Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana cara yang baik untuk berlatih berpikir berorientasi pada Konsumen - Customer Oriented-?

VI Vina Shaw 10 years ago

Berorientasi Konsumen (Customer Oriented) – Bekerja menuntut adanya pandangan positif dan konstruktif dengan orang lain. Ada presentase tinggi waktu akan habis karena berhasil mendengar, memahami dan bekerja dengan banyak orang dari berbagai latar belakang berbeda untuk mencapai hasil “sama untung”

122

Perusahaan di era ini telah banyak yang menerapkan model customer-oriented. Perusahaan atau organisasi menyediakan waktunya untuk mendengarkan dan menjawab kebutuhan-kebutuhan konsumen. Perusahaan berusaha untuk menjawab complain-complain dari pelanggan untuk melakukan perbaikan di dalam perusahaan. Upaya-upaya ini untuk menciptakan pelanggan-pelanggan yang loyal dan menciptakan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

Customer oriented yang behubungan dengan keuntungan jangka panjang perusahaan, tentunya sangat penting untuk diterapkan. Namun tidak semua perusahaan telah menerapkan customer-oriented pada perusahaannya. Menciptakan budaya customer oriented pada budaya kerja perusahaan tidak dapat berlangsung secara instan. Namun menurut Jeff Cornwall, seorang entrepreneurship professor chronicling terdapat beberapa langkah untuk menciptakan budaya berfikir orientasi pada pelanggan:

  • Think Small
    Think small atau berfikir kecil, perusahaan atau individu berusaha untuk berfikir sampai hal-hal yang detail mengenai produk atau jasa yang mereka tawarkan. Mekanisme think small akan membuat pemahaman yang lebih baik pada pelanggan. Think small akan mampu menciptakan perhatian secara personal kepada pelanggan.

  • Merekrut karyawan secara hati-hati
    Untuk dapat mendapatkan karyawan yang berorientasi pelanggan, maka perusahaan melakukan pola rekrutmen secara hati-hati. Pada kasus perusahaan Airciplex, Tom Haarlander sengaja membangun budaya yang berfokus pada pelanggan sebagai perusahaan yang terus tumbuh. Untuk menemukan insinyur yang dapat bekerja dalam lingkungan tim yang kreatif, ia menggunakan wawancara terbuka yang berfokus pada fit-culture. Calon pegawai dimasukkan dalam tim dan diminta untuk menyelesaikan serangkaian tantangan dan mencari jalan keluar pada ruangan terkunci dalam waktu satu jam. Tom Haarlander mencari orang yang dapat menikmati dan bekerja efektif di dalam kelompok yang terdiri dari orang yang berbeda-beda.

  • Berlatih dengan budaya dalam pikiran (Train with culture in mind)
    Training untuk menciptakan budaya customer oriented sangat diperlukan. Dalam kasus ini Sweetwater menempatkan insinyur penjualan yang baru direkrut melalui program pelatihan tiga belas minggu sebelum mereka siap untuk bekerja untuk pelanggan.

  • Pecat dengan cepat
    Beberapa karyawan tidak mampu untuk masuk ke dalam budaya perusahaan. Jika karyawan tidak menerima orientasi pelanggan, maka yang terbaik adalah memindahkan karyawan tersebut dengan cepat sebelum mereka menyebabkan masalah terhadap pelanggan dan mengganggu budaya bisnis perusahaan.

  • Imbalan (Reward)
    Evaluasi karyawan dan imbalan harus terikat dengan buday, untuk mendorong karyawan berfokus pada pelanggan. Penekanan yang kuat terhadap orientasi pelanggan harus ada pada perusahaan didukung dengan reward yang diberikan kepada pegawai yang berprestasi.

  • Komunikasi
    Komunikasi perusahaan dengan pelanggan sangat diperlukan, agar perusahaan mampu untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan. Pada kasus ini, Sweetwater merayakan budaya dan komitmennya kepada pelanggan. Hal ini karena pelanggan adalah prioritas pertama untuk semua orang di perusahaan tersebut.

  • Memimpin dengan memberikan contoh.
    Di dalam perusahaan pimpinan memberikan contoh yang baik bagi pegawai agar memahami apa yang perlu dilakukan. Perusahaan harus tetap memperhatikan m komitmennya terhadap pelanggan.

  • Memandang untuk jangka panjang
    Perusahaan perlu memandang bisnis untuk jangka waktu yang panjang. Sukses dalam bisnis jangka panjang tidak akan terwujud jika perusahaan tidak memberikan banyak perhatian dalam menyesuaikan model bisnis. Selain memiliki model bisnis, membangun budaya yang mendukung komitmen kuat untuk layanan pelanggan sangat diperlukan. Hal ini berfungsi untuk membangun komitmen perusahaan jangka panjang

Menjadikan orientasi pada konsumen dalam sudut pandang untuk pikiran dalam berbisnis akan berpengaruh besar terhadap efektivitas dan efisien nya bisnis kita. Dalam berlatih untuk berpikir berorientasi konsumen salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kemampuan kita untuk memberikan layanan kepada customer dengan baik dan hal kemampuan itu perlu untuk dilakukan terus menerus dan dilatih karena semakin banyak pengalaman dalam memberikan pelayanan kepada customer, semakin baik pula kualitas pelayanan yang dapat kita berikan kepada pelanggan.

Bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan kita dalam kemampuan customer oriented kita?

  • Mendengarkan pelanggan dengan seksama
    Karena pelanggan selalu memiliki kebutuhan, sebisa mungkin kita mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga kita perlu untuk memahami dengan baik kebutuhan seperti apa yang dimiliki pelanggan dan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui mendengarkan apa yang pelanggan butuhkan.

  • Menganalisis kebutuhan pelanggan
    Setelah menjadi pendengar yang baik untuk pelanggan, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah menganalisis kebutuhan pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan dengan baik dan menawarkan solusi yang tepat kepada pelanggan akan memberikan nilai tambah pelanggan terhadap perusahaan.

  • Tidak tergesa-gesa dan sabar
    Untuk menghadapi perilaku pelanggan yang sangat beragam terutama perilaku pelanggan yang negatif, kita perlu mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dan sabar. Tetap tenang dalam keadaan tekanan dari perilaku pelanggan yang negatif tersebut merupakan standar utama untuk memberikan layanan yang baik terhadap pelanggan

  • Jujur dan selalu berpikir positif
    Jujur dalam memberikan layanan kepada pelanggan merupakan salah satu keharusan agar kepercayaan pelanggan dapat kita dapatkan. Mendapatkan kepercayaan pelanggan kepada kita merupakan kemampuan terpenting dalam customer oriented

  • Pengetahuan terhadap produk yang cukup
    Tidak mungkin kita dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap pelanggan bila kita sendiri tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap produk yang kita tawarkan. Jika pengetahuan tentang produk kurang baik, maka pelanggan tidak akan memberikan kepercayaannya terhadap kita dan kita tidak dapat memenuhi kebutuhan yang dimiliki pelanggan.

Referensi : Business Skills and Software

Salah satu cara terbaik untuk memastikan tim yang dimiliki melayani pelanggan dengan baik adalah dengan menciptakan budaya perusahaan yang berfokus pada kepedulian. Menurut situs ada 5 cara membuat budaya customer oriented yaitu :

*

Mulai dari atas

Jangan hanya membuat peraturan untuk memberikan pelanggan pelayanan terbaik tetapi hidupkan kesadaran akan pelayanan terbaik untuk melakukan hal ini dimulai pada jajaran direksi agar dapat menjadi contoh bagi karyawan yang berada di bawahnya, berikan hadiah secara teratur agar karyawan tetap memberikan pelayan terbaik bagi pelanggan serta menjadikan hal tersebut sebagai sebuah perilaku yang akan menjadi karakter untuk publik.

Mempekerjakan orang yang sesuai

Sebelum kita mempekerjakan seseorang kita harus menilai terlebih dahulu apakahorang yang akan dipekerjakan ini sesuai atau tidak dengan budaya yang telah diciptakan di lingkungan tersebut. contohnya jika perusahaan kita memiliki budaya antusias dan bersenang - senang maka seorang pemalutidak cocok untuk bekerja di tempat tersebut.

Libatkan setiap orang

Setiap orang harus dapat berpartisipasi dalam melayani pelang hal ini wajib dilakukanidak peduli apa pekerjaan mereka sebagai apapun, hal ini wajib dilakukan hal ini dikarenakan kita mendapatkan pekerjaan ini dari pelanggan jadi kita harus melayani mereka secara maksimal sebagai wujud rasa terima kasih.

Percayai Tim

Ketika kita telah mengimplementasikan perusahaan , menmpekerjakan orang yang tepat, pastikan untuk segera memulai bekerja hal ini tidak hanya akan memacu karyawan untuk lebih kreatiff dalam melayani pelanggan tetapi juga akan membuat karyawan menjadi lebih bahagia. bahagia bukanhanya karena memili pekerjaan yang baik tetapi juga bahagia karna dapat bekerja sama denganmu.

Buat arus komunikasi yang baik.

Pastikan perusahaan memiliki arus komunikasi yang baik sehingga mudah dalam melakukan komunikasi sehingga karyawan tidak akan merasa menghadapi masalah yang sulit sendirian.

Sifat yang dimiliki pemilik bisnis memiliki dua pilihan dasar ketika melakukan pemasaran produk. Pertama dapat menciptakan produk dan kemudian mencari cara untuk menghasilkan permintaan kalangan konsumen. Sebagai contoh sebuah perusahaan mungkin mempromosikan produk baru. Pilihan kedua adalah mengindentifikas kebutuhan pelanggan dan kemudia membuat produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam model pemasaran, tergantung pada permintaan konsumen untuk menarik produk ke pasar, daripada harus mendorong produk pada konsumen, menurut buku “Marketing Strategy,” oleh Steven P. Schanaars.

Efek yang didapatkan dari customer oriented adalah berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan bukan hanya melakukan penjualan dapat meningkatkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Namun membuat pelanggan perusahaan senang, mereka akan terus membeli produk. Pelanggan akan merasa senang atas rekomendasi yang diberikan perusahaan terhadap orang-orang yang berada di sekitar masyarakat. Dengan kata lain, fokus pada kepuasan pelanggan adalah keputusan keuangan yang cerdas.

Tujuan keseluruhan perusahaan adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan untuk harga yang sesuai. Mencapai hal ini dengan hati- hati, perusahaan akan meneliti perkembangan produk yang ada dalam masyarakat. Mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang tidak terpenuhi oleh pesaing perusahaan, dan perusahaan akan mengisi kebutuhan konsumen yang kurang. Perusahaan menggunakan iklan untuk menjelaskan kepada pelanggan bagaimana produk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Setelah mereka membeli produk, perusahaan menawarkan kepada konsumen yang unggul untuk membiarkan konsumen tahu bahwa perusahaan menghargai dukungan dari konsumen. Setiap kegagalan yang mewakili nilai-nilai yang berorientasi pelanggan, akan membahayakan strategi bisnis secara keseluruhan.

Sumber diambil dari : http://smallbusiness.chron.com/customeroriented-marketing-strategy-65737.html

Dengan menjadi customer centric, Anda akan berkeinginan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan memanjakan mereka dengan produk dan layanan yang mereka mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya, tapi akan segera jatuh cinta dengan produk tersebut (contoh, iPhone Apple atau iPad). Dengan demikian, brand customer centric menciptakan produk, proses, kebijakan dan budaya yang dirancang untuk mendukung pelanggan dengan pengalaman besar karena mereka bekerja menuju tujuan mereka.

Empat praktik terbaik yang menonjol mengenai pelanggan-centricity adalah:

  • Brand yang berkomitmen untuk customer centric pasti akan sangat bergairah, dan benar-benar percaya pelanggan adalah yang utama. Mereka percaya bahwa tanpa pelanggan, mereka tidak bisa sukses dalam bisnis (yang benar) dan ingin melihat dunia melalui mata pelanggan. Pemasar dalam organisasi customer-centric memahami apa yang pelanggan inginkan, dan menggunakan data pelanggan untuk menangkap wawasan pelanggan dan berbagi ini di seluruh organisasi.

  • Brand yang berkomitmen untuk fokus pada pelanggan pada apa keinginan dan kebutuhan pelanggan, dan mengembangkan produk dan layanan di sekitar itu.

  • Brand yang berkomitmen untuk customer centricity fokus pada membangun hubungan yang dirancang untuk memaksimalkan pengalaman produk dan layanan pelanggan.

  • Brand yang berkomitmen untuk centricity pelanggan menganalisa, merencanakan dan menerapkan strategi pelanggan dirumuskan dengan hati-hati yang berfokus pada menciptakan dan menjaga pelanggan menguntungkan dan loyal.

Sumber : http://www.superoffice.com/blog/how-to-create-a-customer-centric-strategy/

10 Key Steps to Customer Orientation

10 Langkah untuk membantu kalian menjadi Customer-Oriented:

  1. Buat proposisi nilai pelanggan (CVP)
    Memutuskan pada tingkat dewan, jumlah total dari manfaat dari kalian sebagai janji vendor untuk memberikan kepada pelanggan kalian, sebagai imbalan atas loyalitas pelanggan.

  2. Merekrut customer yang ramah pelanggan.
    Merekrut berdasarkan sikap, disini adalah untuk melatih mantra keterampilan. Empati, komunikasi dan kemampuan memecahkan masalah yang baik adalah kualitas yang dicari.

  3. Memperlakukan karyawan kalian dengan baik.
    Apa yang dirasakan oleh karyawan, berdampak besar ke bagamana mereka beurusan dengan customer.

  4. Melatih tim.
    Frontline serta staf back-office harus mendapatkan pemahaman penuh tentang customer, produk dan industri yang mendukung mereka. Pembinaan juga harus fokus pada soft skills; komunikasi dan team work.

  5. Walk the talk
    Pemimpin harus sepenuhnya memegang proses orientasi layanan customer.

  6. Melaksanakan program CORE
    CORE merupakan singkatan dari, Customer Orientation, Referencing & Engagement.
    Dalam program ini tim lintas fungsional fokus pada kebutuhan dan perilaku pelanggan serta prosedur internal. Orientasi dibangun di sekitar kebutuhan customer dan profil customer membentuk titik acuan untuk bisnis.

  7. Dengarkan Suara Nasabah (VOC)
    Penilaian jujur dari bagaimana kita bersikap di mata customer adalah penting. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan survei formal kepuasan pelanggan atau dengan mengumpulkan dan merekam komentar customer.

  8. Tentukan standar Anda.
    Dengan menganalisis umpan balik yang diperoleh melalui Program VOC, kalian akan mendapatkan fine tune tingkat layanan sesuai dengan kebutuhan dan harapan customer. Buat Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja Anda dan memperbaiki segala kekurangan.

  9. Berdayakan staf Anda
    Pastikan tim Anda memiliki wewenang untuk menyelesaikan sebagian besar keluhan pelanggan tanpa eskalasi lebih lanjut untuk supervisor.

  10. Co-ordinate functions.
    Hindari silo mentalitas dengan mendorong departemen dan fungsi yang berbeda untuk bekerja sama.

Sumber:
10 Key Steps to Customer Orientation by Ian Miller

Beberapa perusahaan menerapakan cara untuk mengetahui customer experience dengan menggunakan sumber daya yang tepat, namun cara yang juga baik, atau bahkan lebih baik yaitu dengan lebih fokus atau berorientasi langsung dengan pelanggan, atau yang biasa disebut dengan customer oriented.

Customer orinted berarti fokus terhadap apa yang dibutuhkan pelanggan, dengan lebih mengetahui dan berorientasi pada kebutuhannya. Meskipun akan sulit untuk dilakukan dalam dunia bisnis dan perlu sistematika keuangan yang tepat untuk tetap mendapatkan profit, namun hal ini akan lebih terkesan manusiawi dan akan lebih banyak disukai oleh pelanggan.

Beberapa hal berikut merupakan sifat untuk berfikir secara customer oriented :

  1. Merubah orientasi CEO
    Hal ini berarti lebih kepada bagaimana CEO atau pemimpin perusahaan berorientasi untuk meningkatkan bisnisnya. Dengan dimulai dari pemimpin, maka anggota-anggota yang lain akan mengikutinya. Seorang CEO harus dengan tegas menetapkan bahwa apa yang akan diterapkan benar-benar berorientasi pada pelanggan, dan tidak menetapkan harga penjualan dan pemasaran yang tinggi.

  2. Berpikir jangka panjang
    Untuk terus mendapatkan pelanggan yang tetap dan setia, maka yang harus dierapkan adalah dengan bersedia untuk berpikir jangka panjang. Salah satu kuncinya adalah dengan bersabar. Bersabar untuk terus berpromosi, bersabar untuk menciptakan pelayanan yang baik, dan sebagainya. Berpikir jangka panjang disini juga berarti untuk menciptakan dengan baik di segala bidang atau departemen, dimana pengalaman pelanggan pada saat pertama datang adalah yang paling utama, mulai dari awal hingga akhir. Seperti pada perusahaan layar lebar atau bioskop, maka mulai dari aplikasi pemesanan atau pemesanan ditempat, ruang tunggu, kamar mandi, dan kondisi saat film diputar harus terus berjalan baik. Hal ini dimaksudkan supaya pelanggan akan datang kembali di lain waktu dan menciptakan proses bisnis yang baik.

  3. Pahami membuat pengalaman pelanggan micro dan layak investasi
    Pengalaman pelanggan micro yang dimaksud adalah menciptakan pengalaman pelanggan dalam skala kecil, dimana dengan perbuatan atau tindakan yang mungkin dianggap sepele. Pengalaman ini adalah gerakan kecil, halus, mudah diingat, dan terjangkau yang akan selalu diingat oleh pelanggan. Hal ini juga berarti meningkatkan kepedulian akan interaksi terhadap pelanggan, meskipun itu hanya 2 atau 3 menit. Contoh konkrit akan hal ini yaitu layaknya perusahaan Starbucks yang menuliskan nama pelanggannya di setiap gelas minumannya.

  4. Customer Experience adalah pemasaran
    Pemasaran merupakan jalan terbaik untuk lebih dekat dengan pelanggan. Menyediakan konten yang baik dan berharga untuk membuat pelanggan lebih cerdas dan ebih efisien juga merupakan cutomer experience. Pemasaran konten ini juga dapat didukung dengan konten pendidikan yang dapat memperkaya pengetahuan dan kehidupan pelanggan. Pemasaran disini haruslah sesuatu yang unik, baik dari logo, moto, atau apa saja yang dapat terus diingat oleh pelanggan. Dengan terus diingatnya produk perusahaan, maka akan meningkatkan bisnis yang dijalankan. Hal ini mengapa banyak perusahaan yang mengahabiskan banyak tenaga dan ide untuk satu bagian ini.

  5. Berinvestasi pada pengalaman karyawan
    Untuk melaksanakan hal mengenai pelanggan, melakukan segala hal yang berorientasi pada pelanggan, dan hal lainnya, namun yang paling utama adalah karyawan yang menjalankannya. Bagaimana akan menciptakan bisnis yang baik harus dimulai dari karyawan yang mampu dan mau untuk melakukannya. Sehingga untuk melaksanakan bisnis yang baik, hal yang paling utama dan membutuhkan upaya yang besar adalah dengan berinvestasi akan karyawan atau sumber daya manusia yang akan dipekerjakan. Jangan segan-segan untuk menarik dan mempekerjakan orang yang benar-benar berkompeten dalam bidangnya, pilih dan pilah yang tepat, dan terus membuat lingkungan pekerjaan yang baik dan harmonis terhadap karyawan, sehingga akan membuat proses bisnis yang baik dan akan memajukan perusahaan ke arah yang lebih baik.

Referensi : customer-oriented

Meningkatkan orientasi pelanggan - menjadi perusahaan berorientasi pelanggan!

Cara meningkatkan orientasi pelanggan Anda dengan :

  • konsep layanan - konsepsi orientasi pelanggan
  • cek layanan - pelaksanaan pemantauan
  • layanan pelatihan - meningkatkan perilaku dan sikap

Orientasi pasar pelanggan merupakan faktor penentu dalam memberikan sebuah perusahaan dengan keunggulan kompetitif dalam menentukan posisi. Dengan demikian meningkatkan orientasi pelanggan sebagai langkah strategis adalah kunci untuk pengembangan perusahaan.
Untuk keberhasilan seperti inisiatif strategis menentukan untuk mengikuti semua pendekatan . Slogan dan pelatihan perilaku superfisial "... Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda" merupakan jenis yang tidak cukup.

Sebaliknya, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam orientasi pelanggan yang memungkinkan perusahaan untuk membedakan diri dari kompetisi. Hal ini memerlukan pemeriksaan posisi strategis perusahaan, harapan target pelanggan / kelompok pelanggan dan kinerja perusahaan sendiri.

Titik awal untuk konsep keseluruhan orientasi pelanggan adalah konsep orientasi pelanggan untuk dikembangkan dalam kelompok manajemen. Hal ini harus dilakukan tegas dan dilaksanakan dalam perusahaan dengan langkah-langkah yang tepat Disemua tingkatan hirarkis. Hal ini membuat jelas bahwa orientasi pelanggan harus dianggap sebagai tanggung jawab manajemen.

Dalam rangka untuk benar-benar membuat kemajuan konsep orientasi pelanggan
harus merujuk dalam keseluruhan strategi. Proses dalam perusahaan harus diperiksa dan diperoleh sepanjang rantai pelanggan pemasok internal. Pelaksanaan didukung oleh instrumen pemantauan sesuai dengan yang pencapaian target yang relevan dapat sistematis dilacak.

Selain kepemimpinan dan sistem umpan balik (data kunci, manajemen penilaian,dll) harus berorientasi pada konsep. Hal ini berarti mengintegrasikan orientasi pelanggan dalam pengembangan staf eksekutif dan tenaga kerja, tujuan yang disepakati dan kebijakan rekrutmen.

Sebuah prosedur diuji untuk meningkatkan orientasi pelanggan :

  • Pemilihan lokasi untuk orientasi pelanggan dalam perusahaan
  • Mengembangkan konsep orientasi pelanggan dengan manajemen
  • Mengkomunikasikan konsep orientasi pelanggan - yang melibatkan tenaga kerja
  • Mengintegrasikan konsep dalam pelatihan eksekutif dan karyawan lainnya serta dalam proses human resources
  • Mengembangkan instrumen pengukuran (indeks kepuasan pelanggan)
  • Mengukur orientasi pelanggan internal dan eksternal
  • Mendefinisikan langkah-langkah untuk meningkatkan orientasi pelanggan
  • Menghubungkan inisiatif untuk orientasi pelanggan dengan proses CIP
  • Lokakarya antarmuka untuk meningkatkan kerjasama internal
  • Mengarahkan proses dengan cara berorientasi pelanggan
  • Ulasan reguler pada status orientasi pelanggan

Orientasi pelanggan banyak dianggap sebagai jangka panjang dan subjek yang kompleks untuk pengembangan perusahaan. Ketika konsisten dan komprehensif mendekatinya sama meliputi strategis, budaya dan perilaku aspek, serta faktor-faktor operasional dan metodologis.

Sumber : jp-consulting

Customer Oriented Business Approach

Sumber : https://marketingforbeginner.blogspot.co.id/2011/01/customer-oriented-approach-one-of.html

Konsep pemasaran modern adalah sebuah konsep yang menganut pemahaman bahwa kegiatan pemasaran fokus pada konsumen atau kita dapat mengatakan pelanggan berorientasi bisnis. Konsep ini sangat populer, karena kegiatan pemasaran konsep ini dibangun di atas asumsi dari layanan manajemen pelanggan sebagai berikut:

  1. Lebih banyak pelanggan tahu apa yang mereka butuhkan.
  2. Orientasi untuk kebutuhan pelanggan sebagai target utama untuk keberhasilan kegiatan pemasaran.
  3. Penelitian Pemasaran membantu dalam menentukan kebutuhan pelanggan persis.
  4. Pelanggan yang puas akan menghargai produsen dengan pembelian ulang.
  5. Perbedaan penawaran yang kompetitif penting bagi pelanggan dalam mengidentifikasi produk yang menarik.

Customer oriented marketing business approach

  1. Marketing Proses manajemen dilakukan untuk mengenali, mengantisipasi dan memuaskan pelanggan untuk mendapatkan bisnis yang menguntungkan.

  2. Kegiatan fundamental pembuatan kebijakan yang berfokus pada pemilihan dan pengembangan produk yang paling cocok untuk penjualan, promosi dan distribusi untuk mencapai hasil yang optimal.

  3. Fokus dan berkonsentrasi penggunaan sumber daya modal dan usaha untuk tujuan tertentu.

  4. Pemasaran dimulai dari mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, setelah mendapatkan pelanggan perlu Anda capai:
  5. Menciptakan nilai bagi pelanggan
  6. Mencapai keunggulan diferensial dalam persaingan

  7. Pemasaran fungsional adalah kegiatan bisnis yang positif, dirancang dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan stakeholder.

Isu-isu penting dalam pendekatan atau manajemen pelanggan layanan berorientasi pelanggan adalah bagaimana:

  • Mengoptimalkan Customer Lifetime Value
    Jumlah total nilai manfaat yang diperoleh dari pelanggan di semua siklus hidup pelanggan. Oleh karena itu konsep pemasaran berdasarkan pada nilai pelanggan akan dapat memaksimalkan return bagi para pemegang saham, untuk mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan, dan membantu memfasilitasi perusahaan dalam mengembangkan nilai bagi pelanggan.

  • Membuat ekuitas pelanggan
    Ekuitas pelanggan adalah nilai seumur hidup total semua pelanggan dari perusahaan. Dengan demikian, semakin loyal pelanggan semakin tinggi ekuitas pelanggan.

  • Membangun hubungan pelanggan
    Hubungan pelanggan adalah konsep pemasaran yang menekankan konsumen sebagai mitra. Dalam praktek bisnis, dapat terbentuk dari aspek yang terlibat dalam bisnis. Tujuannya adalah untuk menghasilkan ekuitas pelanggan yang tinggi.

Ada lima tingkatan membangun hubungan dengan pelanggan:

  1. pemasaran Dasar: penjual hanya menjual produk.

  2. pemasaran Reaktif: penjual menjual produk dan meyakinkan pelanggan untuk menelepon jika Anda memiliki pertanyaan, komentar atau keluhan.

  3. pemasaran Akuntabel: penjual memanggil pelanggan untuk mengetahui apakah produk memenuhi harapan mereka dan meminta pelanggan tentang usulan perbaikan produk.

  4. pemasaran Proaktif: penjual menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan saran tentang manfaat dari produk yang telah dikembangkan.

  5. pemasaran Kemitraan: perusahaan bekerja terus menerus untuk membantu meningkatkan kinerja untuk pelanggan.

Perusahaan yang beroperasi berdasarkan kemitraan pelanggan, yang didukung oleh database pelanggan dan mengembangkan komunikasi interaktif dengan konsumen (dengan kata lain untuk mendengar suara pelanggan), akan dapat dengan mudah membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan. Hal ini diyakini oleh para ahli dan praktisi pemasaran.

Apa Itu Berpikir Berorientasi Pada Konsumen

by Nina Simosko


Ketika anda bekerja disebuah perusahaan produk untuk konsumen, tentu anda akan dengan mudah mengetahui siapa pelanggan anda. Mereka adalah orang-orang yang membeli produkmu bukan? Lalu bagaimana jika anda bekerja di perusahaan multinasional ? Siapakah pelanggan anda?

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui perbedaan klien atau konsumen. WiseGeek menunjukkan bahwa melihat ke sejarah kata-kata dapat memberikan kita beberapa arah. Kata pelanggan berhubungan dengan kebiasaan dalam arti bahwa hal yang dilakukan. Sementara klien berasal dari bahasa latin yang berarti pengikut atau yang bergantung. Ada beberapa artian lain yaitu :

  • Pelanggan : Seseorang atau badan yang membeli barang atau jasa. Hubungan pelanggan biasanya bergantung pada jumlah transaksi yang dilakukannya.

  • Klien : Seseorang atau badan yang tidak hanya membeli jasa atau produk tetapi juga mencari nasihat. Hal ini mengakibatkan hubungan yang lebih dalam ketimbang pelanggan.

Apa yang kami lihat selama beberapa dekade terakhir adalah hubungan antara bisnis kami dan pelanggan kami. Ada pendekatan yang semakin canggih yaitu tidak hanya nilai transaksi, tetapi juga dalam keterlibatan yang semakin dalam. Terkadang hal ini terjadi pada sistem manajemen hubungan pelanggan, branding dan media sosial. Seringkali kita memantau titik pantau, melacak dan mengevaluasinya. Data tersebut dikumpulkan dan dicocokkan untuk membantu proses bisnis, produk dan layanan pelanggan yang meningkat.Tetapi bagi saya yang terpenting ialah meningkatkan pelanggan menjadi klien dalam perusahaan kami. Namun, jangan pula melupakan bahwa pelanggan memiliki klien masing-masing.