Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana cara Uber tetap bertahan dengan ketatnya persaingan transportasi online yang sejenis?

BA Bambang Susanto 9 years ago

gojek-grab-uber|690x231

Uber merupakan aplikasi transportasi online yang berasal dari Amerika. Saat ini, Uber menduduki peringkat pertama dalam layanan transportasi berbasis online di dunia. Dengan banyaknya pesaing yang muncul (Go-Jek dan Grab), bagaimana cara Uber tetap bertahan?

28

Uber merupakan transportasi online pertama yang sudah mendunia, termasuk di Indonesia. CEO uber bernama Travis Kalanick. Seperti dikatakan Business Insider, sebuah perusahaan bernama UberCab berhasil menarik perhatian masyarakat di San Fransisco dengan membuat sebuah aplikasi yang memungkinkan Anda untuk memanggil mobil via smartphone. Uber telah beroperasi di 58 negara dan dihargai lebih dari USD50 miliar. Nilai uber sebagai sebuah perusahaan terus meningkat. Contoh negara yang menggunakan transportasi online uber antara lain: Amerika Serikat, Indonesia, Inggris, Jerman, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Jepang.

Sejak awal berdirinya uber hingga sukses sekarang ini, uber memiliki sejarah sebagai berikut:

Desember 2008: Kalanick pertama kali mendengar ide untuk Uber pada konferensi teknologi LeWeb. Dia berpikir Uber dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi harga sewa mobil dengan membuat transaksi melalui ponsel Anda.

Maret 2009: Uber dibentuk dengan nama UberCab, sebuah layanan sewa mobil. Garrett Camp, Oscar Salazar dan Conrad Whelan membuat versi pertama dari UberCab. Kalanick mendapatkan jabatan sebagai "mega adviser" dan juga "chief incubator".

Januari 2010: Kalanick menuliskan sebuah tweeet, "Mencari produk manager/business developer untuk layanan berbasis lokasi. Sedang dalam tahap pre-launch, saham besar - ada tips?" Ryan Graves, yang kemudian dijadikan CEO, lalu merespons tweet ini.

Juni 2010: Uber diluncurkan di San Fransisco. Ketika itu, layanan Uber memiliki harga 1,5 kali lebih mahal dari layanan taksi biasa. Meskipun begitu, karena para pengguna Uber dapat memesan mobil dengan cara yang sangat praktis, dengan cepat layanan ini menjadi populer.

Oktober 2010: Uber mendapatkan pendanaan sebesar USD1.25 juta dari First Round Capital, Chris Sacca, teman Kalanick dan Shawn Fanning, co-founder dari Napster.

Desember 2010: Ryan Graves, yang ketika itu menjabat sebagai CEO, mengundurkan diri dari jabatannya untuk digantikan Kalanick. Graves lalu menjadi General Manager. Keduanya berkata bahwa perubahan posisi ini terjadi tanpa masalah.

Februari 2011: Uber mendapatkan pendanaan Seri A sebesar USD11 juta, yang membuat harga perusahaan menjadi USD60 juta.

Mei 2011: Uber diluncurkan di New York, yang hingga kini menjadi pasar terbesar Uber dan juga pasar di mana muncul banyak masalah untuk Uber. Sejak tahun 2011 hingga sekarang, jasa Uber telah digunakan sebanyak 82.000 kali per hari.

Desember 2011: Uber mulai melakukan ekspansi ke luar negeri, dimulai dari Paris, Perancis. Uber juga berhasil mendapatkan pendanaan seri B sebesar USD32 juta dari Menlo Ventures, Jeff Bezos, CEO Amazon dan Goldman Sachs.

Juli 2012: Uber memperkenalkan Uber X, yang merupakan layanan dengan harga yang lebih murah. Saat pertama kali diluncurkan, Uber X menyediakan layanan dengan harga 35 persen lebih murah dari layanan sewa mobil. Selain itu, Uber juga menyediakan mobil seperti Prius dan Cadillac Escalade. Kalanick berkata, "Uber adalah layanan yang menggabungkan gaya hidup dan logistik."

Agustus 2012: Lyft, yang dianggap sebagai saingan utama Uber, diluncurkan di San Fransisco. Dan hal ini mengawali terjadinya perang harga di antara keduanya.

Agustus 2013: Uber mulai melebarkan sayap ke India dan Afrika. Mereka juga berhasil mendapatkan pendanaan seri C dengan investasi sebesar USD258 juta dari Google Ventures. Kali itu, Uber berhasil mendapatkan total investasi sebesar USD3.76 M.

April 2014: Uber memulai layanan UberRUSH, yang merupakan layanan pengantar barang menggunakan sepeda di Manhattan. Layanan ini dimulai dengan harga datar seharga USD15.

Juli 2014: Uber memasuki pasar Tiongkok setelah berhasil mengumpulkan dana investasi sebesar USD1.2 M. Tiongkok tampaknya akan menjadi pasar terbesar Uber. Hingga kini, 4 dari 10 kota terbesar Uber berada di Tiongkok.

Desember 2014: Uber berhasil mendapatkan dana sebesar USD600 juta dari Baidu. Fitur map dan mobile search Baidu juga mulai terintegrasi dengan Uber. Dan tampaknya, ketika itu, Uber sedang mempersiapkan diri untuk bersaing dengan perusahaan teknologi lain yang ada di Tiongkok.

Januari 2015: Uber meluncurkan UberCARGO di Hong Kong.

Maret 2015: Uber memulai proses pembelian deCarta, startup yang bergerak di bidang pemetaan. Tampaknya Uber ingin mengurangi tingkat ketergantungannya pada Google Maps.

April 2015: Uber meluncurkan UberEATS, layanan pengantar makanan yang disebutkan akan mengantarkan makanan dalam hitungan menit. Layanan ini muncul pertama kali di 4 kota: LA, Barcelona, Chicago dan New York.

Mei 2015: Uber memperkerjakan 40 orang dari Carnegie Mellon University untuk menjadi staf di fasilitas riset robotik mereka, yang dibuka pada bulan Februari dan dikabarkan sedang berusaha membuat mobil tanpa sopir. Sebelum ini, Kalanick pernah berkata, "Satu alasan mengapa layanan Uber mahal adalah karena Anda tidak hanya membayar sewa mobil - Anda juga harus membayar sang sopir."

Juni 2015: Berbagai protes keras muncul di Perancis. Protes ini dilakukan para sopir taksi dan pendukung mereka. Mereka melakukan protes dengan memblokir jalan, membakar ban dan menyerang orang yang mereka duga sebagai sopir Uber.

Juni 2015: California Labor Commission menyebutkan bahwa sopir Uber adalah orang yang bekerja di bawah Uber bukan rekan Uber. Hal ini membuat banyak orang mempertanyakan model bisnis yang Uber gunakan. Keputusan ini muncul setelah seorang sopir Uber di San Fransisco, Barbara Ann Berwick, memutuskan untuk menggugat Uber.

September 2015: Uber di Tiongkok berhasil mendapatkan pendanaan sebesar USD1.2 M untuk bersaing di pasar Tiongkok. Didi Kuaidi, pesaing terbesar Uber di Tiongkok, merespons dengan mengumpulkan dana sebesar USD3 M.

Adapun ketakutan terhadap Kalanick, pada saat itu Kalanick sebenarnya sedang cemas sehingga ia takut memulai bisnis baru. Karena dua perusahaan startup yang dia dirikan kurang sesuai harapan. Dia tak ingin gagal lagi, terlebih usianya semakin tua. Kalanick mengatakan:

“Aku sudah menjalani delapan tahun yang sungguh berat sebagai entrepreneur. Jadi aku belum siap”.

Kalanick memang ingin jadi pengusaha teknologi sukses, bahkan dia memilih drop out dari University of California di Los Angeles demi mengejar mimpinya. Tapi waktu itu, di usia lebih dari 30 tahun, dia merasa belum berhasil.

Tetapi Camp akhirnya berhasil meyakinkan Kalanick. Layanan UberCab pun lahir di San Francisco pada tahun 2010 dengan dana terbatas dan sedikit karyawan. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini, di mana pengguna tinggal memanggil taksi dan membayar dengan kartu kredit, membuatnya mulai dilirik.

Cobaan pertama datang di bulan Oktober 2010. San Francisco Municipal Transportation Agency mempermasalahkan penggunaan kata cab atau taksi di UberCab. Soalnya, mereka tidak beroperasi dengan lisensi taksi.

Perusahaan yang masih muda ini akhirnya menghilangkan Cab sehingga namanya jadi Uber saja. Tak lama kemudian, pendanaan berdatangan. Februari 2011, Uber mendapat investasi USD 10 juta dari Benchmark yang membuat nilai perusahaan jadi USD 60 juta.

Periode pendanaan selanjutnya pada Oktober 2011 menarik nama investor besar. Uber pun semakin membesar dan pada tahun 2014 sudah bernilai diperkirakan USD 17 miliar.

Begitulah, kini Uber sudah beroperasi di banyak kota di seluruh dunia dan menjadi andalan banyak orang untuk bepergian. Tetapi protes pada mereka tidak berhenti, terutama dari para sopir dan perusahaan taksi yang menganggap Uber ilegal.

Sumber:

http://teknologi.metrotvnews.com/read/2015/09/14/430940/uber-bukan-perusahaan-kacangan-mereka-sudah-kebal-diuber-uber
https://inet.detik.com/cyberlife/d-2953056/kisah-kelahiran-uber-aplikasi-pengguncang-industri-taksi
http://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/13094187/pendiri.sekaligus.ceo.uber.resmi.mengundurkan.diri

Kini, pengguna layanan transportasi on-demand sedang bertranformasi. Di Indonesia, GO-JEK dan Grab sama-sama menggenjot pemakaian uang elektronik masing-masing, GO-PAY dan GrabPay. Jika pada akhirnya SoftBank, kini sebagai investor terbesar Uber, memutuskan untuk mendorong peleburan operasional Grab dan Uber di Asia Tenggara, hal ini akan menandai persaingan yang mengerucut di Indonesia, meskipun GO-JEK sudah meniatkan ekspansi ke negara-negara tetangga.

"Lautan hijau" di jalanan hanya menjadi awal persaingan dua perusahaan ini. Persaingan layanan pembayaran menjadi arena peperangan berikutnya. Di tahun 2018, Go-Pay sudah siap untuk keluar dari ekosistemnya dengan mengakuisisi payment gateway offline Kartuku dan online Midtrans sebagai kendaraannya. Di sisi lain, Grab menggandeng Ovo, yang dikembangkan Lippo Digital, untuk melanjutkan solusi uang elektroniknya. Uber, berada di antara keduanya, mencoba menggandeng Tokopedia dan BBM sebagai mitra.

GO-JEK, memiliki lebih dari 200.000 pengemudi, dan GrabBike, yang berada di posisi kedua. Keduanya terus-menerus terlibat dalam perang harga. Pelanggan tidak ragu untuk beralih antara GO-JEK dan GrabBike jika ada yang menawarkan promosi yang lebih baik daripada yang lain. Uber juga meluncurkan uberMOTOR pada bulan April.

Untuk bersaing, Uber, yang kini tersedia di empat kota di Indonesia, harus memangkas tarifnya secara signifikan. Dengan harga 1.000 rupiah (7 sen) per kilometer, tarif UberMotor hanya sekitar 10% dari tarif minimum GO-JEK dan GrabBike. Selain kartu kredit, pengguna dapat membayar wahana mereka dengan uang tunai, metode pembayaran yang disukai di ekonomi berbasis uang yang didominasi oleh Indonesia.

Dengan diperkenalkannya UberPOOL, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara untuk menyambut layanan carpooling. "Carpooling bukanlah sesuatu yang baru di Jakarta, menggunakan uberPOOL, ride sharing bisa semudah mengklik tombolnya, sekaligus mengurangi kemacetan," kata Mike Brown, General Manager Regional Uber Asia Pacific.

Menurut data, 20 juta perjalanan UberPOOL dilakukan setiap bulan di China. Layanan ini memungkinkan para penumpang untuk berbagi tumpangan dengan mencocokkan penumpang di daerah tersebut dengan mereka yang bepergian ke arah yang sama. Layanan carpooling membuat wahana mobil sekitar 25% lebih murah bagi pengguna individual karena tarifnya terbagi.

Uber mungkin memiliki keunggulan di Indonesia dengan strategi inovatif ini, namun tidak lama. Jika terbukti berhasil, Uber harus waspada bahwa penyedia layanan yang bersaing akan mengambil ide ini.

Berikut adalah hasil survey dari pengguna ketiga transportasi online tersebut:
hometree-uber-for-last-mile-transportation-22-638|638x479

Sumber:
* https://dailysocial.id/post/uber-asia-tenggara-bertahan
* https://www.arcadier.com/learn/articles/can-uber-survive-in-indonesia-s-competitive-on-demand-market

Uber sebelumnya tengah tertimpa masalah bertubi-tubi yang mengakibatkan sejumlah eksekutifnya mengundurkan diri dari perusahaan. Bahkan pendiri sekaligus CEO Uber, Travis Kalanick, juga akhirnya memutuskan untuk mengambil cuti sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Sepeninggalan Kalanick, bisnis Uber tampaknya tetap dapat bertahan dari serangkaian skandal yang telah melanda perusahaan itu.menurut sebuh laporan, perusahaan mengatakan bahwa gross booking untuk berkendara naik 10% dari kuartal sebelumnya. Kerugian yang dialami Uber juga tengah berkurang selama ini meskipun tidak jelas berapa jumlahnya.

Sebuah panggilan juga dilakukan dengan maksud menenangkan para investor yang cemas akibat perusahaan dengan nilai USD69 miliar telah tertimpa masalah dan skandal selama berbulan-bulan yang membuat perusahaan menjadi kacau dan puncaknya adalah pengunduran diri Travis Kalanick pada Juni 2017.

Kepala bisnis Uber yang telah lama menjabat, Emil Michael, juga terpaksa mengundurkan diri. Uber juga memecat lebih dari 20 karyawan sebagai hasil investigasi perilaku buruk di tempat kerja yang mencakup pelecehan seksual.

Dilansir dari Business Insider, gejolak internal, bersamaan dengan serangkaian skandal yang dilaporkan menyebabkan 200.000 pengguna menghapus akun mereka pada 2017, telah menempatkan bisnis Uber dalam sorotan. Namun untuk menilai hasil akhir-akhir ini, masalah tersebut tidak berdampak besar terhadap kinerja keuangan Uber. Uber berharap bisa mencapai lebih dari USD8,25 miliar dalam gross.

Pada era ini, transportasi online terus meningkat, banyaknya pesaing transportasi online. Namun, uber tetap bertahan dan memiliki strategi yang baik antara lain:

  1. Uber “bermain” dalam strategi supply dan demand.
    Saat permintaan tinggi, seperti pada malam tahun baru, para pengemudi Uber banyak yang memilih tidak menerima order penumpang di waktu-waktu ramai, kalaupun para pengemudi menerima order untuk mengantar penumpang, Uber menerapkan harga yang bervariasi demi menghindari lonjakan penumpang yang tidak terkendali.

  2. Strategi platform “two-sides” yang menghubungkan antara pembeli dan penjual.
    Faktanya, banyak perusahaan yang sering menerapkan hanya dari satu sisi saja atau “one-side”. Teori ini memprediksi kesepakatan dari masing-masing pihak tergantung pada dua hal: sensitivitas harga dan seberapa baik benefit bagi keduanya. Diferensiasi harga yang diterapkan Uber merupakan hal yang tepat.

  3. Memanfaatkan teknologi dalam model bisnis dapat menciptakan pasar
    Uber adalah software untuk layanan jasa taksi. Anda dapat melihat secara real time dimana taksi yang anda pesan berada. Uber adalah platform big data yang dikombinasikan dengan aplikasi mobile.

  4. Uber telah menunjukkan bahwa era mobile bukan lagi masa depan
    Kini orang selalu menggunakan smartphone dan tablet sepanjang waktu, namun perusahaan masih belum melihat pentingnya pengembangan aplikasi pada proses bisnis mereka.

  5. Fokus pada layanan
    Selama ini, mungkin banyak waktu dihabiskan untuk menunggu taksi datang, atau naik taksi dengan pengemudi yang enggan menghidupkan AC, atau sikap pengemudi yang kurang berkenan.

  6. Umpan balik dari pelanggan adalah hal penting.
    Menerima setiap umpan balik atau feedback dari pelanggan dengan baik adalah cara Uber untuk tumbuh dan berkembang. Karena umpan balik pelangganlah yang membantu Uber dalam membuat sistem yang saling terintegrasi dan juga menciptakan loyalitas pelanggan. Hal tersebut mencerminkan sebuah model bisnis “customer-centric” karena adanya pergeseran pola pikir dalam pengalaman dan layanan pelanggan.

  7. Pemasaran mencerminkan produk Uber dalam menyediakan layanan dengan harga premium.
    Hal ini ditujukan untuk pelanggan yang bisa dibilang tech-savvy atau ‘penggila teknologi’ yang menyadari pentingnya waktu, dan bersedia menghabiskan beberapa dolar demi kenyamanan. Kampanye pemasaran Uber ini telah difokuskan pada aspek yang sama dari produk.

  8. Manfaatkan era sharing.
    Saat ini semua orang senang berbagi dan menghubungkan pengalaman mereka melalui media sosial. Itu juga yang dimanfaatkan Uber dalam pengembangan aplikasinya. Mereka menyediakan fitur bagi pengguna untuk berbagi pengalaman dengan pengguna lainnya.

  9. Think global, act local namun tetap saling
    Seiring dengan segala sesuatu yang dilakukan Uber dengan baik, mereka juga menunjukkan bahwa aplikasi mobile dan media sosial adalah salah satu kunci kesuksesan bisnis untuk saat ini dan masa depan dalam hubungannya dengan market global.

Uber bisa dikatakan sukses ketika dapat memperkenalkan model bisnis baru, dengan mengombinasikan teknologi dan model bisnis yang inovatif. Bagi pelanggan, menggunakan aplikasi Uber juga berarti mempertimbangkan kemudahan dibanding menggunakan taksi tradisional. Bagi beberapa industri, memasuki era teknologi dan internet seperti sekarang, mengubah pola pikir dan cara-cara yang mereka lakukan mungkin menjadi pilihan yang tepat dibanding bertahan dengan cara-cara lama.

Sumber:

Hadapi banyak pesaing lokal
Uber menghadapi banyak tantangan, seperti penghentian layanan di Filipina, serta masalah penyewaan mobil yang kurang layak di Singapura. Di Indonesia sendiri, mereka juga harus menyesuaikan diri dengan aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Berbagai masalah tersebut, ditambah dengan masalah yang mereka alami di Amerika Serikat, membuat beberapa investor menyarankan Uber untuk menjalin kerja sama dengan kompetitor di Asia, seperti Ola dan Grab. Uber telah melakukan hal tersebut di Cina dan Rusia dengan bergabung dengan Didi Chuxing dan Yandex.

Penunjukan Entwistle ini seperti menjadi cara Uber untuk mempertahankan eksistensi mereka di Asia. Menarik untuk ditunggu apakah strategi ini bisa mendorong bisnis mereka, terutama di tanah air di mana mereka harus terus bersaing dengan kompetitor lokal Grab dan GO-JEK.

sumber:
http://kemahasiswaan.uai.ac.id/buka-lembaran-baru-di-asia-uber-tunjuk-chief-business-officer-anyar/

Vic Gundotra, chief architect pada Google+ membuat Larry Page kembali menjadi CEO di awal tahun 2011 setelah selama dekade berada di belakang layar, untuk mengubah perusahaan dengan membangun sebuah jaringan sosial.

Google+ lahir pada tahun 2010 dan Google sama sekali tidak terlihat seperti perusahaan yang berisiko untuk diambil alih oleh apa pun atau siapa pun. Telah lama sekali sejak Google mendominasi pencarian online dan dengan cepat menjadi pemain utama dalam era smartphone berkat Android. Google telah menempatkan diri di dunia, diindeks jutaan buku dan baru akan mulai membangun mobil pengemudi sendiri.

Google telah mencapai semua kesuksesan di atas namun sepertinya Google tidak bisa bersosial. Pencarian Google yang simpel mengungkapkan daftar panjang kegagalan dan kesalahan dimulai dari Orkut, diluncurkan beberapa hari sebelum Facebook di tahun 2014 dan dengan cepat dikejar oleh Facebook; Reader, feed favorit RSS diluncurkan di tahun 2005 dan 'dibunuh' di tahun 2013; Wave, platform komunikasi; dan Buzz, jejaring sosial yang dibangun di balik Gmail yang dihancurkan dengan cepat setelah isu privasi di tahun 2010.

Selama Google berjuang, Facebook tumbuh menjadi lebih besar dan lebih berpengaruh. Di tahun 2010, Facebook secara pribadi bernilai 14 juta dolar dan mendekati 500 juta pengguna. Google jauh lebih besar dengan kapitalisasi pasar sekitar 200 miliar dolar tetapi kehilangan banyak datanya.

JATUH BANGUN GOOGLE+
Google meluncurkan Google+ dengan tanpa rencana jelas untuk membedakan layanannya dengan Facebook. Ini bertaruh pada pemimpin karismatik dengan visi yang cacar, mengabaikan indikasi yang mengganggu tentang daya tarik (atau kekurangannya) jaringan sosial dengan pengguna dan terus menambahkan fitur-fitur setelah banyak orang yang memblokir Google+.

Kemunduran Google+ menyoroti bagaimana sebuah perusahaan teknologi besar mencoba dan sering gagal untuk berinovasi ketika merasa terancam. Proyek Google+ memang menghasilkan inventif layanan baru dan menciptakan identitas pengguna yang lebih kohesif yang terus menguntungkan Google, tetapi jaringan sosial itu sendiri tidak pernah benar-benar mengalahkan pesaingnya. Facebook sekarang lebih besar daripada sebelumnya dengan 1,4 miliar pengguna dan kapitalisasi pasar lebih dari separuh Google. Facebook dan Twitter secara perlahan mengurangi dominasi Google dalam pendapatan iklan bergambar.

PAWAI 100 HARI
Upaya besar-besaran dalam peluncuran Google+ mendapat semua keuntungan di perusahaan teknologi: sebuah nama kode ("Emerald Sea"), garis waktu buatan (100 hari diluncurkan!), bangunan rahasia (dengan CEO dipindahkan ke sana) dan sebuah PR blitz pernah terselesaikan.

"Kami mengubah Google menjadi tujuan sosial pada tingkat dan skala yang tidak pernah kami coba--lebih banyak investasi dalam hal orang, daripada proyek sebelumnya," ucap Gundotra pada tahun 2011 dalam wawancara untuk mempromosikan Google+. Kebanyakan proyek Google dimulai kecil dan tumbuh secara natural dalam hal skala dan kepentingannya. Buzz, pendahulu Google+, hanya memiliki paling tidak selusin staf. Namun Google+ memiliki 1000 lebih staf yang diambil dari berbagai divisi di perusahaan. Google melarang sistem konferensi video internal yang rumit dan memaksa karyawannya menggunakan fitur video chat Google+ Hangout, yang mana salah satu karyawan sebut sebagai "janky".

Produk akhir yang diluncurkan pada 28 Juni 2011 memiliki beberapa fitur baru yaitu: Circles, bertujuan untuk mengelompokkan kontak agar pengguna bisa mengkostumisasi dengan siapa ingin berbagi; Hangouts, untuk video chat; dan Photos, termasuk alat edit foto yang layak. Walau pun begitu, para media, pengguna bahkan beberapa karyawan Google menyimpulkan bahwa Google+ mirip Facebook dengan sedikit Twitter.

"Ketika Google+ diluncurkan kami semua berpikir, 'Ini mirip dengan Facebook. Apa bedanya? Ini hanyalah jaringan sosial,'" ujar seorang karyawan Google.

'INI TIDAK BEGITU BERHASIL'
Pada awal rilis, jika dilihat dari metric per pengguna, mereka tidak memposting, tidak kembali dan tidak terlalu terikat dengan produknya. Beberapa menyalahkan struktur top-down dari departemen Google+ dan tim kepemimpinan yang memperlihatkan bahwa sukses sebagai satu-satunya pilihan untuk jaringan sosial. Data kegagalan dan kekecewaan tidak dibahas secara luas.

PEROMBAKAN (DAN MEMBANGUN ULANG) GOOGLE+
Di awal tahun 2014, kurang dari tiga tahun setelah peluncuran besar-besarannya, tim Google+ telah keluar dari bangunan dambaan ke tempat di kampus jauh dari Page. Gundotra mengumumkan mundurnya dari perusahaan pada April 2014.

Dari berita terkubur di Horowitz mengumumkan bahwa Google telah memulai merujuk operasi sosialnya sebagai "Google Photos and Streams". Dengan rebranding seperti ini, Google bisa memisahkan kegagalan Streams--aktifitas feed yang paling asosiasi dengan jaringan sosial--dari fitur yang lebih sukses.

Google+ beralih dari kloning Facebook ke lebih terlihat seperti Pinterest untuk melihat apakah bisa membangun momentum. Pada saat yang sama, Google berinvestasi sumber daya untuk membangun produk sosial yang mandiri seperti aplikasi Photos yang telah memberikan respons positif.

Sumber:
https://mashable.com/2015/08/02/google-plus-history/#ahtYH1OzHsqf

Ada empat strategi pertumbuhan intensif yang perusahaan-perusahaan bisa gunakan untuk mengembangkan pangsa pasar dan memperluas eksistensi pasar. Strategi ini adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk dan diversifikasi. Strategi intensif yang digunakan Uber untuk mengembangkan pangsa pasarnya adalah penetrasi pasar dan pengembangan pasar.

Penetrasi Pasar
Uber berawal dari aplikasi berbagi tumpangan yang simpel untuk menghubungkan dengan pengemudi taksi dengan pelanggan. Kenyamanan tambahan yang ditawarkan membuat Uber makin populer dan basis pelanggannya tumbuh dengan cepat. Biaya rendah dan kenyamanan tambahan membantu Uber membangun pelanggan loyal dan makin berkembang sejak awal diluncurkan di Amerika Serikat.

Pengembangan Pasar
Pengembangan pasar termasuk memperkenalkan produk/jasa ke pasar atau daerah baru. Seiring berkembangnya Uber, mereka terus meningkatkan layanannya dan menambahkan berbagai macam layanan yang ditawarkan. Sekarang, Uber hadir di 83 negara dan lebih dari 674 kota. Walaupun begitu, pasar yang menghasilkan pendapatan dan basis pelanggan terbesar adalah Amerika Serikat, China, Brazil, India dan Meksiko.

Ini adalah cara bagaimana Uber memperoleh keuntungan kompetitif dan tumbuh menjadi merek global menggunakan strategi umum dan intensif seperti yang dijelaskan di atas. Selama merek menggunakan campuran kepemimpinan dan diferensiasi berbasis teknologi untuk membangun keuntungan kompetitif, Uber telah mengembangkan pangsa pasar dan pasarnya menggunakan strategi intensif penetrasi pasar dan pengembangan pasar.

Sumber:
https://www.cheshnotes.com/2017/11/uber-generic-intensive-strategies/

Salah satu perusahaan transportasi dengan sistem online, yang sukses saat ini di Indonesia adalah Uber. Rahasia sukses uber di Indonesia pada saat ini, merupakan strategi pemasaran jitu yang dilakukan oleh uber.

Berikut adalah beberapa strategi pemasaran Uber:

  1. Penghapusan berbagai biaya transaksi
    Pada bagian pengemudi, mereka tidak terikat pada peraturan daerah mengenai biaya seperti izin beroperasi sebagai penyedia layanan transportasi, asuransi dan biaya kota lainnya. Memang, mereka masih akan membayar sejumlah biaya sehubungan dengan pemeliharaan mobil pribadi mereka, namun jumlahnya jauh lebih rendah daripada yang dilakukan oleh supir taksi dan perusahaan taksi.

  2. Mendorong peningkatan produktivitas aset dan tingkat lapangan kerja
    Konsep ekonomi bersama, yang dipaksakan oleh Uber, melibatkan mengubah aset yang tidak terpakai atau kurang digunakan menjadi sumber daya yang produktif atau, dengan kata lain, menguntungkan. Mobil pribadi yang tidak sering digunakan masih menimbulkan biaya perawatan. Bahkan jika mereka dibiarkan duduk di tempat parkir, nilainya tetap terdepresiasi. Uber mengatasinya dengan memberi pilihan kepada pemilik mobil dimana mereka bisa mendapatkan uang dari sumber daya yang menganggur ini.

  3. Penggunaan teknologi mutakhir
    Uber mengambil keuntungan penuh dari konsep konsumsi kolaboratif dengan menghadirkan aplikasi seluler yang sangat mudah digunakan saat dikemas dengan fitur yang dirancang untuk kenyamanan pengguna. Penjadwalan waktu pickup Anda adalah fitur lain yang membuat Uber lebih atraktif. Penumpang dapat memesan tumpangan meskipun mereka belum sampai di lokasi di mana mereka akan dijemput, dan tentu saja mengurangi kerumitan untuk memesan perjalanan mereka nanti.

  4. Model harga variabel atau fleksibel (dan seringkali lebih terjangkau)
    Uber tidak responsif terhadap peraturan tarif, jadi harga fleksibel. Uber berpendapat bahwa ini adalah layanan ridesharing, bukan perusahaan taksi. Ini adalah fleksibilitas yang tidak ada di perusahaan taksi, yang harganya diatur oleh undang-undang. Penumpang yang menggunakan Uber sudah terlebih dahulu mengetahui tarif perkiraan mereka, dan aplikasinya juga memungkinkan mereka membandingkan harga di beberapa aplikasi lainnya.

  5. Pembayaran yang mudah dan tanpa gesekan
    Pengguna bisa menikmati transaksi tanpa uang tunai. Tidak ada lagi yang mencari uang kembalian, atau takut Anda akan ditipu oleh supir. Di sisi lain, pengemudi tidak perlu khawatir penumpang membolos mereka sebelum membayar ongkosnya, karena otomatis akan dibayarkan melalui kartu kredit.

  6. Implementasi quality control melalui sistem rating
    Model bisnis Uber memungkinkan pelanggan untuk menilai pengemudi pada akhir perjalanan atau perjalanan.Hal ini mendorong pendorong untuk menyediakan dan mempertahankan kualitas layanan mereka yang tinggi, dari bagaimana mereka berkendara dan berinteraksi dengan penumpang mereka terhadap bagaimana mereka mempertahankan kendaraan mereka.

  7. Menjadi tangguh dan tak kenal takut
    Banyak yang berpendapat bahwa ini disebut strategi, tapi Uber telah mengembangkan reputasi untuk tidak takut akan kontroversi, sering mengabaikan peraturan dan peraturan lokal untuk menjalankan layanan intinya.

Sudah jelas bahwa jika Uber bersaing dengan dua pesaing kuat di pasar Indonesia yaitu Grab dan Gojek, maka harus melakukan diversifikasi. Go-Jek dan Grab mengerti bahwa bersaing berdasarkan transportasi saja tidak cukup. Juga, bahkan jika Uber membuat layanan lain seperti pengiriman makanan ke tangan uberEATS yang tersedia di Indonesia, maka akan memasuki wilayah yang didominasi oleh Go-Jek.

Pada aplikasi Uber, Uber driver dan penumpang bisa berkomunikasi langsung melalui aplikasi Uber tanpa harus menelpon atau sms ke nomer yang sudah dimasukkan penumpang. Hanya melalui aplikasi jadi lebih efektif. Uber juga sering memberikan promo dengan memasukkan kode promo yang menarik minat penggunanya.

Masih ada ruang bagi Uber untuk memperbaiki upaya lokalisasi dan membuat kampanye pemasarannya lebih menarik bagi orang Indonesia. Untuk berhasil, ia harus dapat menampilkan dirinya sebagai layanan yang ramah lingkungan dan bukan merek dari Barat.

Sumber:
* https://e27.co/can-uber-survive-go-jek-grab-government-20160609/
* https://www.cleverism.com/strategies-uber-is-using-to-disrupt-the-taxi-industry/