
Bahasa Pemrograman sangatlah beragam ,banyak orang berlomba-lomba untuk menciptakan bahasa pemrograman sesuai apa yang di inginkan. Beberapa bahasa pemrograman yang sudah terkenal dan sering digunakan , yaitu : Java, C,C++,Ruby,Php,Phyton,Javascript,dll. Penggunaan bahasa pemrograman sendiri di sesuaikan dengan kebutuhan seorang programmer untuk membuat suatu program yang di inginkan. Contohnya, Java sering digunakan untuk membuat aplikasi berbasis android, Php digunakan untuk membuat sebuah web yang dinamis ,dan masih banyak lagi. Beberapa orang yang telah akrab dengan suatu bahasa pemrograman mungkin memiliki beberapa pendapat dalam pemakaiannya, seperti suatu sintaks yang tidak efisien atau beberapa istilah dalam pemrograman yang menurutnya kurang pas. Untuk itu beberapa orang juga telah memberikan solusi bagi beberapa permasalahan penggunaan suatu bahasa pemrograman dengan membuat bahasa pemrograman yang cocok digunakan sesuai keinginan dan kebutuhan . Oleh karena itu, beberapa langkah-langkah berikut ini akan memberikan gambaran bagaimana cara membuat suatu bahasa pemrograman, yaitu :
1. Membuat daftar kelemahan sebuah bahasa pemrograman
Seseorang yang telah paham dengan terminologi bahasa pemrograman memiliki pendapat tentang kekurangan suatu bahasa tersebut contohnya terlalu banyak istilah yang kurang tepat atau mungkin sintaks yang kurang tepat.
2. Merancang Syntax.
Dalam merancang syntax diperlukan beberapa hal berikut anatara lain :
a) benar-benar menguasai bahasa pemrograman misalnya C++
b) menentukan jenis jalannya bahasa pemrograman apakah langsung di compile,Interpreting , atau hanya di parser
c) menguasai struktur sintaks bahasa pemrograman sendiri
Mengembangkan Syntax yang baru dengan pedoman syntax yang lama dengan menghilangkan statement dan dapat mengubah command (perintah) atau dapat mentranslasikan (menterjemahkan) bahasa pemrograman yang berbahasa Inggris, ke dalam Bahasa Indonesia (atau bahasa lainnya) untuk memudahkan pemahaman dan pengajaran konsep.
3. Memilih bahasa
Dalam membuat bahasa pemrograman sendiri membutuhkan sebuah bahasa pemrograman karena bahasa perograman sendiri adalah program. Sebagian orang ada yang suka untuk menggunakan C++ karena kinerjanya dan set fiturnya yang besar.
4. Membuat parser dan translator
Merupakan bagian yang tersulit Karena parser memilah source code, memeriksa keabsahan script, dan ini sangat rumit. Kemudian mengolah sintaks assignment, yang bertolak belakang dengan translator yang hanya menerima input dari parser dan menulis ke file output.
5. Merancang Parser dan Translator
Setelah merancang sintaks selanjutnya merancang parser dan translator.
Merancang parser dan translator dalam satu executable atau secara terpisah (executable parser dan translator masing-masing) dapat digunakan, Namun bisa mempertimbangkan pilihan kedua. Setelah parser dan translator jadi dapat digabungkan.
6. Membuat Dokumentasi
Untuk membatu orang lain paham bagaimana bahasa Anda bekerja, perlu adanya dokumentasi. Dengan adanya dokumentasi ,akan mempermudah user untuk menggunakan bahasa pemrograman yang telah Anda ciptakan. User dapat belajar sendiri dengan hanya melihat dokumentasi yang Anda buat.
7. Mengadakan Support
Terkadang seorang User pemula tidak mengerti tentang istilah-istilah asing yang ada dalam dokumentasi Anda. Untuk itu, Cara memberikan jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan dari user totally beginner dengan membuat forum,blog, ataupun mailist.
8. Terus mengembangkan
Sebagai seorang yang membuat suatu bahasa pemrograman harusnya selalu membuat inovasi baru lainnya dengan meningkatkan efisiensi dan kemampuan bahasa tersebut. Membentuk sebuah tim juga dapat menjadi suatu solusi untuk semakin mengembangkan bahasa pemrograman. Menguji bahasa perograman yang telah dibuat juga perlu untuk mengetahui kualitas dari bahasa tersebut agar termotivasi untuk semakin mengembangkan bahasa tersebut.
https://adjiesoft.wordpress.com/2010/06/08/bagaimana-cara-membuat-bahasa-pemrograman-sendiri-bagian-2/
https://medium.freecodecamp.org/the-programming-language-pipeline-91d3f449c919