Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Dimensi apa saja yang digunakan untuk mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi?

NA Nay Avila 9 years ago

Investasi Teknologi Informasi|690x246

Investasi Teknologi Informasi (TI) didefinisikan oleh Schniederjans et al. (2010) sebagai keputusan berinvestasi untuk mengalokasikan semua jenis sumber daya (perangkat keras, system software, application software, dan personel/SDM) untuk pengelolaan sistem informasi.

Dimensi apa saja yang digunakan untuk mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi?

26

Pendekatan Dimensi untuk Mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi

image|392x259

Berdasarkan United General Accounting Office, ada 3 dimensi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi, ketiga hal tersebut yakni Proses, Data dan Keputusan. Berikut akan saya bahas satu-persatu.

Proses
Dimensi Proses merupakan penilaian terhadap proses manajemen investasi yang diikuti oleh organisasi untuk memilih, mengendalikan dan memantau kemajuan, seta mengevaluasi hasil akhir dari Investasi TI. Pertanyaan utama yang harus dijawab pada dimensi ini yakni "Apakah organisasi telah menentukan, mendokumentasikan proses untuk memilih, mengendalikan serta mengevaluasi investasi TI nya?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengerti apa tujuan dalam menilai suatu proses. Tujuan dalam menilai proses suatu agensi yakni mengidentifikasi sejauh mana organisasi memiliki struktur untuk mengelola dan mengevaluasi investasi TI.

Harus ada bukti terdokumentasi (dalam bentuk panduan atau kebijakan) bahwa proses manajemen investasi TI ada ditempat (yang terdiri dari bagian seleksi, kontrol dan evaluasi) yang berulang dan diterapkan secara konsisten di seluruh organisasi dan bahwa peran, tanggungjawab, serta wewenang pengambilan keputusan telah didefinisikan secara jelas.

Poin terpenting yang perlu diiingat saat membuat penilaian terhadap proses yang ada adalah bahwa evaluasi harus difokuskan pada kebijakan, praktik dan prosedur organisasi bukan pada keputusan sebenarnya. Proses investasi harus secara akurat mencerminkan cara organisasi benar-benar berfungsi dan bisa membuat keputusan yang tepat.


Data
Proses Investasi TI tidak dapat berjalan tanpa keakuratan, keabsahan, memperbarui data berdasarkan biaya proyek, manfaat serta risiko dari sebuah data. Hal yang sudah disebutkan tadi merupakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat. Selain itu, dokumentasi pada saat menentukan pengambilan keputusan sangat penting untuk mengumpulkan rekam jejak hasil. Mengevaluasi data yang terlibat dalam proses manajemen investasi TI memerlukan evaluasi dua jenis data yang berbeda, yakni :

  • ex ante
    yakni informasi yang digunakan sebagai masukan untuk proses investasi TI (contohnya seperti analisis biaya/manfaat/risiko yang digunkana untuk pendanaan proyek berkelanjutan, serta ukuran kinerja yang digunakan untuk memantau kemajuan proyek, dan lain sebagainya)

  • ex post
    yakni informasi yang dihasilkan berdasarkan keputusan yang dibuat (contohnya seperti jadwal peninjauan ulang proyek dan rencana mitigasi risiko harus dikembangkan setelah keputusan dibuat untuk mendanai sebuah proyek)

  • Semua proyek (baik yang diusulkan, atau sedang dalam pengembangan, bahkan operasional, dan lain-lain) harus sudah lengkap dan mengandung informasi yang akurat, seperti data biaya dan manfaat, penilaian risiko, hubungan antar tujuan dan sasaran bisnis atau program, ukuran kinerja, serta data spesifik proyek terkini termasuk biaya saat ini, rencana pelaksanaan, rencana kepegawaian, dan tingkat kinerja. Selain itu, organisasi harus memiliki persyaratan proyek dan kriteria kualitatif dan kuantitatif untuk membantu menyaring proyek-proyek TI, menilai dan menentukan peringkat proyek, mengendalikan serta mengevaluasi proyek saat mereka melewati berbagai tahap siklus hidup mereka.
  • Semua tindakan dan keputusan manajamen yang dibuat harus didokumentasikan dan terawat. Selain itu, beberpaa keputusan mengharuskan untuk menghasilkan informasi tambahan. Misalnya, setelah proyek dipilih, jadwal dan risiko peninjauan spesifik rencana proyek harus dikembangkan,

Keputusan
Salah satu tujuan terpenting dari pendekatan dimensi keputusan adalah memungkinkan evaluator untuk menilai keefektifan proses investasi TI organisasi. Setelah mengevaluasi proses yang digunakan organisasi untuk memilih, mengendalikan dan mengevaluasi investasi TI dan data yang yang digunakan untuk membuat keputusan, evaluator akan berada di posisi yang yang jauh lebih baik untuk mencapai kesimpulan tentang keputusan spesifik yang dibuat oleh organisasi. Fokus utama analisis adalah apakah keputusan dan tindakan manajemen diambil dengan menggunakan proses pengendalian investasi dan data proyek yang diperlukan.

  • Portofolio Investasi TI harus mewakili campuran dari proyek-proyek yang paling sesuai dengan kebutuhan misi organisasi. Proyek dalam portofolio harus dipantau secara konsisten dan kepuusan harus dibuat sebagai tonggak utama untuk memastikan bahwa proyek terus memiliki dampak bisnis dengan meminimalkan risiko dan memaksimalkan pengembalian. Proyek yang telah selesai dievaluasi digunakan untuk membandingkan tingkat kiinerja aktual dengan tingkat perkiraan dan memberi umpan pelajaran yang dipetik kembali ke fase Seleksi dan Kontrol.

SUMBER
Assessing Risks and Returns : A Guide for Evaluating Federal Agencies IT Investment Decision-making. [PDF]. United States General Accounting Office.

Berdasarkan buku Assessing Risks and Returns: A Guide for Evaluating Federal Agencies' IT Investment Decision-making terdapat 3 dimensi yang digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap investasi TI yaitu :

  • Process
    Proses yang dimaksud merupakan penilaian terhadap proses manajemen investasi yang perusahaan lakukan untuk memilih investasi TI yang tepat sesuai dengan kebutuhan, mengendalikan dan memonitor perkembangan investasi yang dilakukan, dan melakukan evaluasi terhadap hasil laporan akhir investasi TI. Inti dari pendekatan proses ini ialah apakah sebuah perusahaan telah menentukan dan mendokumentasikan proses untuk melakukan select, control, dan evaluate investasi TI mereka? Tujuan dalam menilai proses sendiri adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana perusahaan memiliki struktur untuk mengelola dan melakukan evaluasi terhadap investasi TI.

  • Data
    Sebuah proses investasi TI tidak akan dapat berjalan tanpa adanya data yang dapat diandalkan, akurat, dan up-to-date. Karena data merupakan dasar bagi para petinggi perusahaan (terutama board of directors) untuk melakukan pengambilan keputusan yang tepat. Dan juga, dokumentasi keputusan yang dilakukan oleh manajemen sangatlah penting untuk memulai sangat penting dalam membentuk laporan track record. Melakukan evaluasi terhadap data yang terlibat di dalam proses manajemen investasi TI memerlukan evaluasi dua jenis data yang berbeda yaitu:

  • Ex ante : merupakan informasi yang digunakan sebagai nilai masuk untuk proses investasi TI (contohnya: analisis biaya/manfaat/risiko yang digunakan untuk membantu memperkuat proses pemilihan investasi TI, dll).

  • Ex post : merupakan informasi yang dihasilkan dengan berdasarkan keputusan yang telah dibuat (contohnya: rencana penanggulangan risiko harus dikembangkan untuk menjalankan sebuah proyek).

  • Decisions
    Salah satu tujuan penting dalam evaluasi investasi TI ialah memungkinkan evaluator untuk melakukan penilaian terhadap keefektifan proses investasi TI di perusahaan dan sejauh mana investasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja misi dari perusahaan tersebut. Setelah melakukan evaluasi proses yang digunakan untuk melakukan select, control, dan evaluate investasi TI dan data yang digunakan untuk mengambil keputusan, evaluator akan memiliki pengalaman yang lebih baik.

image|553x439


Selain ketiga dimensi tersebut, ada tiga atribut penting yang tidak boleh dilupakan yaitu repeatability, efficiency, dan completeness yang memiliki perannya masing-masing pada setiap tahap dan harus dinilai pada setiap level:
1. Repeatability : berfokus pada sejauh mana proses, data, atau keputusan yang ditinjau secara konsisten dari waktu ke waktu dan di seluruh unit organisasi yang berbeda.

  1. Efficiency : berfokus pada seberapa baik proses manajemen, pembuatan data proyek dan pengambilan keputusan yang bekerja. Fokusnya pada kualitas keseluruhan (akurasi, reliabilitas, dan ketepatan waktu) dari pendekatan investasi. Selain itu, data yang sama dihasilkan untuk mendukung select, control, dan evaluate investasi TI harus digunakan untuk mengelola proyek TI melalui life-cycle mereka.

3. Completeness : berfokus pada sejauh mana semua fase proses (select, control, dan evaluate) yang sedang diikuti dan apakah penggunaan proses investasi TI digunakan diseluruh bagian perusahaan. Secara konvensional, perusahaan telah memfokuskan upaya manajemen mereka dalam proyek-proyek TI, namun ketika terpilih proyek tersebut tidak akan ditinjau dan dinilai lagi untuk menentukan apakah kebutuhan atau risiko telah berubah dan untuk memastikan bahwa proyek tersebut tetap memenuhi kebutuhan misi.

Referensi

Assessing Risks and Returns: A Guide for Evaluating Federal Agencies' IT Investment Decision-making, 1997.

Dimensi yang digunakan untuk Mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi

Menurut Johan Nel dalam thesisnya yang berjudul Information Technology Investment Evaluation and
Measurement (ITIEM) terdapat 4 dimensi yang di gunakan untuk mengevaluasi investasi pada TI yaitu :

DIMENSI 1: GARIS ARAH STRATEGI BISNIS
Pada dimensi ini membahas bagaimana menilai ukuran bisnis IT-business dalam
dimensi metodologi.

  • Tingkat integrasi
    Integrasi strategi investasi bisnis dan TI berfokus pada sejauh mana investasi TI mendukung atau menyesuaikan dengan organisasi yang tujuan strategisnya memberi kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi TI yang secara langsung mendukung tercapainya tujuan bisnis.

  • Pemenuhan CSF
    Critical Sucess Factor (CSF) adalah peningkatan volume penjualan, penurunan biaya produksi, dan penurunan biaya distribusi.
    Pemenuhan CSF berfokus pada sejauh mana investasi TI yang diusulkan mendukung atau menyelaraskan dengan organisasi faktor penentu keberhasilan. Maka dapat menyediakan kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi TI yang mendapat dukungan langsung untuk mencapai factor keberhasilan dalam organisasi itu sendiri.

  • Unggul dari Kompetitif
    Penilaian untuk keunggulan kompetitif mempertimbangkan strategi utama diikuti oleh organisasi.

  • Risiko proyek dan organisasi
    Risiko proyek dan organisasi berfokus pada sejauh mana organisasi mampu melaksanakan tahapan yang dipersyaratkan oleh Investasi TI Evaluasi tersebut menyangkut pengguna akuisisi domain bisnis, bukan organisasi teknis.

  • Arsitektur yang strategis
    Arsitektur strategis mengevaluasi sejauh mana investasi TI sesuai keseluruhan strategi TI organisasi.

  • Infrastruktur sistem
    Risiko infrastruktur sistem menilai tingkat investasi proyek yang diperlukan menyelesaikan dan mengakomodasi proyek. Ini adalah penilaian yang termasuk faktor-faktor seperti administrasi basis klien, pengiriman dan distribusi

  • Ketidakpastian teknis

Ketidakpastian teknis menilai kesiapan fungsi TI untuk melakukan TI
investasi. Empat penilaian terpisah disertakan:

  • List item

• Persyaratan keterampilan
• Ketergantungan perangkat keras
• Perangkat lunak dependensi dan
• Aplikasi perangkat lunak.

• Respon yang kompetitif
Respon kompetitif mengukur sejauh mana kegagalan untuk melakukan investasi TI akan menyebabkan buruknya kompetitif pada organisasi. Hal ini bisa terjadi karena Pesaing sudah menyediakan produk layanan atau pertukaran data atau beberapa kewenangan yang mengamanatkan sistem sebagai suatu kondisi atau aktivitas bisnis yang berkelanjutan.

DIMENSI 2: “SOFT VAALUE”
Pada dimensi ini akan membahas ukuran IT-business-value dalam "Soft value" dimensi metodologi

• Kepuasan pengguna
Kepuasan pengguna mengacu pada pengukuran kepuasan pengguna akhir dengan TI investasi.
• Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi
Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi mengacu pada sejauh mana investasi TI akan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan karyawan, meningkatkan penyajian informasi, dan akan mengarah pada motivasi dan pemberdayaan karyawan yang lebih tinggi.

• Kepuasan karyawan
Kepuasan karyawan mengacu pada bagaimana kontribusi investasi TI terhadap karyawanmoral dan kepuasan kerja secara keseluruhan dianggap sangat penting oleh organisasi.

DIMENSI 3: NILAI KEUANGAN
Pada dimensi ini membahas bagaimana menilai dimensi TI-bisnis dari segi finansial

DIMENSI 4: CONTEXTUAL VALUE
Pada dimensi ini akan membahas bagaimana menilai IT-bisnis dalam “CONTEXTUAL VALUE” dari dimensi IT-business-value.

• Kekuatan organisasi dan politik
Organisasi terdiri dari konstituen internal yang mencari kontrol atas proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan posisi mereka. Kekuatan organisasi dan politik mengacu pada manipulasi kekuasaan dalam organisasi.

• MIS (Management Information System)
MIS mengacu pada sejauh mana investasi TI akan memberikan efisiensi dan efisiensi informasi efektif yang digunakan oleh manajer dalam organisasi untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan

• Budaya organisasi
Budaya organisasi mengacu pada nilai inti yang dimiliki oleh sebagian besar anggota organisasi, budaya yang kuat dicirikan pada inti organisasi nilai yang mereka pegang, dipatok dengan jelas dan tersebar luas. Jika budaya organisasi kuat maka manajemen tidak perlu memperhatikan diri mereka dan tidak perlu mengembangkan peraturan - peraturan formal untuk memandu perilaku staf

Dimensi yang digunakan untuk Mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi

Menurut Johan Nel dalam thesisnya yang berjudul Information Technology Investment Evaluation and
Measurement (ITIEM) terdapat 4 dimensi yang di gunakan untuk mengevaluasi investasi pada TI yaitu :

DIMENSI 1: GARIS ARAH STRATEGI BISNIS
Pada dimensi ini membahas bagaimana menilai ukuran bisnis IT-business dalam
dimensi metodologi.

  • Tingkat integrasI
    Integrasi strategi investasi bisnis dan TI berfokus pada sejauh mana investasi TI mendukung atau menyesuaikan dengan organisasi yang tujuan strategisnya memberi kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi TI yang secara langsung mendukung tercapainya tujuan bisnis.

  • Pemenuhan CSF
    Critical Sucess Factor (CSF) adalah peningkatan volume penjualan, penurunan biaya produksi, dan penurunan biaya distribusi.
    Pemenuhan CSF berfokus pada sejauh mana investasi TI yang diusulkan mendukung atau menyelaraskan dengan organisasi faktor penentu keberhasilan. Maka dapat menyediakan kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi TI yang mendapat dukungan langsung untuk mencapai factor keberhasilan dalam organisasi itu sendiri.

  • Unggul dari Kompetitif
    Penilaian untuk keunggulan kompetitif mempertimbangkan strategi utama diikuti oleh organisasi.

  • Risiko proyek dan organisasi
    Risiko proyek dan organisasi berfokus pada sejauh mana organisasi mampu melaksanakan tahapan yang dipersyaratkan oleh Investasi TI Evaluasi tersebut menyangkut pengguna akuisisi domain bisnis, bukan organisasi teknis.

  • Arsitektur yang strategis
    Arsitektur strategis mengevaluasi sejauh mana investasi TI sesuai keseluruhan strategi TI organisasi.

  • Infrastruktur sistem
    Risiko infrastruktur sistem menilai tingkat investasi proyek yang diperlukan menyelesaikan dan mengakomodasi proyek. Ini adalah penilaian yang termasuk faktor-faktor seperti administrasi basis klien, pengiriman dan distribusi

  • Ketidakpastian teknis
    Ketidakpastian teknis menilai kesiapan fungsi TI untuk melakukan TI
    investasi. Empat penilaian terpisah disertakan:

          •  Persyaratan keterampilan
    

    • Ketergantungan perangkat keras
    • Perangkat lunak dependensi dan
    • Aplikasi perangkat lunak.

• Respon yang kompetitif
Respon kompetitif mengukur sejauh mana kegagalan untuk melakukan investasi TI akan menyebabkan buruknya kompetitif pada organisasi. Hal ini bisa terjadi karena Pesaing sudah menyediakan produk layanan atau pertukaran data atau beberapa kewenangan yang mengamanatkan sistem sebagai suatu kondisi atau aktivitas bisnis yang berkelanjutan.

DIMENSI 2: “SOFT VAALUE”
Pada dimensi ini akan membahas ukuran IT-business-value dalam “Soft value” dimensi metodologi

• Kepuasan pengguna
Kepuasan pengguna mengacu pada pengukuran kepuasan pengguna akhir dengan TI investasi.
• Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi
Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi mengacu pada sejauh mana investasi TI akan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan karyawan, meningkatkan penyajian informasi, dan akan mengarah pada motivasi dan pemberdayaan karyawan yang lebih tinggi.

• Kepuasan karyawan
Kepuasan karyawan mengacu pada bagaimana kontribusi investasi TI terhadap karyawanmoral dan kepuasan kerja secara keseluruhan dianggap sangat penting oleh organisasi.

DIMENSI 3: NILAI KEUANGAN
Pada dimensi ini membahas bagaimana menilai dimensi TI-bisnis dari segi finansial

DIMENSI 4: CONTEXTUAL VALUE
Pada dimensi ini akan membahas bagaimana menilai IT-bisnis dalam “CONTEXTUAL VALUE” dari dimensi IT-business-value.

• Kekuatan organisasi dan politik
Organisasi terdiri dari konstituen internal yang mencari kontrol atas proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan posisi mereka. Kekuatan organisasi dan politik mengacu pada manipulasi kekuasaan dalam organisasi.

• MIS (Management Information System)
MIS mengacu pada sejauh mana investasi TI akan memberikan efisiensi dan efisiensi informasi efektif yang digunakan oleh manajer dalam organisasi untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan

• Budaya organisasi
Budaya organisasi mengacu pada nilai inti yang dimiliki oleh sebagian besar anggota organisasi, budaya yang kuat dicirikan pada inti organisasi nilai yang mereka pegang, dipatok dengan jelas dan tersebar luas. Jika budaya organisasi kuat maka manajemen tidak perlu memperhatikan diri mereka dan tidak perlu mengembangkan peraturan - peraturan formal untuk memandu perilaku staf

Dimensi yang digunakan untuk Mengevaluasi Investasi Teknologi Informasi

Menurut Johan Neson dalam thesisnya yang berjudul Information Technology Investment Evaluation and
Measurement (ITIEM) terdapat 4 dimensi yang di gunakan untuk mengevaluasi investasi pada TI yaitu :

DIMENSI 1: GARIS ARAH STRATEGI BISNIS
Pada dimensi ini membahas bagaimana menilai ukuran bisnis IT-business dalam
dimensi metodologi.

  • Tingkat integrasi
    Integrasi strategi investasi bisnis dan TI berfokus pada sejauh mana investasi TI mendukung atau menyesuaikan dengan organisasi yang tujuan strategisnya memberi kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi TI yang secara langsung mendukung tercapainya tujuan bisnis.

  • Pemenuhan CSF
    Critical Sucess Factor (CSF) adalah peningkatan volume penjualan, penurunan biaya produksi, dan penurunan biaya distribusi.
    Pemenuhan CSF berfokus pada sejauh mana investasi TI yang diusulkan mendukung atau menyelaraskan dengan organisasi faktor penentu keberhasilan. Maka dapat menyediakan kesempatan untuk meningkatkan nilai investasi TI yang mendapat dukungan langsung untuk mencapai factor keberhasilan dalam organisasi itu sendiri.

  • Unggul dari Kompetitif
    Penilaian untuk keunggulan kompetitif mempertimbangkan strategi utama diikuti oleh organisasi.

  • Risiko proyek dan organisasi
    Risiko proyek dan organisasi berfokus pada sejauh mana organisasi mampu melaksanakan tahapan yang dipersyaratkan oleh Investasi TI Evaluasi tersebut menyangkut pengguna akuisisi domain bisnis, bukan organisasi teknis.

  • Arsitektur yang strategis
    Arsitektur strategis mengevaluasi sejauh mana investasi TI sesuai keseluruhan strategi TI organisasi.

  • Infrastruktur sistem
    Risiko infrastruktur sistem menilai tingkat investasi proyek yang diperlukan menyelesaikan dan mengakomodasi proyek. Ini adalah penilaian yang termasuk faktor-faktor seperti administrasi basis klien, pengiriman dan distribusi

  • Ketidakpastian teknis
    Ketidakpastian teknis menilai kesiapan fungsi TI untuk melakukan TI
    investasi. Empat penilaian terpisah disertakan:
    Persyaratan keterampilan
    Ketergantungan perangkat keras
    Perangkat lunak dependensi dan
    Aplikasi perangkat lunak.

  • Respon yang kompetitif
    Respon kompetitif mengukur sejauh mana kegagalan untuk melakukan investasi TI akan menyebabkan buruknya kompetitif pada organisasi. Hal ini bisa terjadi karena Pesaing sudah menyediakan produk layanan atau pertukaran data atau beberapa kewenangan yang mengamanatkan sistem sebagai suatu kondisi atau aktivitas bisnis yang berkelanjutan.

  • Desain produk yang baik
    Desain produk mengacu pada cara untuk menambahkan kekhasan produk melalui desain itu sendiri dan sejauh mana investasi TI yang diusulkan berkontribusi pada desain produk yang lebih baik.

DIMENSI 2: “SOFT VALUE”
Pada dimensi ini akan membahas ukuran IT-business-value dalam “Soft value” dimensi metodologi

  • Kepuasan pengguna
    Kepuasan pengguna mengacu pada pengukuran kepuasan pengguna akhir dengan TI investasi.

  • Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi
    Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi mengacu pada sejauh mana investasi TI akan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan karyawan, meningkatkan penyajian informasi, dan akan mengarah pada motivasi dan pemberdayaan karyawan yang lebih tinggi.

  • Kepuasan karyawan
    Kepuasan karyawan mengacu pada bagaimana kontribusi investasi TI terhadap karyawanmoral dan kepuasan kerja secara keseluruhan dianggap sangat penting oleh organisasi.

DIMENSI 3: NILAI KEUANGAN
Pada dimensi ini membahas bagaimana menilai dimensi TI-bisnis dari segi finansial.Pada dimensi ini metode yang di gunakan adalah menggunakan metode NPV, perhitungan NPV didasarkan pada tingkat rintangan
yang dipasok oleh Chief Financial Officer. Template Keuangan Kasus Bisnis harus
digunakan untuk mencapai NPV dari investasi TI yang diusulkan.

DIMENSI 4: CONTEXTUAL VALUE
Pada dimensi ini akan membahas bagaimana menilai IT-bisnis dalam “CONTEXTUAL VALUE” dari dimensi IT-business-value.

  • Kekuatan organisasi dan politik
    Organisasi terdiri dari konstituen internal yang mencari kontrol atas proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan posisi mereka. Kekuatan organisasi dan politik mengacu pada manipulasi kekuasaan dalam organisasi.

  • MIS (Management Information System)
    MIS mengacu pada sejauh mana investasi TI akan memberikan efisiensi dan efisiensi informasi efektif yang digunakan oleh manajer dalam organisasi untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan

  • Budaya organisasi
    Budaya organisasi mengacu pada nilai inti yang dimiliki oleh sebagian besar anggota organisasi, budaya yang kuat dicirikan pada inti organisasi nilai yang mereka pegang, dipatok dengan jelas dan tersebar luas. Jika budaya organisasi kuat maka manajemen tidak perlu memperhatikan diri mereka dan tidak perlu mengembangkan peraturan - peraturan formal untuk memandu perilaku staf


REFERENSI
Nelson, Johan. 2004. Information Technology Investment Evaluation and _
_ Measurement (ITIEM) Methodology
. Australia Queensland University of Technoogy.

Ward (1990) mengkategorikan investasi TI dengan peran yang mereka mainkan di organisasi dan kontribusi yang diharapkan pada bisnis.
Portofolio Ward membagi segmen investasi TI sebuah organisasi menjadi 4 kategori, mengidentifikasi kemungkinan Investasi TI di setiap kategori dan membuat keputusan investasi mana yang terbaik. Setiap kategori yang dikaitkan dengan investasi TI tertentu diharapkan mampu memberikan manfaat yang spesifik.

  1. Investasi Strategis adalah hal yang paling penting dalam menggapai tujuan bisnis dan mengeksekusi strategi. Investasi strategis dalam TI merupakan salah satu yang memberikan fasilitas untuk merubah organisasi dalam meraih tujuan dan meraih keuntungan kompetitif. Hasilnya, keuntungan dari strategi investasi cenderung terjadi dengan cara berinovasi dan restrukturisasi hubungan bisnis proses internal dan eksternal. Cara terbaik untuk mengelola strategi Investasi IT adalah dengan menggabungkan perencanaan bisnis dengan perencanaan investasi TI, sehingga strategi investasi TI dipertimbangkan bersamaan dengan isu dan strategi bisnis.

  2. Investasi potensial tinggi adalah investasi yang mungkin atau tidak penting terhadap kesuksesan bisnis. Investasi IT ini muncul karena pengembangan tujuan bisnis baru atau kemajuan teknologi Investasi TI berpotensi tinggi cenderung dikaitkan dengan lebih banyak risiko daripada jenis lainnya investasi karena keuntungan mereka tidak diketahui, dan begitulah adanya Tidak jelas apakah manfaatnya penting atau tidak meningkatkan kinerja organisasi. Karena itu, mereka harus dikembangkan dan diimplementasikan dengan cepat dan murah untuk menentukan apakah atau tidak itu penting dan / atau penting.

  3. Investasi pabrik dapat didefinisikan sebagai investasi yang memperbaiki efektivitas dan efisiensi proses bisnis dan kegiatan. Ini adalah investasi TI yang bergantung pada keberhasilan pelaksanaan operasi dan dukungan desain, pengembangan, produksi dan pengiriman produk dan layanan.

  4. Investasi Dukungan adalah investasi IT yang memperbaiki efisiensi kegiatan pendukung di seluruh organisasi. Kegiatan pendukung adalah kegiatan yang memberikan dasar bagi melakukan proses bisnis primer dan kegiatan organisasi. Dukungan investasi TI sangat berharga, tapi tidak penting untuk kesuksesan bisnis. Manfaat utama dari sebuah dukungan Investasi adalah untuk meningkatkan efisiensi kegiatan, yang sering diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas.


Referensi
Schniederjans, Marc J.2004.Information Technology Investment Decision - Making Methodology.