Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka terbagi menjadi faktor eksternal dan faktor internal.
Faktor – faktor eksternal yang mempengaruhi penyembuhan luka antara lain :
-
Lingkungan
Dukungan dari lingkungan keluarga, dimana pasien akan merasa mendapatkan perlindungan dan dukungan serta nasihat – nasihat khususnya untuk merawat kebersihan pasca terjadinya luka atau pembedahan.
-
Tradisi
Di Indonesia ramuan peninggalan nenek moyang untuk perawatan pasca bedah atau penyembuhan luka masih banyak digunakan, meskipun oleh kalangan masyarakat modern.
-
Pengetahuan
Pengetahuan pasien dan keluarga tentang perawatan pasca bedah atau perlukaan sangat menentukan lama penyembuhan luka. Apabila pengetahua tentang masalah kebersihan kurang maka penyembuhan lukapun akan berlangsung lama.
-
Sosial ekonomi
Pengaruh dari kondisi sosial ekonomi dengan lama penyembuhan luka adalah keadaan fisik dan mental pasien dalam melakukan aktifitas sehari- hari pasca pembedahan. Jika tingkat sosial ekonomi rendah, bisa jadi penyembuhan luka berlangsung lama karena timbulnya rasa malas dalam merawat diri.
-
Penanganan petugas
Pada terjadinya luka atau pasca pembedahan, pembersihannya harus dilakukan dengan tepat oleh penangan petugas kesehatan, hal ini merupakan salah satu penyebab yang dapat menentukan lama penyembuhan luka.
-
Gizi
Asupan gizi yang cukup dan baik Makanan yang bergizi dan sesuai porsi akan mempercepat masa penyembuhan luka (Hidyat, 2007; Sinaga, 2009).
Sedangkan faktor – faktor internal yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu faktor lokal, faktor sistemik dan faktor tekhnik (Yadi, 2005).
1. Faktor Lokal
-
Iskemia : kurangnya suplai darah ke jaringan luka dapat berupa tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan luka misalnya akibat ligasi, peripheral vascular disease, atau hipotensi generalisata, dapat pula karena sudah ada jaringan nekrotik pada tepi luka sebelumnya, penutupan luka yang terlalu rapat sehingga merusak kapiler pada tepi luka, atau regangan yang kuat sehingga mengganggu merapatnya kontraksi luka.
-
Ketegangan luka : Ketegangan dalam penjahitan juga hendaknya diperhatikan, terlalu tegang dapat menyebabkan iskemia. Jika terlalu longgar juga dapat menyebabkan terjadinya dead space .
-
Infeksi : adanya dead space menyebabkan terkumpulnya darah dan cairan serous lainnya menjadi media yang baik untuk bakteri sehingga terjadi infeksi.
-
Trauma lokal : adanya trauma lokal misalnya benturan dapat menyebakan kerusakan jaringan pada bekas operasi dan menyebabkan iskemia lokal atau total.
-
Penyakit kronik jaringan : keadaan seperti limfadenopati kronik, iskemia kronik, hipertensi dan jaringan parut yang luas dapat menyebabkan penyembuhan luka yang buruk.
-
Radiasi : radiasi sebelum atau sesudah operasi dapat menyebaban buruknya penyembuhan luka operasi karena terjadinya fibrosis dan mikroangiopati (Anonim, 2008; Baxter, 2003; Yadi, 2005).
Faktor sistemik
Faktor-faktor sistemik seperti usia, diabetes, gagal ginjal, anemia, hipoksia atau syok hipovolemia, kekurangan nutrisi, keganasan dan penggunaan steroid jangka panjang dapat menyebabkan kegagalan sintesis kolagen dan terganggunya fungsi imun sehingga menimbulkan gangguan pada penyembuhan luka (Anonim, 2008).
Faktor teknik
Tindakan asepsis sebelum operasi dan pemberian antibiotic profilaksis dapat berpengaruh pada penyembuhan luka pasca operasi. Selain itu tekhnik operasi dan perawatan luka juga sangat berpengaruh terhadap penyembuhan luka operasi (Yadi, 2005).