Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

A - Line (Aplikasi Angkot Online )

PR Prayogo pangestu 10 years ago

Berangkat dari permasalahan ANGKUTAN KOTA KONVENSIONAL VS ANGKUTAN ONLINE pada akhir - akhir ini dikota Malang dan berakibat demo besar besaran beberapa waktu lalu. Lalu kami memiliki gagasan untuk ide Aplikasi yang menunjang angkutan kota berbasis online. mengapa aplikasi ini dibutuhkan? karena:

  • Angkot memiliki reputasi buruk di kalangan masyarakat

  • Angkutan kota tidak memiliki konsistensi waktu.

  • Suka ngetem sembarangan dan menyebabkan kemacetan

  • Tidak ada pembaruan untuk pelayanan yang mengakibatkan masyarakat kurang nyaman menggunakan angkot

  • Tidak flexible

Namun di samping banyak nya kekurangan dari angkot , angkot memiliki keunggulan dalam hal :

  • Harga lebih murah

  • Angkot Memiliki Harga Flat Price ( Jauh dekat harga sama )

  • Memiliki Jalur yang tetap

Dan dari situlah kita memiliki ide untuk membuat aplikasi untuk membantu angkutan online lebih baik.

29

boleh tau perkembangan sampai mana projek ini ?? atau sudah stop di teori aja blum sampai praktek ?? saya mau mencoba ikutan projek ini

coba di bikin point ya berarti fitur kita :

  1. Live posistion
  2. emoney

selain itu menurutku bisa tambah kolom untuk komplain masalah, karena fasilitas publik ini suka ga jelas klo kita mau komplain . dan untuk e money klo bisa sih kita tentuin jg mau bank nya apa?

[quote="aldyrk, post:12, topic:7081"]
Lalu fiturnya bisa di tambahkan live position dari angkutan umum itu sendiri.
[/quote]

Nah untuk fitur Live position kita bisa manfaatin API Google Maps. kan lumayan cukup lengkap tuh Maps dari Google

klo menurutku agar disukai kita harus bisa meyakinkan masyarakat dengan tepat, agar mereka bener-bener mau gitu naik angkot. kita bisa contoh cara nya gojek menarik para driver nya dengan turun langsung ke lapangan untuk meyakinkan para driver untuk join di gojek. nah klo kita bisa tanyain satu-satu ke masyarakat tapi difokuskan dulu mungkin pengguna angkot nya apakah itu pelajar atau orang tua, nah pas itu kita mulai deh jelasin kelebihan nya kayak yang aldy bilang.

[quote="HanyaManusia, post:7, topic:7081"]
Ada usulan nggak buat A -Line kita bisa di sukai semua orang ?
[/quote]

Bagaimana kalau ditambahkan mode pembayaran E-Money yang langsung terintegrasi dengan Driver? karena menurut Bisnis Indonesia.com saat ini banyak masyarakat beramai - ramai beralih ke E-Money untuk sistem pembayaran mereka.

Berarti di bisnis yang akan kita buat sebuah ide produk banyak pro kontranya ya ?
Yang aku lihat dari beberapa kegagalan mereka , ya mereka mengambil pasar usaha sebelumnya , yang sebelumnya pasar kendaraan umum konvesional , mereka ambil , dan menjadikan bisnis yang lebih modern , dan lebih banyak digemari kebanyakan orang. Ada usulan nggak buat A -Line kita bisa di sukai semua orang ?

agar di sukai orang mungkin dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat kelebihan naik angkutan umum dengan angkutan online lainnya. misal mengurangi kemacetan, meningkatkan perekonomian supir angkutan umum, jauh dekat harga sama (asal sesuai jalur), dll. Lalu mulai promosikan ide kita "Aline" sebagai pendukung kemudahan naik angkutan umum

mantap boskuw , Great idea !
Berarti kita harus gencar dalam mempromosikan hal ini , ya bener ,padahal jika semua orang lebih memilih angkutan umum itu dapat mengurangi kemacetan dan pastinya lebih ekonomis

Selain itu mungkin dibantu dengan fitu-fitur pendukung untuk menarik bahkan memudahkan pekerjaan manusia seperti yang sampaikan Rasyid.
Lalu fiturnya bisa di tambahkan live position dari angkutan umum itu sendiri. Jadi kita bisa tau angkutan umum pada jalur tertentu masih jauh dari kita atau tidak. Lalu diberikan reminder warning atau pemberitahuan jika sudah dekat

pengalamanku naik angkot itu yang bikin kesal adalah angkot suka menunggu hingga angkot dia penuh. waktu aku pernah nunggu hampir 1/2 jam-an. waktu nunggu sempat ada angkot lain dengan sama jalur lewat, tapi karena sudah masuk angkot itu aku ngga enak sama bapaknya untuk ganti angkot.

jadi usulanku bikin angkot itu punya jadwal. mulai jadwal angkot datang ditempat tunggu, lama angkot itu nunggu disana dan kapan angkot itu mulai jalan. sehingga penumpang tau pasti kapan dia sampai ke tempat tujuan..

[quote="lqm.ariff, post:15, topic:7081"]
pengalamanku naik angkot itu yang bikin kesal adalah angkot suka menunggu hingga angkot dia penuh. waktu aku pernah nunggu hampir 1/2 jam-an.
[/quote]

Kalau masalahnya ada pada sikap seseorang, maka solusinya adalah bagaimana orang-orang tersebut dapat berubah.

Di beberapa negara maju, transportasi umum dikelola oleh negara dan tenaga kerja (sopir) mendapatkan gaji dari negara.

Karena sopir mendapatkan gaji, maka mereka tidak terlalu memusingkan setoran yang harus dibayarkan kepada pemilik angkutan kota, sehingga mereka bisa tertib dalam meng-alokasikan waktu tempuh perjalanan.

Kalau di Indonesia, modelnya seperti Trans Jakarta.

Mengingat angkutan kota di negara maju dikelola oleh negara atau perusahaan besar,maka sistem informasi terkait angkutan kota tersebut dapat diintegrasikan dengan baik.

Sebagai contoh, sistem informasi angkutan umum di Jerman sudah menjangkau seluruh negara, dan semua angkutan umum (kereta cepat, kereta jarak jauh, kereta subway, kereta dalam kota, bis) sudah terintegrasi dengan baik.

Sebagai contoh, apabila anda dari Alun-alun kota Malang ingin ke alun-alun kota surabaya, maka sistem akan memberikan informasi moda transportasi apa saja yang harus anda ambil, termasuk kode dan jadwal moda transportasinya, hingga informasi estimasi waktu sampai di alun-alun surabaya.

Berikut gambar tampilan hasil pencarian transportasi dari satu tempat ke tempat lain,

Berikut website sistem angkutan umum di Jerman. Juga terdapat versi aplikasi native mobile (Android dan iOS)

https://www.bahn.de/p/view/index.shtml

Yang paling menarik dari sistem informasi tersebut adalah informasi jadwal kedatangan kita di suatu tempat (selalu tepat), sehingga kita bisa merencanakan perjalanan kita dengan tepat (apabila ada keperluan atau janjian)

Persis seperti yang kita harapkan pak , ternyata sudah ada hehe , A - line ini memiliki tujuan agar pendatang baru yang tidak mengenal malang atau pun masyarakat malang dapat terbantu dengan memberikan informasi terkait angkot apa saja yang bisa di gunakan ke tujuan dan dengan fitur live position kita bisa tahu posisi angkot yang terdekat

Berarti di bisnis yang akan kita buat sebuah ide produk banyak pro kontranya ya ?
Yang aku lihat dari beberapa kegagalan mereka , ya mereka mengambil pasar usaha sebelumnya , yang sebelumnya pasar kendaraan umum konvesional , mereka ambil , dan menjadikan bisnis yang lebih modern , dan lebih banyak digemari kebanyakan orang. Ada ide nggak buat bisnis kita bisa di sukai semua orang ?

Grab

Grab adalah salah satu perusahaan angkutan online yang mulai beredar di berbagai belahan dunia. Grab awal mulannya mengembangkan plaform produknya pada tahun 2012. Anthony Tan adalah pendiri dari Grab, menyusun rencana bisnis serupa dengan Uber. Bermula ide dari temannya tentang susahnya mendapatkan taxi di negara Malaysia. Ia mulai berpikir apakah ada yang salah dengan sistem taksi. Hal tersebut yang mendorong Anthony membangun Grabtaxi(sebelum menjadi taxi).


Sumber : CNN

Beberapa tahun kemudian Grab mulai menguasai sebagian besar di Asia Tenggara. Kantornya berpusat di Singapura ini, mulai merubah namanya dari Grabtaxi menjadi Grab. Grab pun mendapatkan investasi dari peruhaan besar lainnya. Hal tersebut membuat Grab masuk ke Amerika untuk bersaing dengan Uber. Lalu di Indonesia sendiri, membuat layanan ojek bersaing dengan Gojek.


sumber: CNN

Makin lama perkembang ada beberapa kendala serangan dari berbagai pihak khususnya di Indonesia. Tetapi Grab di Indonesia tidak tinggal diam, Grab membela bahwa Grab beda dengan uber karena perusahaannya memiliki rekor kerja sama yang baik dengan pemerintah. Dia memastikan telah beroperasi secara legal di semua negara. Grab mulai menyesuaikan diri, buktinya di jakarta tedapat kebijakan ganjil genap tetapi Grab memiliki strategi menyesuaikan algoritma khusus. Master plan 2020 yaitu Grab 4 Indonesia akan memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk beralih ke ekonomi digital. Roadmap 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ mencakup tiga pilar investasi utama – talenta di bidang teknologi, technopreneurship, dan pembayaran mobile. Komitmen investasi ini seiring pertumbuhan bisnis sebesar 600% di tahun 2016 untuk layanan GrabCar dan GrabBike di Indonesia.

Sumber :

  1. Website Grab

  2. Berita Grab di CNN

  3. Berita Grab di liputan6

Kenapa kamu harus pakai GOJEK ?


jika kamu tinggal di Indonesia khususnya dikota Jakarta,kamu harus memiliki transportasi yang mudah,cepat dan tentunya aman. Nadiem Makarim pada saat itu memikirkan hal serupa transportasi apa yang dapat mendukung kriteria tersebut maka pria kelahiran 4 Juli 1984 membuatlah Startup Go-Jek. ya sebuah aplikasi berbasis mobile dipadukan dengan "tukang ojek".

Nadiem Makarim

Lahir pada 4 Juli 1984. Menghabiskan waktu di luar Indonesia untuk belajar, Nadiem lulusan Harvard University memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan bekerja dengan McKinsey & Company Consultant selama 3 tahun kemudian melanjutkan perjalanan karirnya menjadi Co-founder dan Managing Editor dari Zalora Indonesia dan juga sebagai Chief Innovation Officer di Kartuku secara bersamaan, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membuat StartUp, Go-Jek.

lalu, kenapa kamu harus beralih ke Go-Jek?

  • Tidak perlu harus kejalan, tunggu diruangan dan ojek siap menjemput.
    Yap, download aplikasi Go-Jek via smartphone kamu lalu login di aplikasi tersebut dan pesan Go-Ride dengan mengisi lokasi penjemputan dan arah tujuan. tunggu beberapa saat hingga Driver atau "tukang ojek" mengkonfirmasi kamu dan Go-jek siap mengantarkan kamu.

  • Transparansi harga.
    Jika kamu sudah mengisi lokasi penjemputan dan arah tujuan. harga langsung tertera didalam aplikasi, tidak perlu tawar menawar lagi bukan?

  • Save riding!
    setiap kamu menggunakan Go-jek, kamu akan dipinjamkan Helm dan diberikan masker & penutup kepala.

  • Butuh makan, tiket nonton, belanja kebutuhan rumah, atau titip barang? lewat Go-Jek juga bisa kok.
    selain kamu bisa minta antar layaknya "tukang ojek" didalam Go-jek, Go-Jek juga menawarkan beberapa akomodasi lain seperti

  • Go-Car: Sistemnya sama seperti Go-Ride, hanya saja Go-Car menggunakan mobil,lebih nyaman bukan?
  • Go-Food: Kamu bisa membeli makanan kesukaan kamu lewat fitur ini,Driver membelikan dan diantarkan langsung ke tempat kamu.
  • Go-Mart: Butuh barang di supermarket tetapi tidak sempat keluar? pesan via Go-Mart untuk barang barang diluar makanan.
  • Go-Send: ini merupakan fitur dimana kamu bisa menitipkan barang kamu via Driver Go-Jek menuju tempat tujan kamu.
  • Go-Tix: Tidak perlu antri lagi untuk membeli tiket bioskop atau konser,cukup pesan via Go-Tix dan tunggu beberapa saat hingga Driver mengkonfirmasi dan mengantarkannya ketempat kamu.

Kegagalan Easy Taxi Menaklukkan Pasar Indonesia

Easy Taxi? tentu aplikasi online ini masih asing untuk beberapa orang, apalagi di Indonesia. aplikasi ini memang kalah pamor dari para pesaing nya. Easy Taxi memang lebih mencari pasar di negara berkembang, namun nampaknya Easy Taxi tidak bisa meneruskan bisnis nya di pasar Indonesia ada beberapa faktor mengenai kegalalan nya di bawah ini ada penjelesan mengapa Easy Taxi gagal menaklukan pasar Indonesia.

Kegagalan Easy Taxi Menaklukan Pasar Indonesia

Minggu lalu kami mendengar kabar bahwa Easy Taxi mengurangi skala operasinya di Indonesia dan sejumlah negara lain di Asia untuk fokus ke pasar-pasar yang lebih menjanjikan. Berita ini muncul hanya enam bulan setelah peluncuran resminya di Jakarta. Ada apa dengan bisnis Easy Taxi yang membuat persaingan aplikasi transportasi di Indonesia praktis menjadi arena duel GrabTaxi dan Uber?

Menurut informasi yang kami terima dari Global PR Manager Easy Taxi Thainá Protta, pihaknya mengkonfirmasi pengurangan skala operasi di Indonesia, Hong Kong, Pakistan, dan Taiwan untuk fokus ke pasar lainnya. Meskipun demikian, aplikasi Easy Taxi akan terus beroperasi, termasuk di Indonesia, sesuai dengan level servis yang diharapkan.

Penutupan bisnis startup, atau bagian startup, yang didukung oleh Rocket Internet bukanlah hal yang aneh. Di kawasan ini, mereka pernah melakukannya dengan OfficeFab dan Pinspire. Sudah menjadi pakem bahwa Rocket Internet mengharapkan setiap cabang bisnis yang dibukanya menjadi pemimpin dalam kategorinya, atau setidaknya menuju arah tersebut, dalam enam bulan setelah diluncurkan. Sudah jelas bahwa Easy Taxi di Indonesia tidak mencapai target tersebut atau tidak berpotensi untuk memberikan hasil sesuai dengan arahan awal.

Saat memasuki pasar Indonesia, Easy Taxi mencoba menggandeng sejumlah perusahaan taksi lokal. Mereka bahkan mengajak perwakilan TaxiCab saat acara peluncurannya. Dalam wawancara kami dengan Managing Director Easy Taxi Indonesia Usman Lodhi di artikel terdahulu, ia mengakui menaklukkan pasar Indonesia tidaklah mudah.

Indonesia dengan pasar yang luas dan sangat beragam diakui Usman memiliki tantangan memiliki tantangan sendiri. “Berbeda dengan Singapura, pengemudi taksi di sana memiliki smartphone bahkan bisa dua. Di Indonesia banyak pengemudi taksi yang belum menggunakan smartphone, tidak tahu caranya. Jadi kami harus memberikan pelatihan, termasuk menyediakan smartphone untuk mereka. Kami bantu menyediakan smartphones bagi pengemudi dengan harga yang terjangkau oleh mereka,” lanjutnya.

Usman pun masih mengakui bahwa untuk mengenalkan Easy Taxi, khususnya di Jakarta, media sosial menjadi alat yang sangat penting. Jadi ia masih mengandalkan media sosial untuk menarik banyak pengguna, mengadakan offline event, dan juga percaya akan kekuatan word of mouth. “Pengguna yang puas dengan layanan bagus pasti akan menyebarkan dengan teman-temannya,” lanjutnya.

Untuk segmen ini, ternyata strategi yang diterapkan Easy Taxi belum tepat. Easy Taxi tidak sejor-joran GrabTaxi dalam melakukan promosi ataupun memberikan insentif bagi pengemudi taksi. Satu-satunya promosi Easy Taxi yang saya tahu adalah promosi gratis naik taksi di bulan September. Dengan budget yang lebih terbatas, Easy Taxi pun kehabisan bahan bakar.

Menarik jika kita menilik perbincangan Pitra Satvika dengan seorang pengemudi taksi yang memanfaatkan GrabTaxi sebagai perangkatnya. Selain sering memberikan promosi untuk konsumen, GrabTaxi juga cukup royal memberi insentif bagi pengemudi taksi. GrabTaxi, seperti kita ketahui, baru saja memperoleh pendanaan raksasa senilai $250 juta dari Softbank.

“Pak, emang dapet bonus apa sih? Kok kayaknya niat banget minta saya registrasi?”

“Buat penumpang kan bonus Rp.15.000 dari voucher. Nah, buat saya dapet bonus Rp.20.000,” katanya.

Owalah, pantesan aja. Sambil jalan dia juga cerita kalau ada temannya yang bahkan punya tabungan komisi di Grab Taxi sampai 9 juta

Pada akhirnya, ini masalah strategi pemasaran dan kekuatan budget. Operasional Easy Taxi di Indonesia tidak seagresif GrabTaxi dan tidak memiliki budget yang cukup untuk bersaing dengan GrabTaxi yang memang memfokuskan operasionalnya di kawasan ini. Ketimbang membuang-membuang uang dan tidak bisa menang, Rocket Internet memilih untuk menutup atau mengerdilkan operasionalnya di suatu negara, termasuk di Indonesia.