Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Ahmad Sanusi Husain 🇲🇾 on Twitter: "#Zikrullah #Zikr #Istighfar #Tasbih # Tahmid #Tahlil #Takbir #Hawqalah #Duaa https://t.co/hdOv10z5bo" / Twitter

1. Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan Hauqalah merupakan ucapan yang paling dicintai Allah SWT, yang dengannya ditulis banyak kebaikan dan dihapus banyak kesalahan.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Sesungguhnya Allah SWT telah memilih dari kalam (kata-kata), empat kata, yaitu, Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka ditulis baginya dua puluh kebaikan dan dihapus darinya dua puluh kesalahan. Barangsiapa mengucapkan Allahu Akbar, maka pahalanya juga sama seperti tadi. Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaaha illa Allah, pahalanya juga sama seperti tadi. Dan barangsiapa mengucapkan Alhamdulillaahi Rabbil Aalamin dari lubuk hatinya, maka ditulis baginya tiga puluh kebaikan dan dihapus darinya tiga puluh kesalahannya." "HR. Ahmad (2/310) dan Al-Hakim (1/512). Dishahihkan Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Dishahihkan pula oleh Al-Albani dalam Shahih Al Jami' (no.1714).

Dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas'ud, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Tiada seseorang yang lebih utama di sisi Allah SWT dibanding seorang mukmin yang berumur panjang dalam Islam, kemudian ia memenuhi umurnya dengan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil." HR. Ahmad dalam Al-Musnad (1/163).

Dari Abu Hurairah, nabi Muhammad SAW bersabda,

"Maukah kamu kuajari beberapa kata, yang dengannya kamu bisa mengejar orang-orang yang lebih dulu berbuat baik darimu, dan tidak ada yang bisa mengalahkanmu dalam berbuat baik, kecuali orang yang melakukan seperti apa yang kamu lakukan?' Kemudian beliau bersabda, 'Yaitu, setiap selesai shalat, kamu bertakbir sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid sebanyak tiga puluh tiga kali, bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, kemudian kamu mengakhirinya dengan mengucap, 'Laa ilaaha illa Allah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa 'ala kulli syaiin qadir. Shahih Abu Dawud (no. 1504) dan Silsilah Ash-Shahihah (no. 100)

2. Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan Hauqalah termasuk tanaman Surga dan yang paling dicintai Rasulullah SAW. Bahkan, lebih beliau cintai dibanding segala hal yang matahari terbit pada hari itu.

Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda,

"Pada malam Isra' saya bertemu dengan Nabi Ibrahim. Kemudian beliau berkata, 'Wahai Muhammad! Sampaikan salamku kepada umatmu. Dan katakan kepada mereka bahwa Surga itu sangat subur tanahnya, sangat tawar airnya. Dan tanah subur yang berair tawar seperti ini di Surga sangatlah luas dan banyak sekali. Tanamannya adalah (dengan mengucapkan) subhaanallaah, alhamdulillah, laa ilaaha illa Allah, dan Allahu akbar." Shahih Tirmidzi (no.3462) dan Silsilah Ash-shahihah (no. 105)

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW pernah lewat di hadapannya saat ia menanam tumbuh-tumbuhan. Kemudian beliau SAW berkata padanya, 'Wahai Abu Hurairah! Apa yang kamu tanam? 'Saya (Abu Hurairah) menjawab, 'Saya sedang menanam pohon, wahai Rasulullah.' Beliau. bersabda,'Maukah kuberitahu dengan tanaman yang lebih baik dari ini?' Saya menjawab, 'Tentu wahai Rasulullah!' Beliau bersabda, 'Katakan, subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illa Allah, dan Allahu Akbar. Jika kamu mengucapkannya, niscaya untuk setiap kata tadi ditanamkan untukmu satu pohon di Surga." Shahih Ibnu Majah (no. 3084) dan Shahih Al- Jami' ( no. 2613 ).

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Jika saya mengucapkan, 'Subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illa Allah, dan Allahu Akbar, adalah lebih saya cintai dari segala yang matahari terbit pada hari itu." HR. Muslim (no.2695)

3. Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan Hauqalah dinamakan Al-Baaqiyaat Ash-Shaalihaat (yang tetap kekal dan baik sampai kapan pun), yang sangat berat dalam timbangan amal.

Rasulullah SAW bersabda,

"Al-Baaqiyaat ash-shaalihaat adalah, subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illaallah, Allaahu Akbar dan laa haula wa laa quwwataillabillah." HR. Ahmad dalam Al-Musnad (no. 513) dengan sanad shahih.

Dari Abu Salma, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Bakh, bakh! (Ucapan yang biasa dikatakan orang Arab terhadap sesuatu hal yang patut dicinta dan dipuji.)' Alangkah beratnya perkara-perkara ini dalam mizan (timbangan amal). Yaitu: laa ilaaha illaallah, subhaanallaah, alhamdulillah, Allahu Akbar dan anak shalih milik seorang muslim yang meninggal dunia, kemudian ia bersabar serta mengharap pahala kepada Allah SWT." Silsilah Shahihah (no. 1204) dan Shahih Al-Jami' (no.2817)

4. Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan Hauqalah penyebab datangnya rahmat. Karena, senantiasa membuat pengucapnya mengingat Pemiliknya (Allah), juga membanhrnya dalam mempraktikkan amal baik tersebut.

Yusairah, seorang wanita yang ikut hijrah, pernah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Hendaklah kalian (para wanita) selalu bertasbih, bertahlil, dan bertaqdis, dan hitunglah kata-kata itu dengan jari-jemari kalian. Karena, jari-jari itu akan ditanya dan diminta berbicara pada hari Kamat. Jangan sekali-kali melupakannya, agar kalian tidak melupakan rahmat Allah SWT." Shahih Abu Dawud (no. 1501), Shahih Tirmidzi (no.3486), dan Al-Misykah (no. 2316).

Dari Nu'man bin Basyir, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Sesungguhnya dzikir yang kalian mengagungkan Allah SWT dengannya adalah, tasbih, tahlil, dan tahmid. Semua ucapan itu senantiasa bergelantungan di Arsy, sambil mendengung seperti dengungan lebah yang selalu membuat para pengucapnya diingat penduduk langit. Tidak sukakah kalian jika memiliki sesuatu yang selalu membuatnya diingat penduduk langit?" Shahih Ibnu Majah (no. 3086), Silsilah Shahihah (no. 3358), dan Shahih Al Matjar Ar-Rabih (no. 747)

"Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Fatimah  datang menghadap Nabi Muhammad SAW untuk meminta seorang pembantu. Tapi, ia tak mendapati beliau dan bertemu dengan Aisyah saja. Lalu Fatimah memberitahu Aisyah akan keperluannya itu. Ali meneruskan, 'Maka datanglah Nabi Muhammad SAW saat kami hendak tidur. Beliau SAW bersabda, "Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada seorang pembantu? Jika kalian sudah berbaring di atas tempat tidur dan hendak tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan bertakbir tiga puluh empat kali. Sesungguhnya ucapan-ucapan itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu."

Ali berkata, 'Sejak saya mendengar sabda Rasulullah SAW ini, saya tak pernah meninggalkan ucapan-ucapan itu sama sekali.' Lalu seseorang bertanya padanya, Anda juga tidak melupakannya di malam hari perang Shiffin?' Ali menjawab, 'Saya juga tidak melupakannya di malam itu." HR. Al-Bukhari (no. 3705, 5362) dan Muslim (no.2727)

5. Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan Hauqalah pahalanya sama dengan pahala shadaqah dan memerdekakan budak.

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda,

"Pada setiap pagi hari dalam persendian seseorang dari kalian ada shadaqahnya. Setiap satu ucapan subhanallah adalah shadaqah. Satu ucapan alhamdulillah adalah shadaqah. Satu ucapan laa ilaaha illa Allah adalah shadaqah. Setiap satu takbir adalah shadaqah. Satu anjuran untuk berbuat baik (ma'ruf) adalah shadaqah. Satu larangan dari perbuatan munkar adalah shadaqah, dan yang mencukupkan semua itu adalah dua rakaat Dhuha yang dikerjakannya." HR.
Muslim (no.720)

"Dari Abu Dzar, bahwa beberapa Sahabat Nabi berkata kepada Nabi Muhammad SAW, 'Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah membawa pergi banyak pahala. Mereka mengerjakan shalat seperti kita mengerjakannya. Mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tetapi mereka bisa bershadaqah dari kelebihan harta mereka (sedang kami tidak bisa). 'Beliau SAW menjawab, 'Bukankah Allah SWT sudah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian shadaqahkan? 'Sesungguhnya setiap tasbih yang kalian ucapkan adalah shadaqah, setiap satu takbir adalah shadaqah, setiap satu tahmid adalah shadaqah, setiap satu tahlil adalah sadaqah, demikian pula dalam amar ma'ruf nahi munkar; bahkan dalam kemaluan kalian pun ada shadaqah." Para Sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah! Bagaimana mungkin salah seorang dari kami menggauli istrinya, kemudian dia mendapat pahala dari hal itu?' Beliau menjawab, 'Tidak tahukah kalian, seandainya ia meletakkan kemaluannya pada wanita yang haram, bukankah ia berdosa? Demikianlah jika ia meletakkannya pada wanita yang halal, maka baginya ada pahala." HR. Muslim (no. 1006). Lihat Shahih Abu Dawud (no. 1504).

Dari Ummu Hani' binti Abi Thalib, Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Ummu Hani,

"Bertasbihlah kepada Allah sebanyak seratus kali, karena hal itu sebanding dengan memerdekakan seratus budak dari anak Ismail. Bertahmidlah kepada Allah sebanyak seratus kali, karena hal itu sebanding dengan memerdekakan seratus budak dari anak Ismail. Bertahmidlah kepada Allah sebanyak seratus kali, karena hal itu sama dengan seratus ekor kuda berpelana dan berkekang, yang kamu bawa ke medan perang fi sabilillah. Bertakbirlah kepada Allah sebanyak seratus kali, karena hal itu sama dengan seratus ekor unta yang dikorbankan buat Allah SWT dan langsung diterima-Nya. Dan bertahlillah sebanyak seratus kali. Ibnu Khalaf berkata, "Saya kira dia mengatakan, 'Niscaya tahlil tersebut memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi,'dan tidak ada seorang pun yang (kuantitas) amalannya diangkat di hari itu kecuali seseorang yang beramal seperti dengan amalanmu." HR. Ahmad (613M) dan Al-Baihaqi dalam Syu'abul lman (1/379, 380)

5. Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir dan Hauqalah menjadi penyebab masuknya seseorang ke dalam Surga, terbebas dari api Neraka, dan diampuni segala dosanya.

Rasulullah SAW bersabda,

"Ada dua amalan, jika setiap hamba muslim menjaganya, niscaya ia masuk Surga. Kedua amalan itu sangatlah mudah, tapi jarang ada yang mengerjakannya. Pertama, mengucapkan subhanaallah sepuluh kali, mengucapkan alhamdulillah sepuluh kali, dan mengucapkan Allahu akbar sepuluh kali setiap selesai shalat. Maka, hal itu seratus lima puluh di lisan, dan seribu lima ratus dalam timbangan (mizan), Yang kedua, saat hendak tidur ia bertakbir tiga puluh empat kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan bertasbih tiga puluh tiga kali. Maka, itu sama dengan seratus dalam lisan dan seribu dalam mizan (timbangan amal)" Shahih Tirmidzi (no. 3410) dan Shahih Nasa'i (no. 1298, 1347).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa mengucapkan subhanallah setiap selesai shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, juga mengucapkan alhamdulillah dan Allahu akbar masing-masing tiga puluh tiga kali, kemudian menyempurnakan jumlah seratus dengan mengucapkan: 'Tiada ilah yang patut diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagiNya, bagi-Nya segala kerajaan dan puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu', niscaya diampuni segala dosanya meski banyaknya seperti buih di lautan." HR. Muslim (no. 597)

Dari Kaab bin Ujrah, Rasulullah SAW bersabda,

"Ada mu'aqqibat (amal-amal pengekal) yang barangsiapa mengucapkannya sehabis mengerjakan shalat, niscaya ia tidak merugi selamanya. Yaitu; tiga puluh tiga tasbih, tiga puluh tiga tahmid, dan tiga puluh empat takbir." Shahih Tirmidzi ( no. 3412)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya subhanallah, alhamdulillah, dan laa llaaha lllaallah, bisa menggugurkan kesalahan, seperti pohon saat menggugurkan daun-daunnya." HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mulrad (no. 634)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya Allah memiliki Malaikat-Malaikat yang selalu memantau muka bumi. Mereka tidak mempunyai tugas apapun selain berputar kesana kemari di jalanjalan bumi untuk mencari orang-orang yang berdzikir. Jika sudah mendapatkan orang-orang yang berdzikir itu, mereka saling memanggil satu sama lain, "Ayo kemari, inilah yang kita cari-cari." Kemudian, mereka mengelilingi orang-orang yang berdzikir tadi dengan sayap mereka. Mereka bertumpukan hingga sampai di langit dunia. Kemudian Allah SWT bertanya kepada mereka -dan Dia lebih tahu dengan segala perbuatan hamba-Nya, "Apa yang diucapkan hamba-hamba-Ku?' Para Malaikat menjawab, "Mereka bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan mengagungkan Engkau." Allah SWT kembali bertanya, "Apakah mereka melihat-Ku?" Para Malaikat menjawab, "Demi Allah! Mereka tidak melihat Engkau." Allah bertanya lagi, "Bagaimana jika mereka melihat-Ku?" Para Malaikat menjawab, "Jika mereka melihat Engkau, niscaya ibadah mereka semakin banyak. Demikian pula tahmid, tamjid, dan tasbih mereka." Allah SWT bertanya lagi, "Mereka meminta apa?" Para Malaikat menjawab, "Mereka meminta Surga." Allah SWT kembali bertanya, "Apakah mereka telah melihat Surga?" Para Malaikat menjawab, "Demi Allah! Wahai Tuhan kami, mereka belum melihat Surga!" Allah SWT bertanya lagi, "Bagaimana jika mereka melihat Surga itu?" Para Malaikat menjawab, "Sungguh! Jika mereka melihat Surga, niscaya pengharapan dan permohonan mereka semakin besar." Allah SWT bertanya lagi, "Mereka berlindung dari apa?" Para Malaikat menjawab, "Mereka berlindung dari api Neraka." Allah SWT bertanya lagi, "Apakah mereka telah melihat Neraka itu hingga berlindung darinya?" Para Malaikat menjawab, "Tidak, wahai Rabb kami. Mereka tidak melihatnya." Allah bertanya lagi, "Bagaimana jika mereka melihat Neraka itu?" Para Malaikat menjawab, "Jika mereka melihatnya, pastilah mereka lebih takut dan lebih menjauhkan diri darinya." Kemudian Allah SWT berkata, "Kalau begitu, saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni mereka. " Lalu seorang Malaikat berkata, "Wahai Rabb kami! Di antara mereka ada seseorang yang datang untuk satu keperluan, dan ia tidak datang untuk berdzikir." Maka Allah SWT menjawab, "Ketahuilah! Orang-orang yang berdzikir adalah sebaik-baik teman duduk, dan orang yang datang itu tidak akan celaka jika duduk bersama mereka. HR. Al-Bukhari (11/177- 179) dan Muslim (no. 2689)

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya setiap orang dari Bani Adam diciptakan dengan tiga ratus enam puluh persendian. Barangsiapa bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu dari jalan manusia, atau menyingkirkan duri dan tulang belulang, juga mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran sebanyak jumlah tiga ratus enam puluh persendian itu, maka ia berjalan di hari itu dengan jiwa yang telah dijauhkan dari Neraka." HR. Muslim (no. 1007)

Sumber : Ahmad Bin Abdullah Isa. (2003), Ensiklopedia Doa dan Wirid Shahih, eLBA, hlm. 181-191.

Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir adalah Sedekah

Dari Abu Zar r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Atas setiap ruas tulang dari seorang diantara engkau semua itu pada setiap paginya harus ada masing-masing sedekahnya. Maka setiap sekali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahmid adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahlil adalah sedekah, setiap sekali bacaan takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan juga sedekah, mencegah dari kemungkaran juga sedekah dan keseluruhannya itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dikerjakan oleh seorang itu dari shalat Dhuha.” (Riwayat Muslim)