Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Asbabun Nuzul Surah Ali Imran Ayat 188?

Anonymous 5 years ago

لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أَتَوا۟ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا۟ بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا۟ فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ ٱلْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Lā taḥsabannallażīna yafraḥụna bimā ataw wa yuḥibbụna ay yuḥmadụ bimā lam yaf'alụ fa lā taḥsabannahum bimafāzatim minal-'ażāb, wa lahum 'ażābun alīm

Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (QS. Ali Imran : 188)

34

Sebab turunnya surah Ali Imran ayat 188

Imam Bukhari, Imam Muslim, dan yang lainnya meriwayatkan dari jalur Hamid bin Abdurrahman bin Auf bahwa Marwan berkata kepada penjaga pintu rumahnya, "Wahai Rafi', temuilah Ibnu Abbas. Katakan kepadanya, "Jika setiap orang dari kita yang senang dengan apa yang didapatkannya dan suka dipuji karena apa yang tidak dilakukannya akan diazab, tentu kita semua akan diazab."

Ketika ditemui dan mendengar pertanyaan itu, Ibnu Abbas berkata, "Ayat ini turun pada Ahli Kitab yang ditanya oleh Nabi saw. tentang sesuatu, lalu mereka menyembunyikan jawabannya dan tidak mau menyampaikannya kepada beliau. Dan, mereka memberi tahu beliau dengan jawaban yang tidak benar. Lalu mereka pergi setelah berkata kepada beliau bahwa mereka telah menjawab pertanyaan beliau dengan sebenarnya. Mereka juga meminta pujian karenanya dan mereka berbahagia karena apa yang mereka lakukan, yaitu menyembunyikan apa yang ditanya Rasulullah." (HR Bukhari dalam Kitabut Tafsir No 4568 dan Muslim dalam Kitabut Shifatul Munaafiqiin No 2778)

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa ketika Rasulullah berangkat untuk berperang, orang-orang munafik selalu tidak ikut berangkat. Mereka bahagia dengan ketidakberangkatan mereka itu. Ketika Rasulullah kembali, mereka meminta maaf kepada beliau sembari bersumpah, dan mereka ingin dipuji karena apa yang sebenarnya tidak mereka lakukan. Maka turunlah firman Allah, (HR Bukhari dalam Kitabut Tafsir No 4567 dan Muslim dalam Kitabut Shifatul Munaafiqiin No 2777)

"Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan..."

Abdurrazzaq dalam tafsimya meriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa pada suatu ketika Rafi' bin Khudaij dan Zaid bin Tsabit berada di tempat Marwan. Lalu Marwan bertanya, "Wahai Rafi', pada peristiwa apa turun ayat 188 surah Ali Imran,

لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أَتَوا۟ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا۟ بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا۟ فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ ٱلْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Lā taḥsabannallażīna yafraḥụna bimā ataw wa yuḥibbụna ay yuḥmadụ bimā lam yaf’alụ fa lā taḥsabannahum bimafāzatim minal-‘ażāb, wa lahum ‘ażābun alīm

Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (QS. Ali Imran : 188)

Rafi' menjawab, "Ayat ini turun pada orang-orang munafik yang selalu meminta uzur karena tidak ikut serta ketika Rasulullah berperang. Mereka berkata, "Tidak ada yang menghalangi kami untuk berangkat bersama kalinn, kecuali kesibukan kami. Sebenarnya kami ingin sekali berangkat bersama kalian." Maka Allah menurunkan ayat itu."

Tapi Marwan tampak tidak setuju dengan apa yang dikatakan Rafi' tersebut. Maka Rafi' terkejut dengan sikap Marwan dan dia segera bertanya kepada Zaid bin Tsabit, "Demi Allah, apakah engkau tahu dengan apa yang saya katakan?" Zaid menjawab, "Ya, saya mengetahuinya."

Al-Hafizh lbnu Hajjar berkata, "Riwayat ini dan riwayat dari Ibnu Abbas dapat digabungkan dengan menyatakan bahwa ayat ini kemungkinan turun pada dua kelompok tersebut."

Ibnu Hajjar berkata juga, "Al-Farra' meriwayatkan bahwa ayat ini turun pada kata-kata orang-orang Yahudi, "Kami adalah Ahli Kitab yang pertama, umat yang pertama melakukan shalat, dan umat yang pertama taat kepada Tuhan." Namun, mereka tetap tidak mengakui Muhammad.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari beberapa jalur dari beberapa orang tabi'in riwayat yang serupa dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Dan, tidak masalah ayat ini turun pada semua itu."

Sumber : Jalaludin As Suyuthi, Asbabun Nuzul : Sebab Turunnya Ayat Al Quran, Gema Insani, hlm. 146-148.