Sebuah proyek sistem informasi harus bisa terukur dengan jelas, tapi hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Karena banyak proyek SI bersifat tidak terukur, sebagai contoh, perusahaan ingin membuat sebuah sistem yang mempermudah pekerjaan karyawan. Hal ini dengan tujuan agar karyawan bisa lebih merasa senang. Hal ini menjadi sulit, karena tingkat kesenangan (kebahagiaan) tidak ada tolok ukurnya. Namun dapat disepakati, bahwa karyawan yang senang dapat bekerja lebih baik, lebih setia, dan lebih senang berinteraksi dengan karyawan
lainnya.
Ide di balik semua itu adalah, tidak adanya keputusan proyek dibuat tanpa mempertimbangkan pengaruhnya terhadap MOV. Misalnya, jika ada pemikiran akan fitur baru,maka fitur tersebut harus dibandingkan dengan MOV. Jika fitur tersebut tidak akan meningkatkan MOV maka jangan dimasukkan.
Manajemen proyek dengan MOV harus memberikan manfaat atau keuntungan bagi organisasi. Ini merupakan fondasi dari konsep MOV dan analogi dari konsep ROI. MOV tidak memperhitungkan biaya pengadaan dan hanya memperhatikan nilai bisnis yang terukur. Sementara ROI memperhitungkan biaya penyediaan MOV serta memiliki potensi untuk mempertimbangkan nilai tidak terukur dari organisasi yang dapat menjadi kekuatan yang mendorong proyek.
Verifiability dari MOV merupakan kunci kesuksesan. Dari awal, sebuah proyek MOV harusterukur kemudian harus terverifikasi. Maksudnya, setelah sebuah proyek MOV selesai harus diverifikasi untuk menentukan apakah proyek tersebut berhasil atau tidak. Harus dipahami disini,bahwa sebuah proyek TI biasanya akan memberikan nilai negatif di depan dan akan terus meningkat dari waktu ke waktu menjadi lebih baik dan pada akhirnya kembali menurun.