Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa disruptive innovation berisiko bagi perkembangan perusahaan?

BU Bunga Arlin 9 years ago

inovasi|690x243

Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut.

Mengapa disruptive innovation berisiko bagi perkembangan perusahaan?

22

Inovasi yang mengganggu itu berisiko bagi perkembangan perusahaan karena perusahaan akan sulit untuk mencapai tujuan bisnisnya yaitu memperoleh keuntungan dan tidak dapat memberi nilai daya saing.
Suatu inovasi dikatakan mengganggu bagi perusahaan lain jika inovasi tersebut membawa teknologi baru yang lebih murah dan memudahkan pelanggan untuk mengaksesnya dibandingkan teknologi yang sudah ada. Inovasi terbaru itulah yang menjadi risiko bagi perusahaan yang terkena dampak disruptive innovation

Inovasi yang mengganggu itu berisiko bagi perkembangan perusahaan karena perusahaan akan sulit untuk mencapai tujuan bisnisnya yaitu memperoleh keuntungan dan tidak dapat memberi nilai daya saing.
Suatu inovasi dikatakan mengganggu bagi perusahaan lain, jika inovasi tersebut membawa teknologi baru yang lebih murah dan memudahkan pelanggan untuk mengaksesnya dibandingkan teknologi yang sudah ada. Inovasi terbaru itulah yang menjadi risiko bagi perusahaan yang terkena dampak disruption innovation.

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj-sIjK57bZAhXIKZQKHWdSBXcQFggrMAA&url=https%3A%2F%2Fjurnal.unigal.ac.id%2Findex.php%2Fgaluhjustisi%2Farticle%2Fdownload%2F797%2F728&usg=AOvVaw2BI8-l9Q-sU7cHyakdaGVB

Disruptive innovation menggambarkan keberlangsungan bisnis,bahwa gagasan teknologi baru
dapat menciptakan pasar baru atau secara radikal akan mengubah atau mengganggu keberlangsungan pasar. Sehingga penting melakukan prediksi distruptive inovasi bagi pemain pasar lama. Hasil buruk dari disruptive inovation yaitu penurunan pangsa pasar, penurunan status bahkan kebangkrutan atau kematian sebuah perusahaan. Sebagai seorang manajer harus dapat mengidentifikasi disruptive inovasi sebelum teknologi tersebut mempengaruhi pasar, sehingga manajer dapat mengambil tindakan untuk mengubah potensi disruptive pasar menjadi peluang baru atau setidaknya dapat mencegah kegagalan perusahaan.Defining and identifying disruptive innovations

Karena disruptive innovation bukanlah teknologi terobosan yang membuat produk/jasa menjadi lebih baik; melainkan inovasi yang membuat produk dan layanan lebih mudah diakses dan terjangkau, sehingga membuat mereka tersedia untuk populasi yang jauh lebih besar dan sangat berpotensi untuk menggantikan suatu teknologi yang sudah ada dengan inovasi yang baru. Hal inilah yang dapat menjadi resiko bagi sebuah perusahaan yang tidak mampu agile(lincah) dalam menghadapi perubahan yang terus menerus ada bahkan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar hingga kematian sebuah perusahaan.
http://kumpulanstudi-aspirasi.com/ekonomi/prof-clayton-m-christensen-disruptive-innovation/

Istilah disruptive innovation mulai dikenal ketika Clayton M. Christensen seorang Profesor Bisnis dari Harvard Business School menerbitkan buku yang berjudul The Innovator Dillema ditahun 1997. Pada awal mulanya Clayton M.Christensen menyebutnya dengan sitilah disruptive technology, namun seiring perkembangan dia pun lebih mempopulerkan istilah disruptive innovation untuk menjelaskan hal tersebut diatas. Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.

Hadirnya, fenomena disruptive innovation telah membawa dunia berubah lebih cepat dari sebelumnya. Globalisasi, jaringan sosial, mobilitas professional, dan keresahan para pekerja telah merata serta memaksa perusahaan untuk fokus dengan pengetahuan pekerjanya. Saat ini, diakui ada banyak pelaku bisnis terganggu oleh globalisasi, pergeseran teknologi, dan pesaing baru. Mereka dipaksa harus menemukan kembali identitas perusahaan mereka. Bahkan di perusahaan-perusahaan yang sehat, inovasi model bisnis sangat penting untuk mempertahankan posisi kompetitif mereka. Model bisnis bergeser dari tempat kerja ke jalanan

Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui alasan mengapa disruptive innovation beresiko bagi perkembangan perusahan, karena apabila perusahan tersebut tidak dapat menerima atau mengimbangi disruptive innovation maka perusahaan tersebut akan terancam keberlangsungannya. Contohnya seperti perusahaan Kodak yang tidak dapat menerima kehadiran kamera digital, Kodak tetap berusaha bertahan dengan memproduksi kamera menggunakan film, karena Kodak berfikir bahwa photographer akan tetap menggunakan kameranya, namun pemikiran tersebut salah para photographer beralih ke kamera digital yang lebih murah, simple, dan dapat langsung menamplikan gambar yang diambil. Oleh karena Kodak tidak mau mengikut arus saat itu akhirnya Kodak gulung tikar.

Fenomena Dsiruptive Innvation

Istilah disruptive innovation mulai dikenal ketika Clayton M. Christensen seorang Profesor Bisnis dari Harvard Business School menerbitkan buku yang berjudul The Innovator Dillema ditahun 1997. Pada awal mulanya Clayton M.Christensen menyebutnya dengan sitilah disruptive technology, namun seiring perkembangan dia pun lebih mempopulerkan istilah disruptive innovation untuk menjelaskan hal tersebut diatas. Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.
Hadirnya, fenomena disruptive innovation telah membawa dunia berubah lebih cepat dari sebelumnya. Globalisasi, jaringan sosial, mobilitas professional, dan keresahan para pekerja telah merata serta memaksa perusahaan untuk fokus dengan pengetahuan pekerjanya. Saat ini, diakui ada banyak pelaku bisnis terganggu oleh globalisasi, pergeseran teknologi, dan pesaing baru. Mereka dipaksa harus menemukan kembali identitas perusahaan mereka. Bahkan di perusahaan-perusahaan yang sehat, inovasi model bisnis sangat penting untuk mempertahankan posisi kompetitif mereka. Model bisnis bergeser dari tempat kerja ke jalanan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui alasan mengapa disruptive innovation beresiko bagi perkembangan perusahan, karena apabila perusahan tersebut tidak dapat menerima atau mengimbangi disruptive innovation maka perusahaan tersebut akan terancam keberlangsungannya. Contohnya seperti perusahaan Kodak yang tidak dapat menerima kehadiran kamera digital, Kodak tetap berusaha bertahan dengan memproduksi kamera menggunakan film, karena Kodak berfikir bahwa photographer akan tetap menggunakan kameranya, namun pemikiran tersebut salah para photographer beralih ke kamera digital yang lebih murah, simple, dan dapat langsung menamplikan gambar yang diambil. Oleh karena Kodak tidak mau mengikut arus saat itu akhirnya Kodak gulung tikar.

Seperti yang diketahui, menurut Clayton Christensen pada website miliknya, Disruptive innovation adalah proses dimana ketika produk atau jasa dimulai dari bagian bawah pasar tetapi akhirnya bergerak naik dan menggusur pesaing mereka. Serta menurutnya fenomena ini terjadi ketika suatu inovasi mengubah pasar atau sektor yang sudah ada dengan memperkenalkan kesederhaan, kenyamanan, aksesibilitas, dan keterjangkauan.

Jadi menurut saya, disruptive innovation berisiko bagi perkembangan perusahaan karena apabila perusahaan tersebut tidak berinovasi untuk melakukan perubahan yang dirasa perlu agar memenuhi kebutuhan konsumen, maka perusahaan tersebut akan mengalami penurunan dan tertinggal dengan kompetitor lain yang menawarkan produk atau jasa serupa tetapi memiliki suatu kelebihan yang akan menarik konsumen.

Referensi : http://www.claytonchristensen.com/key-concepts/