Penerapan business case tidak berhubungan atau berdampak secara langsung pada klien dari perusahaan tersebut, karena tujuan dari pembuatan business case adalah agar meyakinkan pemangku keputusan untuk menyetujui suatu aksi dalam menentukan sebuah proyek. Sehingga yang merasakan langsung dari dampak dari penerapan business case adalah perusahaan itu sendiri.
Rachel Agheyisi, dilansir dari Project Smart UK, menyatakan bahwa untuk membuat business case yang efektif adalah dengan bertanya “Apa untungnya untuk diri saya?” dari perspektif target yang ingin dicapai. Sehingga, dengan ini, perusahaan lah yang diuntungkan dengan informasi analisis cost-benefit serta resiko yang pasti dan konsisten. Namun, jika proyek yang terpilih adalah proyek yang berhubungan langsung dengan klien, maka hubungannya dengan klien adalah kepuasan klien. Klien akan merasa puas dengan kinerja perusahaan pada proyek tersebut, karena business case, sekali lagi, menawarkan kelebihan akan penilaian yang pasti dan konsisten untuk agar proyek yang dijalankan dapat berjalan dengan pasti serta efektif, sehingga klien akan merasa puas dengan layanan perusahaan.
Sources
* https://www.projectsmart.co.uk/3-key-components-of-an-effective-business-case-study.php
* http://whatis.techtarget.com/reference/How-to-write-a-business-case