Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Makna Al Bashir?

Anonymous 5 years ago

Sifat Allah SWT Al Bashir mempunyai arti Yang Maha Melihat. Sesuai dengan Firman Allah SWT,

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā 'alal-'arsy, ya'lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju min-hā wa mā yanzilu minas-samā`i wa mā ya'ruju fīhā, wa huwa ma'akum aina mā kuntum, wallāhu bimā ta'malụna baṣīr

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hadid : 4)

30

Al-Bashir (Yang Maha Melihat) adalah Dia yang melihat segala sesuatu dan tak ada yang tersembunyi dari pengelihatn-Nya walaupun berada di dasar bumi Dan pengelihatan-Nya lebih jelas dibanding apa yang dapat ditangkap oleh pengelihatan yang terbatas pada sesuatu yang terlihat.

Ketika menyangkut perihal pancaindera, manusia pun bisa melihat berkat bantuan pancaindera ini. Namun, pengelihatan manusia sangat terbatas karena tidak bisa menjaungkau hal yang jauh dan menembus yang tertutup walaupun dekat. Dalam hal ini manusia bisa mengambil manfaat, yaitu berupa kesadaran bahwa Dia menciptakan pengelihatan untuk kita supaya bisa menyaksikan keajaiban-keajaiban kerajaan-kerajaan langit dan bumi serta kita menyadari bahwa kita terus diperhatikan oleh-Nya. Maka, betapa biadab dan tidak senonohnya orang-orang yang melakukan kedurhakaan, sementara dia tahu bahwa Allah terus memperhatikannya.

Referensi :
Al-Ghazali, Al-Asma’ Al-Husna: Rahasia Nama-Nama Indah Allah, Terjemahan Ilyas Hasan (Mizan, Bandung, 1998).