Secara umum kedua alat ini tampak memiliki fungsi yang sama dan juga merupakan alat yang kita gunakan dalam topologi jaringan.
Mari kita kupas mulai dari pengertiannya...
Dari pengertiannya, bridge merupakan alat yang berfungsi memperluas atau membagi jaringan ke dalam segmen tertentu. Bridge menghubungkan jaringan area lokal (LAN) ke jaringan area lokal lain yang menggunakan protokol yang sama (misalnya Ethernet atau Token Ring).
Bridge digunakan untuk memperluas jarak dari jaringan-jaringan yang ada disekitar. Agar jalur lintas data tidak mengalami kepadatan maka perlu penambahan beberapa jumlah jaringan dan penambahan koneksi menuju jaringan yang berbeda.
Bridge akan membantu pemindahan data via jaringan perantara atau pengalihan via protokol lain dan tentunya berbeda.
Sementara itu, Router memiliki definisi alat yang menentukan titik jaringan yang dituju. Menentukan titik jaringan ini disebut sebagai routing.
Router akan menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga proses pengiriman data ke jaringan lain bisa tiba hingga tujuan akhir.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh implementasinya:
- Bridge
Memecah jaringan utama ke dalam bentuk jaringan yang lebih kecil atau sebaliknya. Contohnya adalah dalam membangun jaringan Local Area Network (LAN) di perkantoran.
Suatu perusahaan terdapat sebuah server pada suatu ruangan di gedung A, sementara terdapat 3 gedung lainnya, yakni B, C, dan D.
Setiap gedung pastinya juga memiliki jaringan LAN, agar jaringan yang ada di setiap gedung ke server maka diperlukanlah bridge sebagai penghubungnya.
-
Router
Sebuah perusahaan baru saja dibangun dan langsung dilakukan pemasangan jaringan internet dari Internet Service Provider bermerk A.
Setelah itu, agar setiap ruangan dapat terhubung ke internet diperlukanlah alat ini (Router).
Jadi, sebagai gambaran garis besarnya bridge sebagai penghubung dan router sebagai pembagi jaringan.
http://searchnetworking.techtarget.com/answer/What-is-the-difference-between-a-bridge-and-a-router