Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda dalam mendidik seorang anak dan biasanya diturunkan oleh pola asuh yang diterima dari orang tua sebelumnya. Pola asuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain -lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya. Dengan kata lain, pola asuh juga meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka pendidikan karakter anak. Jadi gaya yang diperankan orang tua dalam mengembangkan karakter anak sangat penting, apakah ia otoriter, demokratis atau permisif.
Bentuk-bentuk pola asuh orang tua mempengaruhi perkembangan anak.
Faktor yang mempengaruhi jenis pola asuh orang tua yaitu:
Lingkungan
Faktor lingkungan berupa keluarga orang tua sangat memberikan kontribusi terhadap bentuk pola asuh. Pola asuh cenderung diturunkan, dalam artian jika orang tua ketika kecil mereka diasuh dengan gaya otoriter, maka ketika dewasa dan menjadi orang tua sangat memungkinkan untuk menerapkan pola asuh otoriter kepada anak mereka.
Pendidikan
Pendidikan orang tua yang rendah memungkinkan orang tua tidak tau bagaimana mengasuh dan menstimulus anak sesuai dengan usianya. Orang tua tidak tau apakah pola asuh yang mereka terapkan akan berdampak buruk bagi anak mereka. Kurangnya pendidikan orang tua juga menjadi faktor mengapa anak menjadi kurang terarah terhadp minat dan bakat mereka.
Refrensi:
Hurlock, E. B., Istiwidayanti, Sijabat, R. M., & Soedjarwo. (1990). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga, Jakarta.