Apa saja hadist-hadist nabi Muhammad SAW yang berbicara tentang perintah untuk selalu menjaga dalam melaksanakan shalat wajib atau fardhu?
Hadist-hadist Tentang Perintah Menjaga Shalat Fardhu
Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Saya bertanya kepada Rsaulullah : “Amal perbuatan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Salat tepat pada waktunya.” Saya bertanya: “Kemudian apa?” beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi: “Kemudian apa?” beliau menjawab: “Jihad (berjuang) di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda: “Islam itu didirikan atas lima sendi, yaitu menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Aku diperintah untuk memerangi manusia, sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka mendirikan salat dan memberikan Apabila mereka telah berbuat demikian, maka terpeliharalah darah mereka, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan amal mereka pada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Mu’adz ra., ia berkata: Rasulullah saw. mengutus saya ke Yaman dan bersabda: “Sungguh, engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab. Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Kalau mereka telah mentaati, maka ajarilah mereka (beritahulah mereka) bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada mereka salat lima waktu sehari semalam. Apabila mereka telah mentaati, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada mereka sedekah (zakat) yang dipungut dari orang-orang kaya kemudian diberikan kepada orang- orang miskin. Apabila mereka telah mentaati, maka peliharalah kehormatan dan harta mereka. Takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya, karena tidak ada tirai (penghalang) antara doa itu dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Jubair ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
Dari Buraidah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Ikatan janji di antara kamu (umat Islam) dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkan salat berarti ia kafir.” (HR. Turmudzi)
Dari Syaqiq bin Abdullah seorang ulama tabi’in yang telah disepakati memiliki kelebihan rahimahullah berkata: “Para sahabat Nabi Muhammad saw. tidak ada yang berpendapat tentang suatu perbuatan yang apabila ditinggalkan menjadi kafir, kecuali shalat.” (HR. Turmudzi)
Dari Abu Hurairah , ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan yang pertama kali dihisab pada seseorang nanti di hari kiamat adalah shalat. Apabila salatnya bagus, maka berbahagia dan beruntunglah ia, tetapi apabila salatnya rusak maka menyesal dan merugilah ia. Apabila di dalam salat fardhunya terdapat suatu kekurangan, maka Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman: “Lihatlah, apakah hamba-Ku ini mengerjakan salat sunnat sehingga kekurangan salat fardhunya dapat disempurnakan dengannya.” Kemudian setelah salat itu dihisab barulah amal-amal perbuatan yang lainnya dihisab.” (HR. Turmudzi)
Sumber : Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin (Taman Orang-orang Shalih).