Uber merupakan transportasi online pertama yang sudah mendunia, termasuk di Indonesia. CEO uber bernama Travis Kalanick. Seperti dikatakan Business Insider, sebuah perusahaan bernama UberCab berhasil menarik perhatian masyarakat di San Fransisco dengan membuat sebuah aplikasi yang memungkinkan Anda untuk memanggil mobil via smartphone. Uber telah beroperasi di 58 negara dan dihargai lebih dari USD50 miliar. Nilai uber sebagai sebuah perusahaan terus meningkat. Contoh negara yang menggunakan transportasi online uber antara lain: Amerika Serikat, Indonesia, Inggris, Jerman, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Jepang.
Sejak awal berdirinya uber hingga sukses sekarang ini, uber memiliki sejarah sebagai berikut:
Desember 2008: Kalanick pertama kali mendengar ide untuk Uber pada konferensi teknologi LeWeb. Dia berpikir Uber dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi harga sewa mobil dengan membuat transaksi melalui ponsel Anda.
Maret 2009: Uber dibentuk dengan nama UberCab, sebuah layanan sewa mobil. Garrett Camp, Oscar Salazar dan Conrad Whelan membuat versi pertama dari UberCab. Kalanick mendapatkan jabatan sebagai "mega adviser" dan juga "chief incubator".
Januari 2010: Kalanick menuliskan sebuah tweeet, "Mencari produk manager/business developer untuk layanan berbasis lokasi. Sedang dalam tahap pre-launch, saham besar - ada tips?" Ryan Graves, yang kemudian dijadikan CEO, lalu merespons tweet ini.
Juni 2010: Uber diluncurkan di San Fransisco. Ketika itu, layanan Uber memiliki harga 1,5 kali lebih mahal dari layanan taksi biasa. Meskipun begitu, karena para pengguna Uber dapat memesan mobil dengan cara yang sangat praktis, dengan cepat layanan ini menjadi populer.
Oktober 2010: Uber mendapatkan pendanaan sebesar USD1.25 juta dari First Round Capital, Chris Sacca, teman Kalanick dan Shawn Fanning, co-founder dari Napster.
Desember 2010: Ryan Graves, yang ketika itu menjabat sebagai CEO, mengundurkan diri dari jabatannya untuk digantikan Kalanick. Graves lalu menjadi General Manager. Keduanya berkata bahwa perubahan posisi ini terjadi tanpa masalah.
Februari 2011: Uber mendapatkan pendanaan Seri A sebesar USD11 juta, yang membuat harga perusahaan menjadi USD60 juta.
Mei 2011: Uber diluncurkan di New York, yang hingga kini menjadi pasar terbesar Uber dan juga pasar di mana muncul banyak masalah untuk Uber. Sejak tahun 2011 hingga sekarang, jasa Uber telah digunakan sebanyak 82.000 kali per hari.
Desember 2011: Uber mulai melakukan ekspansi ke luar negeri, dimulai dari Paris, Perancis. Uber juga berhasil mendapatkan pendanaan seri B sebesar USD32 juta dari Menlo Ventures, Jeff Bezos, CEO Amazon dan Goldman Sachs.
Juli 2012: Uber memperkenalkan Uber X, yang merupakan layanan dengan harga yang lebih murah. Saat pertama kali diluncurkan, Uber X menyediakan layanan dengan harga 35 persen lebih murah dari layanan sewa mobil. Selain itu, Uber juga menyediakan mobil seperti Prius dan Cadillac Escalade. Kalanick berkata, "Uber adalah layanan yang menggabungkan gaya hidup dan logistik."
Agustus 2012: Lyft, yang dianggap sebagai saingan utama Uber, diluncurkan di San Fransisco. Dan hal ini mengawali terjadinya perang harga di antara keduanya.
Agustus 2013: Uber mulai melebarkan sayap ke India dan Afrika. Mereka juga berhasil mendapatkan pendanaan seri C dengan investasi sebesar USD258 juta dari Google Ventures. Kali itu, Uber berhasil mendapatkan total investasi sebesar USD3.76 M.
April 2014: Uber memulai layanan UberRUSH, yang merupakan layanan pengantar barang menggunakan sepeda di Manhattan. Layanan ini dimulai dengan harga datar seharga USD15.
Juli 2014: Uber memasuki pasar Tiongkok setelah berhasil mengumpulkan dana investasi sebesar USD1.2 M. Tiongkok tampaknya akan menjadi pasar terbesar Uber. Hingga kini, 4 dari 10 kota terbesar Uber berada di Tiongkok.
Desember 2014: Uber berhasil mendapatkan dana sebesar USD600 juta dari Baidu. Fitur map dan mobile search Baidu juga mulai terintegrasi dengan Uber. Dan tampaknya, ketika itu, Uber sedang mempersiapkan diri untuk bersaing dengan perusahaan teknologi lain yang ada di Tiongkok.
Januari 2015: Uber meluncurkan UberCARGO di Hong Kong.
Maret 2015: Uber memulai proses pembelian deCarta, startup yang bergerak di bidang pemetaan. Tampaknya Uber ingin mengurangi tingkat ketergantungannya pada Google Maps.
April 2015: Uber meluncurkan UberEATS, layanan pengantar makanan yang disebutkan akan mengantarkan makanan dalam hitungan menit. Layanan ini muncul pertama kali di 4 kota: LA, Barcelona, Chicago dan New York.
Mei 2015: Uber memperkerjakan 40 orang dari Carnegie Mellon University untuk menjadi staf di fasilitas riset robotik mereka, yang dibuka pada bulan Februari dan dikabarkan sedang berusaha membuat mobil tanpa sopir. Sebelum ini, Kalanick pernah berkata, "Satu alasan mengapa layanan Uber mahal adalah karena Anda tidak hanya membayar sewa mobil - Anda juga harus membayar sang sopir."
Juni 2015: Berbagai protes keras muncul di Perancis. Protes ini dilakukan para sopir taksi dan pendukung mereka. Mereka melakukan protes dengan memblokir jalan, membakar ban dan menyerang orang yang mereka duga sebagai sopir Uber.
Juni 2015: California Labor Commission menyebutkan bahwa sopir Uber adalah orang yang bekerja di bawah Uber bukan rekan Uber. Hal ini membuat banyak orang mempertanyakan model bisnis yang Uber gunakan. Keputusan ini muncul setelah seorang sopir Uber di San Fransisco, Barbara Ann Berwick, memutuskan untuk menggugat Uber.
September 2015: Uber di Tiongkok berhasil mendapatkan pendanaan sebesar USD1.2 M untuk bersaing di pasar Tiongkok. Didi Kuaidi, pesaing terbesar Uber di Tiongkok, merespons dengan mengumpulkan dana sebesar USD3 M.
Adapun ketakutan terhadap Kalanick, pada saat itu Kalanick sebenarnya sedang cemas sehingga ia takut memulai bisnis baru. Karena dua perusahaan startup yang dia dirikan kurang sesuai harapan. Dia tak ingin gagal lagi, terlebih usianya semakin tua. Kalanick mengatakan:
“Aku sudah menjalani delapan tahun yang sungguh berat sebagai entrepreneur. Jadi aku belum siap”.
Kalanick memang ingin jadi pengusaha teknologi sukses, bahkan dia memilih drop out dari University of California di Los Angeles demi mengejar mimpinya. Tapi waktu itu, di usia lebih dari 30 tahun, dia merasa belum berhasil.
Tetapi Camp akhirnya berhasil meyakinkan Kalanick. Layanan UberCab pun lahir di San Francisco pada tahun 2010 dengan dana terbatas dan sedikit karyawan. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini, di mana pengguna tinggal memanggil taksi dan membayar dengan kartu kredit, membuatnya mulai dilirik.
Cobaan pertama datang di bulan Oktober 2010. San Francisco Municipal Transportation Agency mempermasalahkan penggunaan kata cab atau taksi di UberCab. Soalnya, mereka tidak beroperasi dengan lisensi taksi.
Perusahaan yang masih muda ini akhirnya menghilangkan Cab sehingga namanya jadi Uber saja. Tak lama kemudian, pendanaan berdatangan. Februari 2011, Uber mendapat investasi USD 10 juta dari Benchmark yang membuat nilai perusahaan jadi USD 60 juta.
Periode pendanaan selanjutnya pada Oktober 2011 menarik nama investor besar. Uber pun semakin membesar dan pada tahun 2014 sudah bernilai diperkirakan USD 17 miliar.
Begitulah, kini Uber sudah beroperasi di banyak kota di seluruh dunia dan menjadi andalan banyak orang untuk bepergian. Tetapi protes pada mereka tidak berhenti, terutama dari para sopir dan perusahaan taksi yang menganggap Uber ilegal.
Sumber:
http://teknologi.metrotvnews.com/read/2015/09/14/430940/uber-bukan-perusahaan-kacangan-mereka-sudah-kebal-diuber-uber
https://inet.detik.com/cyberlife/d-2953056/kisah-kelahiran-uber-aplikasi-pengguncang-industri-taksi
http://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/13094187/pendiri.sekaligus.ceo.uber.resmi.mengundurkan.diri