Schadenfreude bisa muncul karena penilaian dari suatu peristiwa yang memunculkan
emosi,semua peristiwa spesifik yang tak terbatas dan menimbulkan emosi tertentu.
karena emosi ini akhirnya diri memberikan penilaian terhadap suatu hal baik buruk maupun tidak. Termasuk juga penilaian kemalangan terhadap orang lain yang akhirnya membangkitkan schadenfreude (Roseman dan Smith, 2001).
3 Hal yang dinilai mendasari terjadinya Schadenfreude:
1. Kelayakan
Karena kebanyakan orang sangat peduli dengan hasil yang adil dan pantas, menyaksikan situasi yang mewakili hasil seperti itu biasanya membangkitkan emosi positif, bahkan jika itu menyebabkan
kemalangan orang lain. Menikmati kemalangan orang yang tidak disukai, benci, atau anggap munafik akan sering dianggap adil dan pantas dan karena itu akan membawa rasa adil.
2. Kecemburuan
Orang mengalami kecemburuan ketika mereka kekurangan kualitas, pencapaian,
atau kepemilikan orang lain, dan mereka menginginkan ini atau berharap orang lain juga kekurangan seperti mereka. Iri hati biasanya merupakan emosi yang sangat tidak menyenangkan, yang dapat mencakup perasaan permusuhan, rendah diri, dan ketidakadilan (Smith dan Kim, 2007).
3. Peningkatan Diri
Individu memiliki motivasi yang kuat untuk melindungi,
memulihkan, atau meningkatkan evaluasi diri mereka (Taylor dan Brown, 1988; Tesser, 1988). Salah Dengan kata lain, orang dapat menikmati kemalangan orang lain karena memberi mereka manfaat perbandingan sosial dan ini memuaskan perhatian mereka untuk evaluasi diri yang positif.
Referensi:
van Dijk, W. W., & Ouwerkerk, J. W. (2014). Introduction to schadenfreude.