Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana sejarah perkembangan seni lukis di Indonesia?

NI Nikita Tsalis 9 years ago

Seni rupa murni sebagai bagian dari budaya terus berkembang hingga saat ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan tersebar di seluruh wilayah nusantara. Seni rupa murni merupakan cabang seni yang dibuat tanpa mempertimbangkan aspek fungsi, tetapi semata-mata hanya untuk dinikmati keindahannya saja. Atau boleh saya katakan fungsinya semata hanya sebagai hiasan atau pajangan semata dengan kencenderungan yang lebih bebas, dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Contohnya adalah lukisan.

Lukisan adalah karya seni rupa dua dumensi yang dibuat dengan media lukis seperti kanvas, kertas dan lain sebagainya, yang dibuat dengan beberapa macam alat seperti pensil, cat air, cat akrilik, kuas dan alat lain. Seiring perkembangan jaman, ternyata lukisan tidak hanya dalam bentuk dua dimensi saja tetapi ada juga yang tiga dimensi. Dengan nilai estetika yang tinggi, hasil karya seni rupa murni berupa lukisan ini bisa sangat mahal harganya, terlebih kalau hasil karya seorang maestro. Tidak jarang para kolektor rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk karya tersebut.

Perkembangan seni rupa Indonesia khususnya seni lukis tidak banyak diketatahui. Hal itu karena karya tulis yang mengupas parjalanan seni rupa masih sedikit dan terbatas pada kalangan akademis. Namun, akhir-akhir ini banyak seniman yang mengupas dan menulis seputar seni dan kesenian di Indonesia, terutama tentang seni lukis. Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.

23

Sejarah seni lukis di Indonesia dimulai dengan masuknya Penjajahan Belanda, pelukis Indonesia banyak mengambangkan aliran romantisme sesuai dengan kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu. Raden Saleh Syarif Bustaman yang merupakan salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktikkan langsung oleh pelukis Belanda.

Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke negri Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Tapi seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans di Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama.

Pada masa revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah “kerakyatan”. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.

Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.

Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.