Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Hadist-hadist Adab atau Etika Ketika Tidur dan Berbaring?

Anonymous 5 years ago

Apa saja hadist-hadist nabi Muhammad SAW yang berbicara tentang tata cara dan etika ketika kita tidur ataupun berbaring?

32

Hadist-hadist Tentang Adab atau Etika Ketika Tidur dan Berbaring


Dari Al Barra’ bin Azib ra., ia berkata :”Apabila Rasulullah berada di tempat tidurnya dan hendak tidur, maka beliau miring ke sebelah kanan, kemudian membaca: ALLAAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILIKA WAFAWADLTU AMRII ILAIKA WA-ALJA’TU ZHARII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA-A WALAA MANJAA ILLAA ILAIKA. AAMANTU BIKITAABIKALLADZI ANZALTA WANABIYYIKAL LADZI ARSALTA (Ya Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan mukaku kepada-Mu dan menyandarkan punggungku kepada-Mu, dan menyerahkan semua urusan kepada-Mu dengan penuh harap dan rasa takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hanya kepada- Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan (beriman) dengan nabi-Mu yang Engkau utus.” (HR. Bukhari)


Dari Al Barra’ bin Azib , ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku :”Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah lebih dulu seperti wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada pinggangmu yang kanan dan bacalah doa ini – yaitu sama seperti doa yang telah disebutkan di atas – Dalam hadis ini, Nabi saw. juga bersabda: ”Jadikanlah bacaan doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Dari ’Aisyah ra., ia berkata: Nabi saw. biasa mengerjakan salat malam sebelas rakaat, dan jika fajar telah menyingsing maka beliau salat dua rakaat yang tidak terlalu lama, kemudian berbaring pada pinggang sebelah kanan sampai muazzin datang mengumandangkan azan ” (HR. Bukhari dan Muslim)


Dari Hudzaifah ra., ia berkata :”Apabila Nabi saw. hendak tidur pada waktu malam, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian berdoa : ALLAAHUMMA BISMIKA AMUUT WA AHYAA (Ya Allah, atas nama-Mu saya mati dan saya hidup). Dan apabila bangun, beliau berdoa : ALHAMDU LILLAAHI LADZI AHYAANAA BA’DAMAA AMAATANAA WAILAIHIN NUSYUUR (Segala puji bagi Allah, Zat yang menghidupkan kami sesudah mematikan kami dan hanya kepada-Nyalah kami ” (HR. Bukhari)


Dari Ya’isy bin Thaikhfah Al-Ghifariy ra., ia berkata: Ayah saya berkata :”Pada waktu saya tiduran menelungkup di dalam masjid tiba-tiba ada seseorang menggerakkan saya dengan kakinya dan berkata :”Tidur semacam ini adalah tidur yang dimurkai (dibenci) oleh Allah.” Dan ketika saya lihat, ternyata orang itu adalah Rasulullah saw.” (HR Abu Dawud)


Dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw., beliau bersabda: ”Barangsiapa yang duduk dalam suatu majelis kemudian ia tidak zikir kepada Allah Ta’ala, maka ia akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah. Dan barangsiapa yang berbaring kemudian ia tidak berzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia juga akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah.” (HR. Abu Dawud)


Dari Abdullah bin Yazid Bahwasannya ia melihat Rasulullah saw. terlentang di masjid dengan meletakkan salah satu dari kedua kakinya pada kaki yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Posisi Tidur Yang Diperbolehkan


Dari Jabir bin Samurah ra., ia berkata :“Apabila Nabi saw. telah selesai salat Subuh, maka beliau duduk bersila dengan baiknya sampai matahari terbit.” (HR. Abu Dawud)


Dari Ibnu Samurah ra., ia berkata :”Saya melihat Rasulullah berada di halaman Ka’bah sedang duduk mendekapkan lutut dengan kedua tangannya begini.” Ia menggambarkan cara duduk itu dengan kedua tangannya.” (HR. Bukhari)


Dari Qalilah binti Makhramah ra., ia berkata :”Saya melihat Nabi saw. duduk dengan merapatkan paha ke perut dan mendekapkan tangan ke betisnya. Ketika saya melihat Rasulullah saw. duduk dengan khusyuk saya merasa cemas untuk meninggalkan beliau.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari Asy Syirid bin Suwaid ra., ia berkata: Rasulullah saw. melewati saya, sedangkan saya baru duduk dengan meletakkan tangan kiri ke belakang dan saya bersandar pada telapak tangan, kemudian beliau bersabda :”Mengapa kamu duduk seperti duduknya orang yang dimurkai (dibenci) oleh Allah?” (HR. Abu Dawud)


Sumber : Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin (Taman Orang-orang Shalih).