Hadist-hadist Tentang Penguasa atau Pemimpin Yang Adil
Dari Abu Hurairah , dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah Ta’ala. Seorang yang hatinya senantiasa digantungkan (dipertautkan) dengan masjid. Dua orang saling mencintai karena Allah, yang keduanya berkumpul dan berpisah karena- Nya. Seorang laki-laki yang ketika diajak (dirayu) oleh seorang wanita bangsawan yang cantik lalu ia menjawab : “Sesungguhnya saya takut kepada Allah. Seorang yang mengeluarkan sedekah sedang ia merahasiakannya, sampai- sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. Dan seorang yang mengingat Allah di tempat yang sepi sampai meneteskan air mata.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah laksana berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya. Mereka itu orang-orang yang berlaku adil dalam memberikan hukum kepada keluarga dan rakyat yang mereka kuasai (perintah)” (HR Muslim)
Dari Auf bin Malik , ia berkata : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Pemimpin yang bijaksana adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian selalu mendoakan atasnya dan ia selalu mendoakan kalian. Pemimpin yang terjahat adalah yang kalian benci dan membenci kalian, sedang kalian mengutuknya dan ia mengutuk kalian.” Kami bertanya : “Wahai Rasulullah SAW sebaiknya kita pecat saja mereka itu. “Beliau menjawab : “Jangan, selama ia masih mengerjakan salat berjamaah dengan kalian.”
Dari Iyadh bin Himarra., ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Penghuni surga itu terdiri dari tiga kelompok, yaitu: Penguasa yang adil lagi disenangi, orang yang mengasihi lagi lembut hati kepada sanak keluarga dan setiap muslim, serta orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya sedang ia mempunyai keluarga.” (HR Muslim)
Sumber : Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin (Taman Orang-orang Shalih).