Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Hadist-hadist Tentang Durhaka Kepada Orangtua


Ternyata, Ini Bukan Durhaka Kepada Orang Tua. Bagaimana Penjelasannya?

Dari Abu Bakrah Nufai’ bin Al-Harits , ia berkata: Rasulullah SAW, bertanya: “Tidakkah kalian ingin tahu tentang tiga dosa terbesar diantara dosa-dosa besar?” Kami menjawab: “Tentu, kami ingin mengetahuinya.” Rasulullah menjelaskan: “Yaitu menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua.” Semula Rasulullah bersandar, lalu beliau duduk tegak, seraya meneruskan sabdanya: “Ingatlah, Juga perkataan bohong dan persaksian palsu.” Rasulullah mengulang-ulang perkataan itu, sampai-sampai kami berkata dalam hati: “Semoga beliau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al‘Ash ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, mendurhakai orang tua, membunuh orang, dan bersumpah palsu” (HR. Bukhari)


Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Diantara dosa-dosa besar, yaitu seseorang memaki kedua orang tuanya” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang akan memaki kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Ya, apabila seseorang memaki ayah orang lain, kemudian orang itu membalas memaki ayahnya kemudian ia memaki ibu orang lain, dan orang itu memaki ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain dikatakan: “Sesungguhnya yang termasuk dosa terbesar diantara dosa-dosa besar adalah orang yang mengutuk kedua orang tuanya.” Ada sahabat yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang mengutuk kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Ia memaki ayah orang lain, kemudian orang itu membalas memaki ayahnya, dan ia memaki ibu orang lain kemudian orang itu membalas memaki ibunya.”


Dari Abu ‘Isa Al-Mughirah bin Syu’bah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Sungguh Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga membenci orang yang banyak bicara, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Sumber : Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin (Taman Orang-orang Shalih).