Dilihat dari segi keuntungan startup Go-Jek bisa dikatakan sebagai startup yang sukses karena dilihat dari segi keuntungan dan pelanggan Go-Jek sangatlah banyak, dalam satu hari Go-Jek dapat menembus angka pemesanan hingga 300 pemesanan setiap harinya. Selain itu nilai valuasi saham Go-Jek telah mencapai 17 trilyun rupiah. Ini berarti, jika investor mayoritas dari salah satu ojek online menjual sahamnya, maka ia bisa mendapatkan uang sampai 20 trilyun rupiah. Selain dilihat dari segi keuntungan, startup Go-Jek juga diterima oleh penggunanya, karena terbukti bahwa pelanggan Go-Jek dari hari ke hari semakin bertambah.
Startups yang sukses juga bisa dilihat dari segi bisnis. Oleh karena itu, sebuah startup harus menetapkan dan menerapkan prinsip dan praktik bisnis fundamental yang solid untuk meningkatkan peluang kesuksesan. Dilihat dari konsistensi Go-Jek dari awal berdiri hingga saat ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa Go-Jek merupakan salah satu startup yang sukses. Ketika terjadi penolakan pada Go-Jek dan banyak tekanan dari pihak luar, Go-Jek membuktikan bahwa dirinya kokoh dan mampu untuk berdiri melawan segala tekanan yang ada, sehingga sampai saat ini Go-Jek menjadi startup yang terus berkembang dan tidak goyah terhadap apapun.
Selain itu Go-jek juga dikatakan sukses karena memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat Indonesia, yaitu lapangan pekerjaan baru bagi masyarat dan kemudahan bertransportasi untuk pelanggan. Dengan ide yang diusung oleh Go-Jek yaitu menjalin kemitraan dengan driver (pengemudi Go-jek), maka banyak masyarakat yang tertarik dengan Go-jek karena konsepnya kemitraan bukan atasan dan bawahan, sehingga Go-Jek sangat membantu dalam membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan adanya Go-jek juga pelanggan juga sangat terbantu karena akses pelanggan yang semakin mudah.
Referensi :
* https://inet.detik.com/cyberlife/d-3269241/go-jek-raup-rp-72-triliun-ini-ambisi-nadiem-makarim
* https://www.entrepreneur.com/article/288769
* https://tirto.id/startup-pengekor-yang-sukses-melibas-pelopor-bisnis-cAaM
* https://www.rappler.com/indonesia/107394-gojek-indonesia-nadiem-makarim