Gangguan jiwa adalah gangguan pada fungsi mental yang meliputi emosi, pikiran, perilaku, perasaan, motivasi, kemauan, keinginan, daya tarik diri, dan persepsi yang dapat mengganggu
dalam proses hidup di dalam masyarakat (Nasir & Muhith, 2011). Gangguan jiwa merupakan gangguan dalam cara berpikir (cognitive), kemauan (volition), emosi (affective), dan tindakan (psychomotor). Gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaankeadaan yang tidak normal yang berhubungan dengan fisik, maupun mental (Yosep, 2007).
Orang dengan gangguan jiwa merupakan seseorang yang mengalami kegagalan dalam berinteraksi dan pencapaian keinginan, sehingga menimbulkan perasaan tertekan. Gangguan jiwa dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Aktivitas, kehidupan sosial, pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga menjadi terganggu karena adanya gejala ansietas, depresi, dan psikosis. Seseorang dengan gangguan jiwa harus segera mendapatkan pengobatan. Keterlambatan dalam pemberian pengobatan akan semakin merugikan penderita, keluarga dan masyarakat (Yosep & Sutini, 2014).
Penyebab Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa tidak hanya dilihat dari keadaan fisik saja tapi juga di lihat secara keseluruhan. Penyebab gangguan jiwa dibagi menjadi 3 (Yusuf, Fitryasari, & Nihyati, 2015), yaitu:
1) Faktor somatik (somatogenik), yakni adanya gangguan pada neuroanatomi, neurofisiologi, dan neurokimia, tingkat kematangan dan perkembangan organik, serta faktor pranatal dan perinatal.
2) Faktor psikologik (psikogenik), yakni berkaitan dengan interaksi dalam keluarga, hubungan dalam keluarga, pekerjaan dan masyarakat. Kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah dipengaruhi oleh penyesuaian secara cepat dan tepat, emosi yang meningkat, konsep diri dan pola adaptasi. Jika masalah tidak dapat teratasi akan menyebabkan depresi, cemas, rasa malu, dan rasa bersalah.
3) Faktor sosial budaya, yakni terkait dengan faktor kestabilan dalam keluarga, pola asuh anak, tingkat ekonomi, sosial masyarakat, dan masalah kelompok seperti prasangka, kesejahteraan yang tidak memadai, fasilitas kesehatan, serta pengaruh kepercayaan dan rasial.
Ciri-Ciri Gangguan Jiwa
Ciri-ciri gangguan jiwa terbagi menjadi tiga (Suliswati, Jeremia, Yenny, & Sumijatun, 2005), sebagai berikut :
1) Individu yang tidak mampu melakukan fungsi dasar kebutuhan secara mandiri, seperti menjaga kebersihan diri dan sosialisasi.
2) Individu yang apatis, menarik diri, mengisolasi diri dari temanteman dan keluarga, ketrampilan interpersonal yang minimal.
3) Individu yang tidak dapat berespon secara adaptif dalam menghadapi stress, depresi sehingga mudah masuk kedalam keadaan kritis. Sedangkan menurut Keliat (2005) ciri-ciri gangguan jiwa yang dapat diidentifikasi pada seseorang, yaitu :
1) Marah tanpa sebab
2) Mengurung diri
3) Tidak kenal orang lain
4) Bicara kacau
5) Bicara sendiri dan
6) Tidak mampu merawat diri sendiri
Jenis Gangguan Jiwa
Menurut International Classification of Diseases (ICD 10) dan DSM 5 dalam Maslim (2013), jenis-jenis gangguan jiwa diklasifikasikan, sebagai berikut :
1) Gangguan Mental Organik
Gangguan mental organik adalah gangguan mental yang berkaitan dengan penyakit atau gangguan fisik/kondisi medik yang secara primer atau secara sekunder (sistemik) mempengaruhi otak secara fisiologis sehingga terjadi disfungsi otak.
2) Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat
Gangguan mental ini dapat dilihat dari adanya riwayat penggunaan zat psikoaktif yang secara fisiologis mempengaruhi otak dan menimbulkan gangguan mental dan perilaku. Namun, tidak semua orang yang menggunakan zat psikoaktif menunjukan gejala gangguan jiwa.
3) Skizofrenia, Schizotypal dan Gangguan Delusional
Jenis gangguan jiwa ini ditandai oleh adanya penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta adanya tindakan tidak wajar atau tumpul. Gangguan mental ini dapat memunculkan gejala yang berupa gejala psikotik: halusinasi, waham, perilaku kataton, perilaku kacau, pembicaraan kacau (tidak selalu), disertai tilikan yang buruk.
4) Gangguan Mood (afektif)
Jenis gangguan jiwa ini adalah perubahan suasana perasaan/mood (depresi atau manik) yang biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya) atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat). Perubahan ini biasanya disertai dengan adanya perubahan pada keseluruhan tingkat aktivitas, yang biasanya disertai gejala sekunder.
5) Gangguan Neurotik, Gangguan Somatoform dan Gangguan Terkait Stress
Gangguan cemas dan fobik, gejala utamanya berupa kecemasan yang bersifat kronis (misal gangguan cemas menyeluruh) atau episodik (mis. Gangguan panik), atau kecemasan timbul bila dihadapkan dengan situasi/objek fobik atau bila melawan pikiran obsesif. gangguan somatoform memiliki gejala utama berupa keluhan preokupasi dengan rasa sakit atau menderita penyakit tertentu walaupun tidak ada dasar gangguan medis/fisik yang mendasarinya.
6) Sindrom Perilaku yang Berhubungan dengan Gangguan Fisiologis dan Faktor Fisik
Jenis gangguan jiwa ini ditandai dengan adanya gangguan makan, gangguan tidur non organik, disfungsi seksual bukan disebabkan gangguan atau penyakit organik.
7) Gangguan Kepribadian Dewasa dan Perilaku
Keadaan dan pola perilaku yang secara klinis bermakna yang cenderung menetap dan merupakan ekspresi dari gaya hidup yang khas dari seseorang serta cara berhubungan dengan
diri sendiri serta orang lain. Pola ini bisa muncul sejak dini saat masa pertumbuhan maupun perkembangan sebagai hasil dari faktor genetik, konstitutional, maupun pengalaman sosial.
8) Keterbelakangan Mental
Adanya keterlambatan perkembangan pada semua aspek atau terhenti sehingga menimbulkan disfungsi.
9) Gangguan perkembangan psikologis
Gangguan jiwa ini dapat terlihat dengan gejala yang dimulai dari masa bayi atau kanak-kanak. Gangguan perkembangan pervasif, ciri khasnya adalah gangguan dasar berupa abnormalitas kualitatif dalam interaksi timbal balik dengan orang lain, sehingga pada kasus berat dapat terjadi retardasi mental.
10) Perilaku dan Gangguan Emosional dengan Onset Biasanya
Terjadi Pada Masa Kanak-kanak dan Remaja Gangguan ini merupakan gangguan yang mencakup gangguan fungsi sosial yang berada pada masa perkembangan.
11) Gangguan Mental Unspecified