Fire phone merupakan smartphone pertama yang diciptakan oleh Amazon. Smartphone ini sendiri memiliki spesifikasi yang cukup tinggi, diantaranya memiliki memori 32 gb, 13 mp camera, penyimpanan tak terbatas berbasis cloud untuk foto, dapat menjadi member Amazon Prime secara gratis selama 12 bulan setara dengan $99 hingga yang menjadi senjata utamanya adalah memiliki fitur 3D. Fitur yang menjadi keunggulan dari Fire Phone ini, harus bersaing dengan produk iPhone dan Samsung dengan market smartphone yang sudah tinggi.
Lalu, mengapa Fire Phone gagal pada saat itu?
1. Harga yang terlalu mahal
Harga yang setara dengan Apple dan Samsung pada masanya tidak membuat pelanggan meninggalkan smartphone lama mereka. Sehingga, ketika harga telah diturunkan, waktunya sudah tidak tepat.
2. Fitur 3D dan Firefly yang kurang menonjol
Memberikan efek 3D dalam layar kecil, dan fitur Firefly yang dapat mengidentifikasi ribuan item dengan sekali scan seperti lagu dan kode, tidak juga dapat membuat pelanggan terkesima. Seorang analis Gartner Ken Dulaney berkata:
"Tidak ada seorangpun yang peduli dengan itu"
Menurut Dulaney, Firefly tidak bekerja dengan baik karena pada akhirnya pelanggan membeli barang di Amazon melalui laptop/pc.
3. Jeff Bezos terlalu fokus dengan 2 fitur Fire Phone saja
Selama lebih dari 1 jam Jeff membicarakan fitur 3D dan Firefly dimana tidak ada satupun orang yang merasakan kehebatan fitur itu secara langsung. Dilansir dari Survey yang diadakan oleh Most Memorable New Product Launch Survey, terdapat 1 hal yang mereka pelajari dalam dunia bisnis dari peristiwa Fire Phone:
"Pelanggan menginginkan 6 atau lebih informasi sebelum membeli sebuah produk"
Berawal dari $199 menjadi 99 cent, Amazon memutuskan untuk menghentikan produksi Fire Phone tepat setelah 1 tahun peluncuran untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan dari produk yang tidak terjual.
“If you think that’s a big failure, we’re working on much bigger failures right now — and I am not kidding" - Jeff Bezos
Sumber: