Seni rupa murni sebagai bagian dari budaya terus berkembang hingga saat ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan tersebar di seluruh wilayah nusantara. Seni rupa murni merupakan cabang seni yang dibuat tanpa mempertimbangkan aspek fungsi, tetapi semata-mata hanya untuk dinikmati keindahannya saja. Atau boleh saya katakan fungsinya semata hanya sebagai hiasan atau pajangan semata dengan kencenderungan yang lebih bebas, dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Contohnya adalah lukisan.
Lukisan adalah karya seni rupa dua dumensi yang dibuat dengan media lukis seperti kanvas, kertas dan lain sebagainya, yang dibuat dengan beberapa macam alat seperti pensil, cat air, cat akrilik, kuas dan alat lain. Seiring perkembangan jaman, ternyata lukisan tidak hanya dalam bentuk dua dimensi saja tetapi ada juga yang tiga dimensi. Dengan nilai estetika yang tinggi, hasil karya seni rupa murni berupa lukisan ini bisa sangat mahal harganya, terlebih kalau hasil karya seorang maestro. Tidak jarang para kolektor rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk karya tersebut.
Perkembangan seni rupa Indonesia khususnya seni lukis tidak banyak diketatahui. Hal itu karena karya tulis yang mengupas parjalanan seni rupa masih sedikit dan terbatas pada kalangan akademis. Namun, akhir-akhir ini banyak seniman yang mengupas dan menulis seputar seni dan kesenian di Indonesia, terutama tentang seni lukis. Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.