Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Yang Akan Kalian Lakukan Jika Mengetahui Salah Satu Teman atau Orang Terdekat-mu Adalah Seorang LGBT?

image|690x383

LGBT adalah sebuah topik yang tidak akan pernah ada habisnya untuk di bahas, apalagi jika membicarakan bagaimana hak - hak seorang LGBT di negara yang menganut adat ketimuran seperti Indonesia yang sangat kental dengan budaya dan juga agama yang dimana persepsinya tentu akan berbeda jika membandingkan bagaimana penerimaan LGBT di negara - negara barat. Pada dasarnya, yang membedakan kita dengan kaum LGBT adalah, kaum LGBT ini sendiri memiliki orientasi seksual dan gender yang berbeda, tetapi sama seperti kita, mereka ini juga memiliki kehidupan yang seperti biasanya sama seperti kita. Di Indonesia sendiri eksistensi kaum LGBT itu ada, walaupun jumlahnya bisa dibilang sedikit jika kita berbicara dalam satuan angka.

Tetapi karena faktor Indonesia sebagai negara yang sangat menganut paham ketimuran dengan basis keagamaan dan budaya timur, menjadikan LGBT dianggap sebagai sebuah " kelainan " atau " penyakit " oleh sebagian besar masyarakat yang membuat kaum LGBT di Indonesia kebanyakan menyembunyikan jati diri mereka dan lebih memilih untuk bergabung dengan komunitas - komunitas LGBT yang menjadi wadah untuk mereka untuk menyuarakan pendapat mereka di tengah ancaman diskriminasi, stereotip, dan marjinalisasi dari masyarakat yang mengutuk dan menjauhi mereka. Tetapi ada juga kaum LGBT yang sudah berani mulai berekspresi di muka umum dengan serangkaian kampanye yang mendukung hak - hak hidup LGBT yang sering ada di berbagai kota besar di Indonesia.

Nah fenomena itu juga melahirkan apa yang disebut sebagai " coming out " yang dimana seseorang mengungkapkan orientasi seksual mereka kepada orang lain. Kondisi ini bisa dibilang sebuah proses yang bisa memakan waktu lama bahkan seumur hidup karena mereka yang melakukan coming out akan cenderung untuk memilih orang - orang yang dapat mereka percaya, terlebih lagi jdi dalam iklim masyarakat Indonesia yang tidak ramah terhadap LGBT.

Lalu, pertanyaanya adalah, apakah yang akan youdics lakukan jika seandainya teman atau orang terdekat youdics melakukan coming out jika mereka adalah seorang LGBT ?

Let me know in the comment

78

Menanggapi terkait topik ini, dulu waktu sekolah saya pernah punya teman yang menyukai sesama jenis itu dikelas 2 SMP. Awalnya sempat mikirnya aneh atau pubernya bermasalah gitu. Sampai pada disuatu acara yang diadakan sekolah mengadakan bincang-bincang dengan psikiater dan bermain logika untuk meningkatkan saraf motorik. Dari kegiatan ini teman saya tersebut langsung dibawa ke ruangan BK untuk dipanggil orang tuanya menjelaskan tentang bagaimana kesehatan anaknya sendiri. Dan jujur waktu jaman itu saya yang kurang ilmu juga tidak begitu mengerti, dan hanya bisa menasehati sekaligus mendengarkan cerita-ceritanya yang saya pikir itu aneh untuk didengarkan. Tapi semakin saya bertanya kepada teman tersebut saya menemukan permasalahannya karna adanya gangguan mental khususnya tekanan dari orang-orang sekitarnya yang membuat dirinya beranggapan jati dirinya yang sebenarnya bukan ini. Kebetulan teman saya itu perempuan dan ia sempat menjalin hubungan pacaran dengan sesama perempuan juga. Namun dengan begitu tidak menutupi kemungkinan untuk orang tua sendiri lebih memberikan edukasi untuk anak-anaknya dan menanam pemahaman tentang jati diri seornag anak dengan memberikan pujian-pujian kecil kepada anak. Sebab ornag tualah menjadi alasan sekaligus pendidikan dan pengajaran pertama sekali berasal dari orang tua. Juga pengaruh lingkungan sekitar harus benar-benar diperhatikan untuk tumbuh perkembangan anak sendiri.

Pertanyaan yang menarik ya ini. Saya akan memberitahukan bagaimana reaksi saya ketika mengetahui teman saya ada yang menyukai sesama jenis. Saya memiliki 1 teman SMA yang secara terang-terangan menunjukkan bahwa dia menyukai sesama jenis. Bahkan sejak SMA dia beberapa kali berpacaran dengan sesama jenis. Namun baru sekitar 2 tahunan ini dia berani menunjukkan hubungannya kepada publik (melalui Instagram).

Saat pertama kali mengetahui bahwa dia menyukai sesama jenis tentu saja saya kaget dan tidak menyangka bahwa teman saya ada yang seperti itu. Sampai beberapa waktu saya masih merasa aneh tiap kali bertemu dengannya di sekolah dan sedikit menjauhinya. Namun setelah cukup lama, saya tersadar bahwa bagaimanapun dia tetep teman saya dan seharusnya saya tidak menjauhinya karena dia berbeda. Saya merasa bahwa dia itu salah dan menyimpang dari kodrat, namun saya juga bisa melakukan banyak hal selain tetap menjadi temannya. Saya ingin dia bisa merasa bahagia dan diterima oleh orang lain sambil berharap suatu hari dia bisa kembali ke jalan yang benar.