Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa startup sejenis gojek berani melakukan subsidi besar-besaran?

WI Wira Kumara 9 years ago

gojek|690x300

Di awal munculnya gojek, mereka berani memberi tarif gila-gilaan untuk memikat para penumpang. Dari sisi driver pun tidak merugi karena mereka dapat mengambil banyak penumpang tanpa harus "mangkal" di suatu dalam waktu yang tidak jelas. jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, yang dirugikan dalam hal ini adalah gojek sendiri dengan "membakar" uang demi menarik pelanggan baru dan mengungguli pesaingnya.

Jadi mengapa startup sejenis gojek berani mengambil risiko seperti ini?

29

Go-jek kini menguatkan dirinya menjadi salah satu startup penyedia jasa transpotasi online. Dengan keramahan dan tariff yang murah, Go-jek menjadi sangat disukai banyak orang. Namun, kini Go-Jek tengah mengalami kecemasan. Sebab, perusahaan yang kini telah memiliki 200.000 orang pengemudi ojek tersebut diketahui sedang berdiskusi mencari calon investor baru. Dengan kata lain, Go-Jek secara perlahan menguras dana subsidi tarif murahnya terus-menerus. Mereka tentu butuh tambahan suntikan dana karena subsidi besar yang digelontorkan untuk pendanaan tarif murah armadanya. Seperti dilansir Reuters, Senin (2/5/2016), pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim, mengakui bahwa tindakan yang kini dilakukan Go-Jek (mengorbankan subsidi demi tarif murah) memberikan dampak besar yang bisa menguras pundi-pundi Go-Jek. "Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah mencari dana tambahan dari para investor. Nantinya dana itu bisa dipakai untuk mengembangkan lini bisnis," ujar pria lulusan Harvard Business School itu.

Nadiem mengungkap, untuk saat ini sudah ada beberapa perusahaan modal dan perusahaan investasi yang berminat menyuntik dana ke Go-Jek untuk tetap mengembangkan Go-Jek. Mereka tertarik karena Go-Jek saat ini memiliki model bisnis dan peluang yang cukup besar di Indonesia. Jadi Go-jek berani melakukan subsidi dengan adanya investor yang bekerjasama dengan mereka.

  1. Mengapa: Go-jek kini menguatkan dirinya menjadi salah satu startup penyedia jasa transpotasi online. Dengan keramahan dan tariff yang murah, Go-jek menjadi sangat disukai banyak orang. Namun, kini Go-Jek tengah mengalami kecemasan. Sebab, perusahaan yang kini telah memiliki 200.000 orang pengemudi ojek tersebut diketahui sedang berdiskusi mencari calon investor baru. Dengan kata lain, Go-Jek secara perlahan menguras dana subsidi tarif murahnya terus-menerus. Mereka tentu butuh tambahan suntikan dana karena subsidi besar yang digelontorkan untuk pendanaan tarif murah armadanya. Seperti dilansir Reuters, Senin (2/5/2016), pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim, mengakui bahwa tindakan yang kini dilakukan Go-Jek (mengorbankan subsidi demi tarif murah) memberikan dampak besar yang bisa menguras pundi-pundi Go-Jek. "Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah mencari dana tambahan dari para investor. Nantinya dana itu bisa dipakai untuk mengembangkan lini bisnis," ujar pria lulusan Harvard Business School itu. Nadiem mengungkap, untuk saat ini sudah ada beberapa perusahaan modal dan perusahaan investasi yang berminat menyuntik dana ke Go-Jek untuk tetap mengembangkan Go-Jek. Mereka tertarik karena Go-Jek saat ini memiliki model bisnis dan peluang yang cukup besar di Indonesia. Jadi Go-jek berani melakukan subsidi dengan adanya investor yang bekerjasama dengan mereka.

Mungkin banyak yang mempertanyakan perihal keuntungan yang di dapat dari Gojek dengan memasang tarif yang sangat murah bagi para customernya. Banyak sekali orang orang yang berfikir dan mempertanyakan darimanakah gojek mendapatkan keuntungan? Sehingga gojek berani menaruh subsidi yang cukup besar untuk menurunkan tariff customernya. Banyak juga yang mempertanyakan apakah Gojek tidak mengalami kerugian dengan memasang tariff serendah itu?

gojek 1|690x331

Dari semua pertanyaan tersebut jawaban nya adalah dengan pengelolahan risiko yang baik dan benar. Gojek sangat berani mengambil risiko dengan memasang tarif serendah mungkin untuk menarik banyak orang untuk memasang dan menggunakan aplikasi nya. Ketika tujuan tersebut telah tercapai maka hal tersebut akan memicu banyak nya para investor yang akan menginvestasikan dana mereka untuk Gojek.

Mungkin keuntungan yang di dapat oleh gojek melalui para customer nya memang kecil. Dan hal tersebut sempat beredar kabar bahwa Gojek mengalami kerugian. Seperti berita yang telah diterbitkan oleh KOMPAS.com bahwa Gojek akui akan kehabisan uang apabila terus memasang harga murah.

Namun hal tersebut dapat diatasi oleh Gojek dengan banyak nya investor yang melakukan investasi serta kerjasama dengan Gojek. Dan Gojek akan mengembangkan bisnis nya dan tentu saja Gojek akan mencari keuntungan tidak hanya dari satu sisi. Jadi dengan adanya investor Gojek dapat mengembangkan bisnis nya dan tentu saja dari pengembangan bisnis tersebut keuntungan lain akan di dapatkan oleh Gojek.

Risiko yang di ambil Gojek memang sangat besar karena pada awal pembukaan untuk menarik customer nya Gojek telah memberikan subsidi yang cukup besar untuk melakukan promosi discount dan lainya. Dan subsidi tersebut di dapat dari para investor tentunya. Dengan pengelolahan dan manajemen risiko yang baik maka gojek akan dapat mengelola bisnis ini secara berkelanjutan. Berikut beberapa arah gojek untuk menghasilkan keuntungan dan tentunya dengan tujuan untuk mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan keuntungan :

1. Gojek Apps as Advertising Media/ Channel

Jumlah user aplikasi Gojek semakin banyak, maka seiring peningkatan jumlah ini menjadikan aplikasi Gojek sebagai salah satu channel/media beriklan yang potensial, karena akan ada banyak orang yang bisa terekspos dengan iklan yang dipasang di dalam aplikasi ini.

Analogi simple nya adalah semakin tinggi rating sebuah program TV (artinya yang nonton makin banyak) maka pengiklan akan semakin mempertimbangkan program tersebut untuk menjadi channel beriklan produk/jasa dia.. dan peningkatan jumlah penonton tersebut juga berarti peningkatan harga/rate setiap pemasangan iklan.

2. Go-Ride Feature Reveals the Location Heatmap

Ketika user menggunakan aplikasi Go-ride maka tentu akan diminta untuk mengisi atau menyebutkan lokasi mereka + tujuan mereka. Kegiatan ini dilakukan di dalam apps, artinya rute-rute tersebut masuk ke dalam database perusahaan Gojek dan Gojek mempunyai data, jalur-jalur mana saja yang sering dilalui pelangganya dan di jam berapa. Lalu cari untungnya gimana? untuk perusahaan pengiklan atau penyedia jasa billboard, informasi rute konsumen adalah data yang sangat berharga. dari sini mereka bisa membuat estimasi RoI (Return of Investment).

3. Go-Mart Reveals Consumers Product Usership

Konsepnya sama dengan Go-Ride. Semua transaksi pembelanjaan barang yang dilakukan akan tersimpan di database GoJek. Data yang bisa digali sangat banyak :

  • Kategori produk yang dibeli (produk pembersih badan, sabun cuci, snack, roti, beras, dll)
  • Brand atau merknya
  • Waktu pembelian (tanggal berapa, jam berapa, channelnya apa : traditional atau modern dll)

4. Go-Food Reveals Consumers’ Food Compsumtion and Brand Behavior

Pada fitur gofood gojek juga memanfaatkan data data pembelian dari customer untuk disimpan pada Gojek akan memicu perusahaan perusahaan untuk ikut kerjasama dengan Gojek.

5. GoJek will receive profit dari provider

Aplikasi GoJek digunakan dengan menggunakan Data. Semakin banyak jumlah aplikasi yang didownload maka otomatis akan bertambah sering juga.penggunaannya. Dan semakin sering penggunaannya maka akan semakin banyak data yang terpakai, hal ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan Telco, dan GoJek bisa mendapatkan revenue sharing dari sini. Bahkan salah satu Telco provider, Tel#omsel sekarang sudah menjalin kerjasama dengan GoJek.. caranya adalah mensuplai/menjadikan kartu telkomsel sebagai kartunya si abang Gojek. Hal ini sangat efektif karena sudah pasti penggunaan data dari telkomsel akan semakin meningkat, belum lagi efek snowballnya ke peningkatan volume call dan sms dari kartu Telkomsel tersebut.

Pada intinya Gojek berani mengambil risiko ini karena Gojek telah memiliki banyak sekali langkah untuk mengurangi risiko kerugian dengan cara mengembangkan bisnis dan melebarkan sayap nya untuk terus dapat dikenal oleh para investor dan menarik semua kalagan bisnis sehingga Gojek dapat digunakan dalam berbagai hal yang menjadi aktivitas semua orang. Baik aktivitas yang sepele sekalipun. Dan gojek tentunya akan selalu menjaga hubungan dengan para investor dan customer customernya.

sumber :
1. http://tekno.kompas.com/read/2016/05/02/11181767/GoJek.Akui.Kehabisan.Uang.gara-gara.Tarif.Murah
2.

3. https://tirto.id/bagaimana-data-pengguna-memberi-untung-bagi-go-jek-cukG

download|478x105

Go-Jek adalah perusahaan transportasi yang melayani angkutan manusia, barang maupun makanan melalui jasa ojek motor dan angkutan transportasi Go-Car yang dapat dipesan melalui aplikasi Go-Jek yang dapat diunduh pada smartphone android maupun IOS, dimana pembayaran layanan Go-jek ini dapat dilakukan melalui transaksi uang cash dan uang digital Go-Pay.
GoPay merupakan sebuah media registrasi pembayaran yang terdapat pada aplikasi Gojek dengan cara pelanggan mengisi saldo GoPay langsung melalui rekning bank dengan pilihan metode deposit saldo melalui ATM, mobile banking, atau internet banking yang akan memberikan kebebasan bertransaksi dimanapun. Pada tahun 2017 lalu, GoJek fokus pada pelayanan Gopay dan Go-points dimana pelanggan akan memperoleh poin dari permainan swipe game token yang didapat dari setiap transaksinya melalui GoPay. Layanan Go-points menawarkan banyak promosi layanan hiburan, ecommerce, kecantikan, hobi, liburan dan kebutuhan sehari-hari.

Layanan GoPay di Indonesia mendapat respon yang luar biasa dan tidak menutup kemungkinan peningkatan layanan GoPay di masa depan akan mendapat posisi yang lebih tinggi dalam layanan transaksi digital. Bagaimana tidak, dengan menggunakan GoPay, maka terdapat banyak promo hampir 50% setiap kali transaksi.

Apakah GoPay merugikan driver? Pendapatan yang diperoleh driver gojek adalah tetap 80% dan 20% untuk perusahaan.
Memang dalam hal ini, perusahaan GoJek pasti merogoh kocek yang cukup besar dalam memberikan subsidi, namun ini bukan tanpa alasan, dan malah semakin banyak investor yang menginvestasikan dana ke perusahaan GoJek. Hal ini dikarenakan :
- Sistem yang dibuat untuk menguntungkan konsumen dan tidak merugikan driver justru menguntungkan bagi perusahaan karena dengan promo yang ditawarkan, membuat orang semakin banyak menggunakan gojek, dengan begitu orderan akan semakin banyak pula.
- Semakin banyak jumlah user aplikasi Gojek, maka pengiklan akan melihat ini sebagai peluang dan menjadikan GoJek sebagai media pengiklan yang potensial.
- Penggunaan rute asal dan tujuan pada Go-Ride, dimana hal ini akan masuk ke dalam database Gojek, dan data ini akan dijadikan estimasi RoI (return of Investment) oleh perusahaaan pengiklan atau penyedia jasa billboard.
- Pada menu GoMart dan GoFood, dapat dilakukan penggalian data transaksi pembelian barang atau makanan yang akan disimpan dalam database gojek, mulai dari kategori produk, brand, dll, yang akan dijadikan data dalam suatu pengambilan keputusan nantinya.
- Aplikasi GoJek digunakan dengan menggunakan Data. Semakin banyak jumlah aplikasi yang didownload maka otomatis akan bertambah sering juga.penggunaannya. Dan semakin sering penggunaannya maka akan semakin banyak data yang terpakai, hal ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan Telco, dan GoJek bisa mendapatkan revenue sharing dari sini.
- Penggunaan GoPay yang semakin meningkat kedepannya dapat menjadi sebuah investasi bagi perusahaan GoJek untuk meraup keuntungan melalui bunga bank.

Source : Iska, 2017. Analisis Presepsi Masyarakat Pengguna Layanan Transaksi Digital Pada Financial Technology, Bandung.

alat transportasi berbasis online dalam beberapa tahun belakangan ini begitu pesat salah satunya adalah gojek. kebutuhan masyarakat yang banyak akan efisiensi waktu membuat pertumbuhan driver gojek semakin banyak. karna permintaan pasar yang beragam gojekpun memberikan servis berupa layanan tidak hanya antar jemput penumpang saja tetapi ada layanan lain seperti Go-send, Go-clean, Go-pulsa, Go-shop, Go-massage, Go-mart, Go-tix, Go-box, Go-glam, Go-auto, Go-med dan Go-busway, walaupun ada beberapa layanan yang belum bisa di terapkan di suatu daerah. polisi-sebut-ojek-online-putar-balik-saat-ada-razia-tak-gentle|670x335 Yang membuat gojek bisa melakukan subsidi yang sangat besar adalah gojek menawarkan jasa bagi penggunanya Rp 10.000 untuk segala tujuan. Syaratnya tidak boleh melebihi 25 kilometer. Konsumen pun ramai-ramai menggunakan jasanya, hingga muncul ketergantungan untuk selalu menggunakan ojek online ini.kebijakan yang sering berganti seperti setelah promo Rp 10.000 disudahi, gojek mulai menjalankan strategi baru. Gojek menaikkan tarif harga menjadi Rp 15.000 ke mana saja dengan syarat yang sama. Pada September 2015, Gojek mengeluarkan kebijakan Rush Hour yakni mulai dari pukul 16.00 – 19.00 wib. Pada jam itu, harga Rp 15.000 hanya berlaku untuk 6 kilometer pertama. Selanjutnya, pelanggan dikenai tarif Rp 2.500 per kilometer.Kebijakan Rush Hour ini cukup cerdas. Gojek bisa menambah potensi pendapatan, jika pada jam biasa Rp 15.000 bisa kemana saja, tetapi pada Rush Hour, pelanggan harus mengeluarkan fulus ekstra jika menempuh pejalanan lebih dari 6 kilometer. Cara itu terus dipertahankan Gojek. Demi menggaet banyak pelanggan, pada Februari 2016, Rush Hour dibuat menjadi dua waktu, yakni pada pukul 06.00 - 09.00 dan 16.00 - 19.00. Di penghujung tahun 2015, Gojek menghapus tarif flat Rp 15.000 ke mana saja. Untuk perjalanan 1 sampai 10 kilometer Gojek memasang tarif Rp 12.000, sementara untuk jarak 10 kilometer sampai 15 kilometer dikenakan tarif Rp 15.000. Jika lebih dari 15 kilometer, maka pelanggan akan dikenai tarif 2.000/kilometer sesudahnya. Tarif itu bertahan sampai tahun 2016. Pada bulan Februari, tarif masih sama, hanya saja pada Rush Hour jam 06.00 sampai 09.00 dan 16.00 sampai 19.00 pelanggan dikenai tarif tambahan sebesar Rp 5.000 untuk satu kali perjalanan. Pada bulan April 2016, Gojek kembali merubah kebijakan tarifnya. Kali ini tidak lagi menggunakan sistem flat atau jarak tertentu. Gojek memberlakukan tarif per kilometer dengan minimum payment. Untuk jam normal, tarif sebesar Rp 1.500 per kilometer dengan minimum pembayaran Rp 12.000, sedangkan untuk Rush Hour tarif sebesar Rp 2.000 per kilometer dengan minimum payment Rp 15.000.

Sumber : http://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/13/095542026/berapa-kucuran-dana-yang-diterima-go-jek

Jadi gojek membuat para pelanggannya tergiur dengan tarif murah agar mereka beralih dari ojek konvensional ke layanan mereka. Namun langkah itu membuat mereka merugi cukup besar, saya pernah membaca pada berita di liputan6 bahwa gojek sempat memotong tarif yang diterima oleh drivernya dalam rangka memangkas subsidi yang diberikan. yang awalnya pengemudi mendapat 4.000 per kilometer sejak diberlakukannya aturan baru pengemudi hanya menerima sebesar 3.000 rupiah saja.
Artikel