Kiamat.
Al-Mannaan : Yang anugrah dan nikmat-Nya melimpah dan agung. Yang anugrah-Nya banyak sekali terhadap hamba-hamba-Nya.
Ath-Thayyib : Yang Maha Suci dari segala kekurangan. Bagi-Nya kebaikan dan kesempurnaan yang mutlak. Allah memiliki banyak anugrah pada makhlukNya. Allah SWT tidak menerima amalan ataupun sedekah kecuali yang baik, halal serta ikhlas untuk-Nya.
Asy-Syaafii : Yang Memberikan kesembuhan pada hati dan badan dari segala macam penyakit. Manusia tidak memiliki kemampuan melainkan apa yang Allah mudahkan bagi mereka untuk (membuat) obat-obatan. Adapun kesembuhan, adalah di Tangan Allah.
Al-Hafidz : Allah Yang Maha Memelihara dan Menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman dan apa yang mereka lakukan dengan karunia-Nya. Allah Menjaga dan Memelihara seluruh makhluk dengan kekuasaan-Nya.
Al-Wakil : Dia-lah Yang Memelihara penciptaan dan pengaturan alam semesta. Allah Yang Memelihara makhluk-Nya baik dalam penciptaan maupun pertolongan. Allah Maha Memelihara orang-orang yang beriman. Mereka menyerahkan urusan pada Allah sebelum berbuat sesuatu. Mereka mohon pada Allah ketika berbuat sesuatu. Kemudian mereka memuji Allah dengan rasa syukur atas taufik-Nya. Mereka ridha pada Allah dengan apa yang takdirkan.
Al-Khallaaq : Nama yang menunjukkan banyaknya ciptaan Allah Ta'ala. Dialah yang tetap menciptakan dan disifati dengan sifat yang agung ini.
Al-Khaliq : Dia-lah Yang Menciptakan segala makhluk tanpa ada permisalan sebelumnya.
Al-Baari : Allah-lah Yang Menjadikan segala makhluk yang telah Dia takdirkan dan tentukan kemudian menjadikannya ke alam nyata.
Al-Mushawwir : Dia-lah Yang menjadikan makhluk-Nya sesuai dengan bentuk yang Dia tentukan sesuai dengan hikmah, ilmu dan rahmat-Nya.
Ar-Rabb : Allah yang mendidik makhluk-Nya dengan segala nikmat-Nya kemudian mengembangkannya sedikit demi sedikit. Allah juga yang mendidik para wali-Nya dengan apa yang memperbaiki hati mereka. Dia-lah Yang Maha Menciptakan, Raja dan yang diagungkan.
Al-‘Adziim : Dia-lah Yang Maha Memiliki keagungan mutlak dalam Dzat, nama dan sifat-sifat-Nya. Karena itulah wajib atas makhluk untuk membesarkan dan memuliakan Allah serta mengagungkan perintah dan larangan-Nya.
Al-Qaahir : Dia-lah Yang Menghinakan dan memperbudak hamba-hamba-Nya. Yang Maha Tinggi atas mereka. Dia-lah Yang Mengalahkan, yang tunduk pada Nya segala jiwa.
Al-Qahhaar : Al-Qahhaar adalah mubalaghah dari Al-Qahir.
Al-Muhaimin : Dialah Yang Maha Mengatur, Yang Maha Memelihara, Maha Menyaksikan dan Meliputi segala sesuatu
Al-‘Aziz : Bagi Allah segala makna keperkasaan, kemuliaan dan kekuatan. Tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya. Kemuliaan yang tidak membutuhkan sesuatu. Keperkasaan yang menundukkan dan mengalahkan , tidak ada sesuatu yang bergerak melainkan dengan izin-Nya.
Al-Jabbaar : Bagi Allah kehendak yang terlaksana. Seluruh makhluk tunduk pada-Nya, tunduk pada keagungan dan hukum-Nya. Allah mencukupi kebutuhan orang yang fakir. Yang Memudahkan urusan yang sulit dan Memberi kesembuhan orang yang sakit dan terkena musibah
Al Mutakabbir : Yang Maha Agung dari segala keburukan dan kekurangan. Yang Maha Tinggi dari mendzalimi hamba-hamba-Nya. Yang Maha Menundukkan makhluk-Nya yang sombong. Yang memiliki sifat kesombongan. Barangsiapa yang menentangnya, maka Allah akan membinasakan dan menyiksanya.
Al-Kabir : Yang Maha Agung dalam Dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada sesuatu yang lebih besar dari-Nya. Bahkan segala sesuatu selain-Nya adalah kecil bila dihadapkan dengan kemuliaan dan keagungan-Nya.
Al-Hayiy : Yang Maha memiliki rasa malu yang sesuai dengan kemuliaan wajah-Nya dan keagungan kerajaan-Nya. Sifat malu Allah adalah malu kemuliaan, kebaikan, kedermawanan dan malu keagungan.
Al-Hayy : Yang Maha Memiliki kehidupan yang abadi dan sempurna. Kekekalan yang tidak ada awal dan akhirnya. Seluruh kehidupan yang ada adalah berasal dari-Nya
Al-Qayyuum : Yang Maha Berdiri sendiri. Yang Maha tidak membutuhkan makhluk-Nya. Dia-lah Yang mendirikan segala yang ada di langit dan bumi. Semuanya merasa butuh pada-Nya.
Al-Warits : Yang tetap kekal abadi setelah fananya makhluk. Segala sesuatu akan kembali pada Allah setelah binasa penghuninya. Segala yang ada di tangan kita semata-mata adalah amanah yang suatu hari akan kembali pada pemilik-Nya (Allah SWT)
Ad-Dayyaan : Dia-lah yang tunduk kepada-Nya makhluk. Yang membalasi apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya. Jika itu adalah amal kebaikan, maka Allah akan melipat gandakannya. Sebaliknya jika itu adalah keburukan, maka Allah akan menghukum atau memberikan ampunan.
Al-Malik : Yang bagi-Nya perintah, larangan dan kemenangan. Allah yang mengatur urusan makhluk-Nya dengan perintah dan perbuatan-Nya. Tiada sesuatupun yang ikut berjasa pada Allah dalam kerajaan dan penjagaan-Nya.
Al-Maalik : Milik dan hak-Nya segala sesuatu. Kerajaan adalah milik Allah ketika penciptaan makhluk. Tiada sesuatupun selain-Nya. Pada akhirnya kerajaan adalah milik-Nya ketika makhluk telah binasa.
Al-Maliik : Nama yang menunjukkan sifat raja yang mutlak. Al-Maliik adalah lebih jelas dari al-Malik.
As-Subbuuh : Yang suci dari segala aib dan kekurangan. Allah memiliki sifat-sifat dan keindahan yang sempurna.
Al-Qudduus : Yang suci dan bersih dari segala kekurangan dan aib dari segala segi. Karena Allah adalah Dzat Yang Maha Esa dalam sifat-sifat kesempurnaan yang mutlak. Allah tidak dapat dimisalkan.
As-Salaam : Yang Maha selamat dari segala kekurangan dan aib baik dalam Dzat, sifat, nama maupun perbuatan-Nya. Segala keselamatan di dunia dan akherat adalah berasal dari Allah SWT
Al-Haq : Dia-lah yang tiada keraguan maupun kebimbangan pada-Nya, tidak pula pada nama, sifat-sifat-Nya, maupun uluhiyah-Nya. Dia-lah Yang diibadahi dengan sebenar-benarnya. Tidak ada sesuatu yang disembah dengan sebenar-benarnya selain dari-Nya.
Al-Mubiin : Yang nyata keesaan, hikmah dan rahmat-Nya. Allah Yang Menjelaskan pada hamba-hamba-Nya jalan petunjuk agar mereka mengikuti-Nya dan jalan-jalan penyimpangan agar mereka jauhi.
Al-Qawiyy : Yang Maha memiliki kekuasaan mutlak dan kehendak yang sempurna.
Al-Matiin : Yang Maha dahsyat dalam kekuatan dan qudrat-Nya. Apa yang Allah perbuat tidak diliputi oleh keletihan, keberatan maupun kecapekan.
Al-Qaadir : Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang dapat melemahkan-Nya sesuatupun di bumi maupun di langit. Allah Yang Menentukan segala sesuatu.
Al-Qadiir : Maknanya sama dengan al-Qaadir. Hanya saja al-Qadiir lebih nyata dalam pujian pada Allah Ta’ala.
Al-Muqtadir : Nama yang menunjukkan kuasanya Allah dalam merealisasikan dan menciptakan apa yang telah ditakdirkan sesuai dengan ilmu Allah yang dahulu.
Al-‘Aliy dan Al- A’la: Bagi Allah-lah ketinggian urusan, kekuasaan, dan Dzat-Nya. Segala sesuatu adalah di bawah kekuasaan dan kerajaan-Nya. Tidak ada sesuatupun yang berada diatasnya.
Al-Muta’aal : Dialah yang tunduk di hadapan ketinggian-Nya segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang ada di atasnya. Bahkan segala sesuatu berada di bawahNya dan di bawah kekuasaan dan kerajaan-Nya.
Al-Muqaddim : Dia-lah yang Mendahulukan sesuatu dan meletakkannya sesuai dengan tempatnya sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya. Allah mendahulukan sebagian makhlukNya atas sebagian yang lain sesuai dengan ilmu dan karunia-Nya.
Al-Muakhir : Allah menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya. Allah mendahulukan dan mengakhirkan sesuatu sesuai dengan hikmah-Nya. Allah mengakhirkan siksa hamba-hamba-Nya agar mereka bertaubat dan kembali pada-Nya.
Al-Musa’ir : Allah menambahkan atau menurunkan harga, kedudukan dan pengaruhnya, sehingga harga menjadi mahal atau murah sesuai dengan hikmah dan ilmu-Nya.
Al-Qabidh : Allah Yang Mencabut nyawa dan menahan rizki atas siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya sesuai dengan hikmah dan kudrat-Nya sebagai ujian bagi mereka.
Al-Basith : Allah Yang melapangkan rizki hamba-hamba-Nya dengan kemurahan dan rahmat-Nya. Allah menguji mereka dengan hal itu sesuai dengan apa yang terkandung dalam hikmah-Nya. Allah juga membentangkan Tangan-Nya untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan.
Al-Awwal : Dia-lah yang tidak ada sesuatu sebelum-Nya. Bahkan keberadaan seluruh makhluk adalah semata-mata ciptaan-Allah. Adapun Allah, tidak ada permulaan dalam wujud-Nya.
Al-Akhir : Dialah yang tidak ada sesuatupun sesudah-Nya, Dia Maha kekal, dan segala sesuatu di muka bumi adalah fana, kemudian mereka akan dikembalikan pada-Nya, dan bagi Allah SWT tiada kesudahan.
Adz-Dzahir : Dia-lah Yang Tinggi di atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu yang lebih tinggi dari-Nya. Dia-lah Yang Menundukkan dan Meliputi segala sesuatu.
Al-Batin : Dia-lah yang tidak ada di bawah-Nya sesuatu apapun. Allah Maha dekat, Maha Meliputi dan tiada tampak oleh pandangan makhluk di dunia.
Al-Witr : Dia-lah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Yang Maha Tunggal, tiada sesuatu yang serupa dengan-Nya.
As-Sayyid : Bagi Allah keagungan secara mutlak atas makhluk-Nya. Dia-lah raja dan Tuhan mereka. Seluruh makhluk adalah ciptaan dan hamba-Nya.
As-Shomad : Dia Maha Agung yang sempurna keagungan-Nya, kepada-Nya segala tumpuan kebutuhan makhluk-Nya, mereka sangat membutuhkan-Nya, Allah yang memberi mereka makan dan Dia tidak butuh makan.
Al-Wahid dan Al-Ahad : Allah Maha Tunggal dalam segala kesempurnaan yang mutlak. Tidak ada sesuatupun yang menyertai-Nya dan tidak ada sesuatu yang serupa denganNya. Hal ini mengharuskan pengesaan Allah semata dalam ibadah. Tidak ada sekutu bagi-Nya.
Al-Ilaah : Dia-lah yang diibadahi dengan sebenar-benarnya. Yang berhak untuk diesakan dalam ibadah dan bukan selain-Nya.
Sumber : Tafseer.info, 2017, Tafsir Al 'Usyr Al Akhir : Dari Al Quran Al Karim Juz 28-30, hlm. 79-85