Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Hadist-hadist Tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an?

Anonymous 5 years ago

Apa saja hadist-hadist nabi Muhammad SAW yang berbicara tentang keutamaan yang akan kita dapat ketika kita membaca Al Quran?

33

Hadist-hadist Tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an


Dari Abu Umamah , ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : ”Bacalah Al Qur’an! Karena sesungguhnya Al Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya (yang berpegang pada petunjuk-petunjuknya).”(HR. Muslim)


Dari An Nawwas bin Sam’an , ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Nanti pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan ahlinya yang dulu mengamalkannya di dunia, didahului dengan surat Al Baqarah dan surat Ali Imran yang keduanya saling berbantah mengenai ahli mereka masing-masing (Al Baqarah mengatakan bahwa orang ini adalah orang yang mengamalkan surat Al Baqarah, begitu pula surat Ali Imran).”(HR. Muslim)


Dari Utsman bin Affan , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :”Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari)


Dari ’Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : ”Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka nanti akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang kesulitan dan berat jika membaca Al- Qur’an, maka ia mendapatkan dua pahala.”(HR. Bukhari dan Muslim)


Dari Abu Musa Al-Asy’ariy ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qu’ran seperti buah limau yang harum baunya dan lezat rasanya. Perumpamaan orang mukmin yang tidak suka membaca Al Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qu’ran seperti bunga yang harum baunya tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an, seperti buah handhalah yang tidak ada baunya dan rasanya pahit.” (HR.Bukhari dan Muslim)


Dari Umar bin Khaththab bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al Kitab (Al Qur’an), dan Ia akan merendahkan derajat suatu kaum yang lain dengannya.” (HR.Bukhari dan Muslim)


Dari Ibnu Umar ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Tidak diperbolehkan iri hati kecuali dalam dua hal, yaitu seseorang yang diberi kemampuan oleh Allah untuk membaca dan memahami Al Qur’an kemudian ia mengamalkannya, baik pada waktu malam maupun siang, dan seseorang yang dikarunia harta oleh Allah kemudian ia menafkahkannya di dalam kebaikan, baik pada waktu malam maupun siang.” (HR.Bukhari dan Muslim)


Dari Al Barra’ bin Azib , ia berkata : “Ada seorang membaca surat Al Kahfi dan di dekatnya ada seekor kuda yang diikat tali pada kanan kirinya, kemudian orang itu diliputi semacam awan selalu mendekat, sehingga kudanya akan lari meninggalkan itu. Pada pagi harinya ia datang kepada Nabi saw. dan menceritakan apa yang baru saja terjadi, kemudian beliau bersabda : “Itu adalah suatu ketenangan (rahmat) yang turun karena bacaan Al-Qur’an.” (HR.Bukhari dan Muslim)


Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali Aku tidak mengatakan : ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘laam’ satu huruf dan ‘miim’ satu huruf.” (HR.Turmudzi)


Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak ada sedikitpun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah yang kosong.” (HR.Turmudzi)


Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., dari Nabi saw. beliau bersabda : “Nanti akan diperintahkan kepada orang yang senang membaca Al Qur’an : Bacalah dengan baik dan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil pada waktu kamu di dunia. Karena sesungguhnya tempatmu tergantung pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR.Abu Dawud dan Turmudzi)


Sumber : Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin (Taman Orang-orang Shalih).