Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Arti dan Makna Doa?

Anonymous 5 years ago

Doa selalu diidentikkan dengan permohonan sesuatu kepada Allah SWT. Benarkah makna doa hanya sekedar permohonan ? Atau ada makna-makna lainnya? Terimakasih

43

Doa ialah ibadah yang agung dan amal shaleh yang utama. Bahkan ia merupakan esensi ibadah dan subtansinya. Ibnu Katsir Menafsirkan, “Beribadah kepada-Ku”, yaitu berdoa kepada-Ku dan mentauhidkan-Ku.

Dengan berdoa, seorang hamba menampakkan bahwa ia benar-benar fakir dan butuh kepada Allah SWT. Ia tunduk bersimpuh dihadapan-Nya.1

Dalam perspektif bahasa kata doa berasal dari bahasa Arab da'a-yada'u-da'a- da'watun, yang mengandung arti memanggil, mengundang, minta tolong, meminta dan memohon.

Secara istilah, doa adalah permohonan atau permintaan dari seseorang hamba kepada Tuhan dengan menggunakan lafal yang dikehendaki dan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, atau meminta sesuatu sesuai dengan hajatnya atau memohon perlindungan kepada Allah SWT. Doa yang dimaksud di sini suatu aktivitas ruhaniah yang mengandung permohonan kepada Allah SWT.2 Melalui lisan atau hati, dengan menggunakan kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan khusus sebagaimana yang tertulis pada al Quran, as-Sunnah ataupun keteladanan para sahabat Rasulullah Saw, dan orang-orang yang saleh. Dengan penuh harapan agar doa-doa yang dimohonkan akan segera dikabulkan.

Doa dalam istilah al Quran memiliki ragam makna yang cukup kompleks, seperti doa dalam al Quran ialah menunjukkan kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan keperluan dan ketundukkan kepada Allah. Pengertian ini tidak bertentangan dengan pengertian terdahulu tentang doa, tetapi saling melengkapi, yakni bahwa memohon kebaikan di dunia dan keselamatan akhirat itu menunjukkan kerendahan diri, keperluan, dan ketundukkan kepada Allah. Berdasarkan pengertian doa itu, maka berdoa hanya kepada Allah dan tidak boleh kepada selain-Nya. Seperti terlihat doa merupakan manifestasi kerendahan diri, keperluan dan ketundukan kepada Allah SWT.3

Referensi :

1 Hasan Bin Ahmad Hammam, Terapi dengan Ibadah “Istighfar, Sedekah, Doa, Al-Qur’an, Shalat, Puasa” (Solo: Aqwam, 2010), 75-76.
2 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, Prophetic Intelegence Kecerdasan Kenabian” Menumbuhkan Potensi Hakiki Insani Melalui Pengembangan Kesehatan Ruhani (Yogyakarta: Islamika, 2004), 450-451.
3 Sudirman Tebba, Sehat Lahir Batin Handbook bagi Pendamba Kesehatan Holistik (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2004),124-125.