Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang dimaksud dengan Kelarutan Fase Dalam Cairan?

Kelarutan fase dalam cairan dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Kelarutan gas dalam cairan
  • Kelarutan cairan dalam cairan
  • Kelarutan zat padat dalam cairan

Bagaimana penjelasan masing-masing jenis kelarutan fase dalam cairan tersebut ?

30

Kelarutan gas dalam cairan


Apakah Anda pernah melihat atau mengkonsumsi sediaan effervecent ?

image|690x356

Sediaan effervecent ini merupakan sediaan yang akan mengeluarkan buih bila dilarutkan dalam air. Buih ini merupakan gas karbondioksida yang terlarut dan terdapat dalam larutan.

Gejala di atas merupakan salah satu fenomena kelarutan gas dalam cairan.
Kelarutan gas dalam cairan dapat diartikan konsentrasi gas yang terlarut dalam larutan pada kesetimbangan dengan gas murni.

Kelarutan gas dalam cairan dinyatakan dalam Hukum Henry

C2 = σp

dimana ; C2 = konsentrasi gas terlarut dalam gram/liter pelarut.
p = tekanan parsial gas yang tidak terlarut di atas larutan dalam mm Hg.
σ = tetapan perbandingan untuk lrutan tertentu yang sedang diselidiki. (Koefisien kelarutan)

Kelarutan cairan dalam cairan


Seringkali satu atau lebih cairan dicampurkan dalam pembuatan larutan farmasetik. Misalnya alkohol ditambahkan dalam air membentuk larutan hidroalkohol, minyak menguap dengan air, minyak menguap dengan alkohol membentuk spirit, dan lain-lain.

Contoh sediaan dalam bidang Farmasi yaitu sirup eliksir, parfum, dan spirit.

Jika kelarutan cairan dalam cairan berdasarkan hukum Raoult maka disebut sebagai Larutan Ideal. Apabila larutan dianggap mendekati ideal, tekanan dalam (kal/cm3) diperoleh dengan menggunakan persamaan.

image|103x40

dimana:
∆Hv = panas penguapan
V = volume molar cairan pada temperatur T .

Kelarutan zat padat dalam cairan


1. Larutan Ideal

Kelarutan zat padat dalam larutan ideal bergantung pada temperatur, titik leleh zat padat, panas peleburan molar ΔHf.

image|180x42

dimana:

X2 = kelarutan ideal zat terlarut (fraksi mol)
ΔHf = panas peleburan molar
R = bilangan Avogadro = 1,987
To = Titik leleh zat terlarut (oK)( oC + 273)
T = Temperatur mutlak larutan (oK) )( oC + 273)

2. Larutan Nonideal

Kelarutan zat padat dalam larutan nonideal dinyatakan dalam persamaan berikut.

image|242x42

di mana:
y2 = koefisien keaktifan

3. Kelarutan Elektrolit Lemah Yang dipengaruhi pH

Sebuah larutan yang homogen yang jernih untuk mencapai keefektifan yang maksimum, pembuatannya harus disesuaikan dengan pH maksimum. pH maksimum dari larutan ini bergantung dari sifat keelektrolitan dari zat terlarut.

  • Asam Tidak Terdisosiasi
    Untuk mencari pH maksimum sebuah larutan jika zat terlarutnya adalah elektrolit lemah dan tidak terdisosiasi jelas maka dapat digunakan rumus di bawah ini.

image|159x40

dimana:

pHp = pH di mana di bawah pH ini obat akan terpisah dari larutan sebagai asam tidak terdisosiasi
S = konsentrasi molar awal
So = konsentrasi molar dari asam tidak terdisosiasi

  • Basa Lemah
    Untuk menentukan pH maksimum pada kelarutan basa lemah, maka dapat dilihat pada persamaan berikut.

image|234x44

dimana:

S = konsentrasi obat yang mula-mula ditambahkan sebagai garam
So = kelarutan molar basa bebas dalam air
pHp = pH dimana di atas pH tersebut obat mulai mengendap sebagai basa bebas.

Sumber :
Santi. Sinala, Farmasi Fisika, 2016, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.