Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Saja Bahaya Smartphone Buat Anak-Anak?

Smartphone, handphone, mobilephone, gawai atau apapun sudah menjadi kebutuhan utama di jaman sekarang ini. Tapi semuanya pasti mempunyai sisi negatif. Apa saja bahaya gawai bagi anak-anak yang perlu orang tua perhatikan?

40

Gawai pada saat ini sudah bisa disebut kebutuhan primer bagi setiap individu. Setiap individu yang menolak untuk menggunakan gawai dapat dikatakan sebagai seorang “kuno dan tertinggal”. Hal ini tentu beralasan karena gawai memiliki peranan penting dalam kehidupan modern saat ini.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan hanya mengusap-usap layar benda tersebut. Akan tetapi apabila jika tidak digunakan dengan bijak, banyak dampak negatif yang akan muncul dari penggunaan gawai.

Anak-anak merupakan lelaki atau perempuan yang belum dewasa, anak-anak merupakan pribadi yang masih dalam proses perkembangan fisik dan mental, mereka memerlukan bimbingan dan arahan dari orang yang lebih dewasa agar bisa mengerti tentang mana hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, serta mengetahui arti dari tanggung jawab.

Kegiatan anak menggunakan gawai baik dalam jangka waktu pendek apalagi dalam jangka waktu yang panjang akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada anak. Menurut The American Academy of Pediatrics, anak-anak tidak boleh menonton gawai lebih dari 1-2 jam per harinya. “Banyak efek berbahaya dari gawai, termasuk untuk anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa”, ujar Craig Anderson, PhD, seorang profesor psikolog ternama di Iowa State University.

Menurut artikel penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran mengenai hubungan penggunaan gawai dengan perkembangan mental pada anak, terdapat hubungan tingkat kecanduan gawai dan masalah mental pada anak usia 11-12 tahun. Pada anak dengan tingkat kecanduan gawai yang tinggi, beberapa dari mereka akan mengalami gangguan mental emosional normal, beberapa lagi akan mengalami borderline, dan sisanya mengalami abnormal.

Tanda-tanda yang muncul akibat masalah kesehatan mental pada anak diantaranya adalah perubahan mood yang berlangsung lama, lebih dari dua minggu. Biasanya hal ini terjadi adalah indikator kuat adanya gangguan kesehatan mental pada anak. perubahan mood ini biasanyan bervariasi muali dari hiperaktif sampai terlalu melankolis tanpa alasan yang kuat.

Menurut The National Institute of Mental Health, prilaku “sangat gembira” atau mania dan perasaaan “down” atau depresi bisa menjadi tanda adanya gejala gangguan bipolar. Tetapi, prilaku hiperaktif pada anak yang tidak diikuti dngan gejala lesu setelahnya adalah karakteristik normal pada anak. Kemudian tanda gangguan kesehatan mental pada anak yang lain adalah cemas dan takut berlebihan.

Takut dan khawatir adalah hal yang wajar dialami oleh anak usia dini. Normal saja mereka merasa takut pada gelap, bayangan sosok monster, atau takut berpisah dengan orang tua. Untuk anak usia sekolah, cemas sebelum tampil di sekolah atau takut tak diterima teman-temannya, adalah respon yang sehat. Namun, berhati-hatilah jika rasa takut yang dialami anak sudah berlebihan sehingga mengganggu aktivitas mereka. kemudian tanda kesehatan mental yang terganggu pada anak adalah peruahan prilaku ekstrim. mulai membangkang juga merupakan salah satu fase yang akan dilalui dalam tahap perkembangan emosional anak untuk menuju kemandiriannya.

Tetapi ada prilaku pembangkangan yang sangat ekstrim yang disebut dengan OOD. Biasanya gangguan ini dimulai saat anakn berusia delapan tahun atau sebelum masuk usia remaja. Salah satu contoh prilaku tersebut adalah membeli beberapa games tanpa ada minat untuk memainkannya. Tanda gangguan kesehatan mental anak yang terakhir adalah anak yang susah untuk berkonsentrasi. Orang tua juga perlu membedakan anak yang memang ingin menonton TV ketimbang mengerjakan PR dengan anak yang tidak mampu fokus pada acara favoritnya di TV. Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada tugas sederhana adalah gejala dari ADHD atau depresi. Kurang fokus juga bisa disebabkan karen pikiran mereka terpusat pada rasa malu, bersalah, atau kematian. Kurang konsentrai pada anak akan tampak nyata pengaruhnya pada nilai akademik atau pergaulannya.

Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk membatasi penggunaan gawai pada anak sehingga gangguan kesehatan mental pada anak akibat penggunaan gawai dapat dihindari, antara lain :

  • Pertama, jangan memberikan posel pribadi kepada anak, pinjamkan ponsel yang dimiliki oleh orangtua dengan batas waktu penggunaan tidak lebih dari 1-2 jam dalam satu hari. Diskusikan dan sepakati hal ini terlebih dahulu dengan anak sebelum menerapkannya.
  • Kedua, jadwalkan kegiatan yang bebas teknologi, alangkah lebih baiknya dalam satu minggu, keluarga berkumpul dan menghabiskan waktu bersama tanpa teknologi tanpa teknologi sama sekali. Hal ini akan sangat berkesan bagi si anak, sehingga mengurangi kecenderugan untuk menggunakan gawai.
  • Ketiga, jadilah contoh yang baik untuk anak, tentunya jika orangtua si anak sendiri juga ketagihan dengan gawai, maka anak akanmeniru perilaku orangtuanya. Oleh karena itu, sebekum orang tua memerintahkan anak untuk membatasi waktu penggunaan gawai, orang tua juga harus membatasi penggunaan gawai yang dilakukannya.
  • Keempat, bantu anak mencari hobi lain, karena lebih mudah bagi si anak untuk kecanduan dengan gawai jika mereka tidak memiliki kegiatan lain yang menyenangkan. Untuk menghidari hal ini, carilah hobi yang disukai oleh anak, misalnya bersepeda, membaca buku, atau bermain alat musik. Dengan melakukan hal-hal tersebut, diharapkan tingkat kecenderungan anak untuk menggunakan gawai dapat dikurangi, sehingga kesehatan mental anak tidak terganggu.

Bahaya yang paling umum adalah mereka sangat menikmati keasikan dalam menggunakan smartphone dalam kegiatan mereka sehari-hari baik itu di rumah, lingkungan sekolah dan juga lingkungan bermain anak.

Ketika anak-anak lebih asik dengan smartphonenya, mereka bahkan tidak mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang tuanya lagi. Selain itu seringkali ada yang marah jika diperintah oleh orang tua.

Mereka lebih mementingkan benda mati dari pada dunia nyatanya. Kadang anak disuruh makan, diminta untuk mandi, tidur dan lainnya tidak mau. Anak-anak mementingkan bermain smartphone daripada melakukan rutinitas yang mesti dilakukan setiap hari. Lebih parahnya lagi jika sudah asik dengan smartphone yang ada di tangan, anak-anak sering tidak menengok kanan kiri atau memperdulikan siapa orang yang ada di sekitarnya. Bahkan untuk menyapa orang yang lebih tua saja enggan. Itu akibat penggunaan smartphone yang berlebihan.

Penggunaan ponsel saat ini memang sudah menjadi suatu kebutuhan, tak terkecuali untuk anak-anak. Namun, orang tua harus memahami dampak ponsel bagi anak. Ada bahaya yang mengintai dibalik penggunaan ponsel pada anak, diantaranya:

  • Bahaya kesehatan, seperti tumor non-ganas, kanker, dan mengganggu aktivitas otak;
  • Penurunan kemampuan akademik
  • Risiko perilaku yang tidak pantas, seperti mengirim pesan teks dan gambar yang tidak pantas atau mengakses konten pornografi