Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana suatu perusahaan melakukan manajemen risiko dalam menghadapi kompetitornya?

BU Bunga Arlin 9 years ago

kompetitor|690x252

Seperti yang diketahui, sudah banyak perusahaan yang memiliki kompetitor di bidang bisnis yang sama. Dan mengharuskan perusahaan itu untuk survive agar perusahaan tersebut dapat melangsungkan bisnisnya. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen risiko dalam menghadapi kompetitor.

Sehingga, bagaimana suatu perusahaan tersebut melakukan manajemen risiko dalam menghadapi kompetitornya?

21

Perusahaan yang menjalankan bisnisnya untuk mencapai tujuan pasti tidak semulus yang kita bayangkan. Terdapat banyak cara yang dilakukan agar proses bisnis berjalan dengan baik agar dapat memperoleh keuntungan dan berdaya saing. Perusahaan pastinya memiliki kompetitor yang memilki bidang usaha bisnis yang sama dengannya dan dibutuhkan berbagai metode untuk dapat bersaing dengan kompetitor,sehingga perusahaan dapat menjadi lebih unggul dibandingkan kompetitornya.
Lain hal dengan kasus demo taksi konvensional yang 2 tahun lalu terjadi karena kehadiran Taksi ONLINE seperti GOJEK, GRAB dan UBER.Sopir perusahaan taksi konvensional, Blue Bird tidak menerima adanya persaingan bisnis baru dari kompetitornya, karena bisnis taksi online dianggap ilegal dan belum ada kebijakan pemerintah yang mengatur dalam persetujuan akan kehadiran bisnis baru tersebut. Padahal, dengan kecanggihan teknologi terbaru seperti itu, Perusahaan taksi konvensional itu harusnya menerima dan menciptakan inovasi terbaru agar masyarakat atau customer tidak berpindah untuk menggunakan jasa taksi online.
Akibat dari hal itu, saham dari Blue Bird mengalami penurunan. Bukan hanya itu saja, demo sopir taksi terjadi dimana-mana dan mengakibatkan kerusuhan yang berkepanjangan sehingga merugikan banyak pihak.

Oleh karena itu, perusahaan harus siap dalam keadaan apapun apalagi dalam menghadapi kesenjangan seperti itu. Maka, dibutuhkannya manajemen risiko dalam menghadapi suatu permasalahan termasuk menghadapi kompetitor baru.
Hal-hal yang dilakukan untuk melakukan manajemen risiko adalah melakukan identifikasi terhadap risiko yang mungkin terjadi, melakukan analisis terhadap risiko yaitu analisis probabilitas, dampak dan faktor yang mempengaruhi risiko serta melakukan mitigasi risiko.

image|590x280

http://bisnis.liputan6.com/read/2464844/demo-taksi-rusuh-saham-blue-bird-turun-express-melejit

Kompetitor adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu berkembang dan berinovasi sesuai dengan perkembangan yang ada di pasar saat ini. Dalam kenyataannya banyak perusahaan yang kalah bersaing dengan kompetitornya bahkan sampai mengalami kematian perusahaan karena lemahnya penerapan manajemen resiko yang baik.

Berikut proses manajemen resiko yang diterapkan oleh perusahaan :

  1. Mendeteksi/mengidentifikasi resiko sedini mungkin pada setiap aktivitas yang berhubungan dengan perusahaan

  2. Melakukan pengukuran tingkat / besarnya setiap resiko, dengan memperhitungkan besarnya dampak dan kemungkinan terjadinya peluang resiko.

  3. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap sumber resiko dan penyebab terjadinya resiko, sebagai dasar untuk memetakan dan mengendalikan resiko yang signifikan.

  4. Menyusun rencana strategi pengendalian terhadap resiko yang mempunyai prioritas tinggi/resiko signifikan.

  5. Melakukan kegiatan strategi pengendalian resiko yang membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.

  6. Melakukan komunikasi, konsultasi, review dan pemantauan, resiko secara terus menerus, khususnya yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap kondisi perusahaan.

Sumber :

Kompetitor merupakan perusahaan yang menghasilkan produk yang sama atau mirip dengan apa yang perusahaan kita produksi. Adanya kompetitor dapat menghasil dampak positif maupun dampak negatif bagi suatu perusahaan. Dampak positifnya adalah kita bisa selalu berinovasi agar tidak kalah dengan pesaing kita. Dampak negatifnya beberapa perusahaan ada yang gulung tikar, oleh karena itu harus dilakukan manajemen risiko, supaya perusahaan tidak gulung tikar.

Manajemen risiko adalah tentang mempersiapkan diri sebaik mungkin terhadap kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan ini, sehingga anda dapat, mengimbangi badai yang meruntuhkan kompetitor anda. Adapun tahap-tahapan manajemen resiko :

  1. Membuat Perencanaan
    Setiap bisnis harus memiliki sebuah perencanaan manajemen risiko yang solid. Berikut merupakan panduan dalam menyusunnya. Ada beberapa item penting untuk dicantumkan dalam perencanaan manajemen risiko, sebagai berikut:

    • Daftar risiko
    • Penilaian tiap risiko berdasarkan kecendrungan terjadi dan dampaknya
    • Penilaian terhadap pengendalian saat ini
    • Rencana tindakan
  2. Menentukan Bagaimana Menangani Resiko
    Pada tahap inii seluruh resiko utama telah di identifikasi, kemudian diprioritaskan berdasarkan kecenderungan dan dampak. Terdapat empat strategi utama dalam menangan resiko :

  3. Menghindarinya

  4. Menguranginya
  5. Memindahkannya
  6. Menerimanya

  7. Monitor
    Tidak cukup hanya dengan melakukan pengukuran, kita juga perlu memeriksa apakah hal tersebut bekerja dan memonitor bisnis anda secara regular untuk mengidentfikas dan menangani resiko baru.

Strategi Manajemen Resiko yang Efektif

Risiko dapat didefinisikan sebagai ketidakpastian yang bisa menciptakan peluang atau ancaman bagi bisnis perusahaan.Terdapat 2 jenis risiko yaitu risiko internal (misalnya risiko operasional, teknologi dan organisasi) dan risiko eksternal (misalnya risiko pasar dan risiko pemasok). Manajemen risiko diperlukan untuk mengelola semua risiko secara efektif,untuk menghindari perusahaan dari kegagalan dan karenanya meningkatkan kemungkinan keberhasilan bisnis perusahaan.Manajemen risiko dapat membantu pengambil keputusan untuk mengevaluasi dan memutuskan apakah suatu proyek layak untuk dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan termasuk struktur organisasi, tingkat teknologi, kemampuan sumber daya manusia,kondisi keuangan, tingkat produksi dan tingkat pemasaran.

Kompetitor merupakan salah satu risiko eksternal, diluar sana banyak perusahaan sejenis yang berkembang menyaingi bisnis kita dalam bidang yang sama.Dalam bersaing di bidang yang sama suatu perusahaan haruslah menggunakan managemen risiko dan membuat strategi-strategi.

Langkah-langkah dalam managemen risiko:

  1. Risk identification
  2. Risk assesment
  3. Risk response
  4. Implementation
  5. Evaluate and review

Sebagai contoh perusahaan alibaba dan amazon, mereka sama-sama bergerak dibidang e-commerce, mereka melakukan manajemen risiko dalam bersaing antara satu dengan yang lain amazon melakukan menjual barang secara langsung, namun alibaba mengidentifikasi risiko yang akan didapat jika menerapkan proses bisnis yang sama sehingga alibaba membuat stategi baru yaitu dengan hanya sebagai perantara, dengan begitu alibaba akan bergerak dengan lincah.

Risk Management in New Product Development Process for Fashion Industry: Case Study in Hijab Industry
Strategi Menyalip Sang Raksasa

Mengutip dari CIMA Official Terminology, 2005 :

Manajemen resiko adalah suatu proses untuk memahami dan mengelola risiko yang tidak dapat dihindari dalam usaha mencapai tujuan perusahaannya. Untuk tujuan pengelolaan, risiko biasanya dibagi ke dalam kategori seperti operasional, keuangan, kepatuhan hukum, informasi dan personel.

Jadi, manajemen risiko berguna dengan tujuan untuk melindungi suatu perusahaan atau organisasi yang dari sebuah bahaya yang sewaktu - waktu dapat terjadi. Seperti yang diketahui, tidak semua risiko dapat dihilangkan atau dihindari, sehingga diperlukan tindakan untuk menghadapi risiko yang telah atau belum teridentifikasi tersebut. Selain itu juga membantu mereka dalam menghadapi kompetitornya dibidang usaha yang sama.

Adapun Kalbe yang menyadari pentingnya manajamen resiko, membentuk Unit Audit Korporat dan Penasihat Risiko atau Corporate Audit and Risk Advisory (CARA). Dimana Unit CARA ini bertanggung jawab memfasilitasi penyempurnaan kemampuan pengungkapan risiko dan mendorong efektivitas pengembangan dan implementasi strategi pengendalian risiko secara keseluruhan. Yang dilaksanakan melalui proses konsultasi dan evaluasi, dengan tujuan memastikan bahwa setiap unit kerja dalam melakukan identifikasi faktor-faktor risiko utama dan melaksanakan kebijakan pengendalian untuk memitigasi risiko-risiko tersebut. Sehingga, Kalbe itu sendiri dapat menghadapi kompetitornya dengan strategi yang bagus berdasarkan hasil dari manajamen risiko tersebut.

Referensi : https://www.kalbe.co.id/id/tata-kelola-perusahaan/manajemen-resiko
Harvey, J., n.d. Introduction to managing risk.pdf (167,6 KB)