Tanaman Obat Keluarga (Toga) merupakan tanaman berkhasiat yang telah turun temurun dipercaya oleh masyarakat sebagai pemenuhan kebutuhan keluarga akan obat-obatan tradisional untuk dapat ditanam di lingkungan sekitar yang kemudian dikelola oleh keluarga itu sendiri. Tanaman toga ini memiliki kemampuan untuk mensintesis berbagai macam senyawa kimia yang digunakan untuk menjalankan fungsi biologis yang penting, dan untuk bertahan dari serangan predator seperti serangga, jamur dan mamalia herbivora. Oleh karena itu, tanaman ini memiliki efek menguntungkan pada kesehatan jangka panjang bila dikonsumsi oleh manusia, dan dapat digunakan secara efektif untuk mengobati penyakit manusia. Adapun keuntungan herbalisme yang didapatkan, yakni harganya yang relative murah, minusnya efek samping, bahannya yang mudah didapat dimana saja baik di kota maupun di desa, serta dapat melestarikan peninggalan nenek moyang kita dalam mengatasi stadium awal agar masyarakat tidak usah bersusah payah untuk memakai obat-obatan yang mahal. Dengan adanya program konservasi tanaman herbal ini telah menunjukkan adanya gerakan revitalisasi tradisi kesehatan atau pengobatan lokal dalam pengetahuan pengobatan tradisional untuk dapat dikembangkan secara terintegrasi dalam proyek perawatan kesehatan modern maupun tradisional.
Tanaman yang termasuk tanaman toga adalah temulawak, tapak dara, sirih, kunyit, krokot, jahe, cengkeh, mesoyi, bunga mahkota dewa, bunga sepatu, belimbing manis, mengkudu/pace dan tanaman lainnya.
Salah satu tanaman toga yang akan saya bahas kali ini adalah tanaman mengkudu/pace. Ternyata daun mengkudu sangat berkhasiat untuk meredam rasa sakit kepala. Konon, dulu banyak orang yang menggunakan daun buah mengkudu sebagai obat alami untuk meredakan nyeri sendi. Mengkudu sendiri memiliki kandungan analgesik sebanyak 75% yang efektif sebagai morfin sulfat dalan mengurangi nyeri sendi.
