Istilah “burn rate” biasanya menunjukan “laju dari perusahaan baru dalam mengeluarkan modal usaha untuk membiayai keperluan aktivitas bisnis sebelum menghasilkan positif cash flow. Dengan kata lain “burn rate” merupakan negatif cash flow, dimana uang yang digunakan startup tersebut pada tiap bulan untuk tetap menjalankan operasinya.
Ada beberapa cara untuk mengontrol burn rate dalam sebuah startup:
-
Outsourcing
Mempekerjakan tim outsourcing merupakan cara terbaik untuk mengurangi biaya yang tidak perlu saat membuat produk berkualitas tinggi dan memerlukan waktu cepat untuk dipasarkan. -
Bergerak Gesit
Kemampuan untuk mengidentifikasi dengan cepat konsep-konsep yang tidak bekerja dan berporos cepat sangat penting untuk sebuah startup, hal tersebut dapat mengurangi burn rate. -
Fokus terhadap Return On Investment
-
Mengelola Pengeluaran
Dengan melacak cash flow serta menganalisis sumber biaya, dapat dietahui kemana dana telah digunakan dan juga bisa menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu dalam mejalankan aktivitas bisnis. -
Tumbuh pada tingkat yang bisa dikelola
Pertumbuhan yang tidak terkendali bisa lebih membahayakan sebuah startup daripada tidak adanya pertumbuhan sama sekali. Burn rate dapat mengidentifikasi jumlah waktu yang dimiliki sebuah startup sebelum kehabisan modal, pertumbuhan yang tidak terkendali dapat membuat jumlah waktu yang dimiliki akan semakin sempit(kecuali startup tersebut bisa mendapatkan lebih banyak modal dengan cepat).
Bagaimana cara untuk mengontrol burn rate dalam sebuah startup ?
Referensi: https://medium.com/@eastern_peak/how-to-reduce-startup-burn-rate-7c19f6ac9df5