
Pseudocode, deskripsi dari algoritma pemrograman yang ditujukan agar dapat dibaca dan dipahami oleh manusia dengan mudah. Pseudocode biasanya tidak menggunakan elemen cukup detail yang tidak perlu untuk kebutuhan pemahaman manusia dari suatu algoritma, seperti deklarasi variabel, kode ataupun subrutin untuk sistem yang bersifat spesifik.
Tujuan pseudocode adalah agar manusia dapat dengan mudah memahami dibandingkan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang umumnya digunakan, lebih lagi aspeknya yang relatif ringkas dan tidak bergantung pada suatu sistem tertentu yang merupakan prinsip utama dalam suatu algoritma.
Penggunaan pseudocode pada umumnya banyak ditemukan di dalam buku-buku teks dan publikasi ilmiah yang membahas tentang ilmu komputer serta komputasi numerik yang menggunakan pseudocode dalam mendeskripsikan suatu algoritma dengan tujuan agar programer dapat memahaminya meskipun mereka belum bisa memahami bahasa pemrograman yang digunakan ataupun memudahkan non-programmer untuk memahami apa yang dimaksudkan (garis besarnya) oleh para programmer.
Pseudocode umumnya tidak mengikuti aturan umum yang berlaku pada suatu bahasa pemrograman, artinya tidak ada suatu bentuk standar yang sistematik, meskipun penulis umumnya menggunakan tata cara ataupun sintaksis, contohnya struktur kontrol dari bahasa pemrograman umum yang digunakan. Sintaksis yang populer digunakan menggunakan sintaksis bahasa pemrograman BASIC, Pascal, Java, C, C++, Lisp, dan ALGOL.
Struktur dari Pseudocode adalah
Judul
{Berisi Judul daripada Algoritma tersebut}
Deskripsi
{Berisi Deklarasi Variabel atau Konstanta}
Implementasi
Referensi :
Blog : https://shiirefaa.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-dan-pengenalan-pseudocode.html
http://algoritma-program.blogspot.co.id/2015/02/pseudocode.html
Gambar : https://www.48hourslogo.com/48hourslogo_data/2014/07/09/2014070907350915073.png