Kita sering mengatakan bahwa apa yang terjadi pada diri kita adalah takdir Allah. Benarkah demikian ? Apa makna Takdir Allah itu sendiri ?
Takdir dan keperkasaan Allah adalah haq, tiada bandingnya. Tidaklah orang yang meminta kepada-Nya kecuali dikabulkan.
Allah SWT berfirman,
"Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? " (Qs. Fushshilat [41]: 15)
Abdurrahman bin Abdullah bin Khalid menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ahmad Al Balqi menceritakan kepada kami, Al Furbari menceritakan kepada kami, Al Bukhari menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Mundzir menceritakan kepada kami, Al Hizami menceritakan kepada kami, Nu'an bin Isa menceritakan kepada kami, Abdunahman bin Abu Muwali berkata: Aku mendengar Muhammad bin Al Munkadzir bercerita bahwa Abdullah bin Hasan berkata: Jabir bin Abdullah menceritakan kepadaku, ia berkata: Rasulullah SAW mengajarkan sahabat-sahabatnya shalat Istikharah. Dalam hadits itu disebutkan.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu, dengan ilmu-Mu, memohon kekuatan kepadamu dengan kekuatan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu."
Allah SWT berfirman,
"Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, (istri dan anak) tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)." (Qs. Al Anbiyaa' [21]: 17)
"Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya." (Qs. Az Zumar [39]: 4)
Pada ayat lain Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menentukan segala sesuatu,
"Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang ,nengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan." (Qs. At-Tahriim [66]: 5)
"Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. "(Qs. Al Baqarah [2]:284)
"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (Qs. Yaasin [36]: 82)
Seandainya Allah SWT tidak bersifat Maha Kuasa maka takdir-Nya pasti terbatas, dan jika takdir-Nya terbatas maka Dia pasti tidak abadi. Maha Suci Allah dari segala yang disifatkan kepada-Nya dan Dia yang mengatur segala sesuatu, menetapkan yang pasti dan yang tidak pasti. Allah pun mampu melakukan sesuatu yang sebaliknya lantaran kemahakuasaan-Nya. Kafirlah orang yang mengatakan bahwa Allah tidak mempunyai sifat Maha Kuasa, sebagaimana firman-Nya,
"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya." (Qs. Al Qashash [26]: 68)
Takdir Memang Benar Ada
Semua hal yang ditakdirkan akan menimpa kita pasti akan menimpa kita dan tidak akan meleset dari kita, sedangkan semua hal yang ditakdirkan tidak menimpa kita pasti tidak akan menimpa kita.
Allah SWT berfirman,
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya." (Qs. Al Hadiid [57]:22)
Sumber : Ibnu Hazm (Penerjemah: Ahmad Rijali Kadir), 2007, Al Muhalla, Pustaka Azzam, Jilid 1, Hlm. 77-79.