Jika saya mengerti bahasa dari karya original tersebut, maka saya akan lebih memilih membaca versi originalnya.
Terkadang ada beberapa makna kata, ungkapan, jokes dan referensi tertentu yang lebih mengena dan lebih mudah dipahami dalam source language nya. Seringkali target language tidak memiliki padanan yang memadai untuk hal-hal tersebut. Contoh dekatnya, misal seperti serial Spongebob, itu banyak referensi dan jokes yang jika di-Indonesiakan maknanya akan hilang.
Contohnya, ada sebuah episode Spongebob tentang kotak tertawa, dimana Spongebob tidak berhenti tertawa selama seharian. Nah dalam salah satu scene nya, Spongebob memberikan Sandy tebak-tebakan begini:
"Apa yang punya roda empat dan bisa terbang?
"Truk sampah!"
Bagi kita yang mendengar versi dubbing Indonesia, pasti bingung kenapa bisa jawabannya truk sampah. Sangat tidak masuk akal. Tapi jika tahu versi Bahasa Inggrisnya, joke nya jadi nyambung.
"What has four wheels and flies?"
"A garbage truck!"
Nah disini kita bisa melihat terdapat mistranslasi dalam kata "flies" yang seharusnya berarti lalat, bukan terbang. Kesalahan penerjemahan semacam inilah yang kadang membuat kita melewatkan jokes dan referensi dari sebuah karya, termasuk karya sastra.