Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana cara membaca tabel angka kecukupan gizi yang ada dalam kemasan makanan?

Setiap beli makanan di supermarket, pada kemasannya tertera info kandungan gizi. Bagaimana cara membacanya ?

44

Memahami cara membaca informasi kandungan gizi pada kemasan makanan adalah keterampilan penting yang membantu kita membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi individu.

Informasi kandungan gizi, yang biasanya terletak di bagian belakang atau sisi kemasan, menyediakan data tentang jumlah kalori, nutrisi, dan komponen lain yang ada dalam makanan tersebut. Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah untuk membaca dan memahami informasi kandungan gizi dengan lebih baik.

Pertama-tama, perhatikan bagian "Ukuran Porsi" yang tertera. Ukuran porsi menunjukkan jumlah makanan yang dianggap sebagai satu porsi, dan semua informasi nutrisi yang diberikan berlaku untuk jumlah tersebut. Penting untuk membandingkan ukuran porsi ini dengan berapa banyak Anda sebenarnya makan; jika Anda mengonsumsi dua porsi menurut label, maka Anda harus mengalikan semua nilai nutrisi yang tertera dengan dua untuk mendapatkan jumlah yang tepat yang Anda konsumsi.

Selanjutnya, lihat "Kalori per Porsi." Kalori memberi tahu kita berapa banyak energi yang kita dapatkan dari satu porsi makanan tersebut. Jika Anda sedang mengatur asupan kalori harian, angka ini sangat penting untuk diperhatikan.

Bagian "Lemak Total" termasuk informasi tentang jumlah lemak dalam satu porsi, biasanya diukur dalam gram. Lemak dibagi lagi menjadi "Lemak Jenuh," "Lemak Trans," "Lemak Tidak Jenuh," termasuk "Lemak Tidak Jenuh Tunggal" dan "Lemak Tidak Jenuh Ganda." Lemak jenuh dan lemak trans sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, sementara lemak tidak jenuh dianggap lebih sehat.

"Kolesterol" dan "Natrium" juga dicantumkan dan penting untuk dipertimbangkan, terutama bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau risiko terhadap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Mengonsumsi terlalu banyak natrium, misalnya, dapat meningkatkan tekanan darah.

Pada bagian "Karbohidrat Total," Anda akan menemukan jumlah karbohidrat, yang biasanya dibagi lagi menjadi "Serat Diet," "Gula Total," dan terkadang "Gula Tambahan." Mengonsumsi cukup serat penting untuk kesehatan pencernaan, sementara mengurangi gula tambahan dapat mengurangi risiko obesitas dan penyakit kronis.

"Protein" menunjukkan jumlah protein dalam satu porsi, vital untuk pembangunan dan perbaikan sel-sel tubuh.

Label juga sering mencantumkan persentase "Nilai Harian" (%DV) untuk beberapa nutrisi, yang menunjukkan seberapa banyak nutrisi dalam satu porsi makanan berkontribusi terhadap asupan harian yang direkomendasikan. Nilai ini berdasarkan asupan harian rata-rata 2.000 kalori, meskipun kebutuhan kalori individu bisa berbeda.

Selain itu, label makanan juga mungkin mencantumkan vitamin dan mineral penting, seperti Vitamin D, Kalsium, Zat Besi, dan Kalium. Informasi ini bisa membantu Anda memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup nutrisi penting dari makanan yang Anda konsumsi.

Memahami cara membaca informasi kandungan gizi memungkinkan kita untuk membuat pilihan makanan yang informasi dan sesuai dengan tujuan kesehatan kita. Dengan mempraktikkan keterampilan ini secara teratur, kita bisa lebih sadar tentang apa yang kita makan dan bagaimana makanan tersebut berkontribusi terhadap diet yang seimbang dan nutrisi yang memadai. Ini bukan hanya tentang menghindari makanan yang "buruk," tetapi lebih tentang menciptakan keseimbangan dan memilih makanan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Contoh Pembacaan Tabel Nutrisi


Mari kita ambil contoh label kandungan gizi dari sebuah kemasan sereal sarapan dan membahas bagaimana cara membacanya.

Ukuran Porsi: 1 cangkir (40 gram)
Kalori:** 150 kalori per porsi

Lemak Total: 1 gram

  • Lemak Jenuh: 0 gram
  • Lemak Trans: 0 gram

Kolesterol: 0 mg
Natrium: 200 mg

Karbohidrat Total: 34 gram

  • Serat Diet: 5 gram
  • Gula Total: 12 gram

Protein: 3 gram

Vitamin D: 2 mcg (10% DV)
Kalsium: 0 mg (0% DV)
Zat Besi: 8 mg (45% DV)
Kalium: 90 mg (2% DV)

Cara Membaca:

1. Ukuran Porsi dan Porsi per Kemasan: Informasi ini penting untuk menentukan berapa banyak Anda sebenarnya makan. Jika Anda makan 2 cangkir sereal, yang berarti 80 gram, maka Anda perlu mengalikan semua nilai nutrisi dengan dua untuk mendapatkan jumlah yang sebenarnya Anda konsumsi.

2. Kalori: Dalam satu porsi sereal terdapat 150 kalori. Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu porsi, kalori yang dikonsumsi juga bertambah.

3. Lemak: Sereal ini memiliki 1 gram lemak total per porsi, tanpa lemak jenuh atau lemak trans, yang cukup rendah.

4. Kolesterol dan Natrium: Tidak mengandung kolesterol dan memiliki 200 mg natrium. Bagi mereka yang memperhatikan asupan natrium, nilai ini penting untuk diperhatikan.

5. Karbohidrat: Dengan 34 gram karbohidrat total, termasuk 5 gram serat dan 12 gram gula (10 di antaranya adalah gula tambahan), sereal ini bisa dianggap sebagai sumber karbohidrat. Nilai serat yang cukup tinggi adalah positif, sedangkan kandungan gula, terutama gula tambahan, perlu dipertimbangkan tergantung pada kebutuhan diet individu.

6. Protein: Mengandung 3 gram protein, yang lebih rendah dibandingkan dengan nutrisi lain dalam sereal.

7. Vitamin dan Mineral: Label ini memberikan informasi tentang beberapa nutrisi penting, seperti Vitamin D dan Zat Besi. Dengan 45% DV untuk Zat Besi, sereal ini bisa menjadi sumber Zat Besi yang baik.