Business Case merupakan dokumen formal yang terperinci. Namun bisa juga merupakan sebuah dokumen pendek dan singkat tetapi di dalamnya harus mengandung isi yang sangat rinci mengenai apa yang diusulkan, tingkat investasi, sumber daya dan manfaat serta risiko yang perku dikelola. Dalam menerapkan sebuah business case sehubungan dengan manajemen investasi IT, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti struktur, komponen dan pengembangan Business Case itu sendiri.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam struktur business case yaitu sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pengembangan, IT yang mendukung, adanya kemampuan bisnis dan operasional, serta nilai stakeholder atau total pengembalian pemegang saham.
Dalam komponen business case ada 4 komponen. Komponen pertama yaitu Outcomes, hasil yang jelas dan terukur, seperti hasil yang tidak cukup untuk mencapai manfaat akhir (leading), dan hasil akhir atau manfaat yang harus diwujudkan (lagging). Komponen kedua yaitu Initiatives, aspek yang mendukung mendapatkan hasil seperti bisnis, proses bisnis, orang, teknologi, dan organisasi dari proyek. Komponen ketiga yaitu Contributions, kontribusi yang dapat diukur yang mengharapkan hasil. Komponen keempat yaitu Assumptions, sebuah asumsi yang berhubungan dengan kondisi yang diperlukan dalam mewujudkan hasil atau inisiatif.
Dalam mengembangkan sebuah Business Case ada beberapa tahapan yaitu membuat lembar kerja dengan data yang fakta dan relevan meliputi : analisis keselarasan, analisis manfaat keuangan, analisis manfaat non-keuangan, analisis resiko yang didapatkan dari penaksiran resiko yang dihasilkan oleh investasi TI, mengoptimasi resiko dan pengembalian, membuat dokumen business case atas hasil-hasil dari tahap-tahap business case sebelumnya, dan melakukan evaluasi business case selama program dieksekusi.
Seperti yang kita ketahui, proses pengelolaan dana yang efektif dapat menghemat uang bisnis. Namun seringkali banyak bisnis gagal dalam mengelola dana setiap harinya, hal tersebut karena semakin tinggi rantai pemangku kepentingan senior tidak memahami cara mengelola dana dan sumber daya tersebut. Oleh karena itu diharapkan dengan membangun sebuah business case maka pengelolaan dana dapat dilakukan secara efektif. Dalam menerapkan business case seperti struktur, komponen dan pengembangannya, maka sebagai awal pembuatan business case kita perlu mempunyai argumen yang persuasif mengenai masalah pengelolaan dana oleh pemangku kepentingan senior yang kurang efektif. Selain itu agar dapat mempresentasikan kasus dengan baik maka perlu memilih waktu yang tepat untuk mempresentasikan kasus. Kemudian tetapkan kasus menjadi sebuah cerita dari sebuah masalah menjadi sebuah solusi, seperti tujuan, nilai yang diberikan stakeholder, dan bisnis secara keseluruhan. Lalu membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan seperti harapan yang jelas seputar sasaran atau tujuan, waktu pengerjaan dan biaya. Dari semua hal tersebut hal yang paling penting adalah bersikap meyakinkan dengan itu pastinya presentasi akan menonjol dan besar kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan.
REFERENSI
https://www.isaca.org/Knowledge-Center/Val-IT-IT-Value-Delivery-/Documents/VAL-IT-business-case.pdf
http://www.tellermate.com/news-and-resources/building-business-case-better-cash-management/