Algoritma adalah sebuah rangkaian dalam rangka memecahkan sebuah masalah menggunakan beberapa metode dan langkah-langkah yang logis sebagai sebuah persyaratan mendapat suatu penyelesaian akhir. Algoritma mempunyai urutan yang taktis, artinya dalam pemecahan masalahnya, algoritma memiliki tahapan-tahapan tertentu yang harus sesuai dengan urutan prosedur. Pada dasarnya algoritma menuntut pemikiran yang logis dari seseorang yang membuatnya.
Sedangkan Computational Thinking adalah proses pemecahan masalah yang mencakup sejumlah karakteristik dan disposisi. Pemikiran Komputasi sangat penting untuk pengembangan aplikasi komputer, namun juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah di semua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan sains.
Pemikiran Komputasi adalah proses berulang berdasarkan tiga tahap, yaitu :
1. Rumusan masalah (abstraksi),
2. Ekspresi solusi (otomasi), dan
3. Solusi eksekusi dan evaluasi (analisis).
Pada hakekatnya antara algoritma dengan pemikiran komputasi mempunyai kesamaan, yaitu bagaimana menentukan langkah-langkah yang tepat dan konkrit, sesuai dengan bagaimana komputer menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat dan efisien. Dalam membuat sebuah algoritma, seseorang dapat membuat urutan langkah dalam algoritmanya dengan berpikir secara komputasional. Berpikir semacam ini bukan berarti cara pandang berpikir manusia disamakan dengan komputer. Hanya saja dengan metode semacam ini, bagaimana seseorang dapat mendefinisikan masalah tersebut lebih detail, kemudian menemukan akar permasalahannya, lalu membuat solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hasilnya, ada 2 kemungkinan, solusi yang didapat sudah sesuai dengan permasalahan yang ada, artinya masalah tersebut bisa teratasi; atau tidak ditemukan solusi sama sekali.
Sumber :
wikipedia.org : Computational Thinking
computationalthinkingcourse.withgoogle.com : What is Computational Thinking?