Tentu saja berdampak.
Ketahanan pangan mengindikasikan pada ketersediaan akses terhadap sumber makanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar (Rosales & Mercado, 2020). Seperti yang kita tau, saat ini pemerintah tengah mencanangkan kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan social distancing atau belajar, bekerja dari rumah. Akibat yang didapat adalah kegiatan ekonomi tidak bisa bergerak secara normal yang secara otomatis mengganggu kelancaran ekonomi rakyat dan ekonomi negara. Hal ini terjadi karena banyak kegiatan perekonomian yang terpaksa harus diberhentikan proses produksinya, bahkan banyak dari beberapa karyawan dan tenaga kerja yang terpaksa harus di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Situasi semacam ini mengakibatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tembus pada titik 14684.47/dollar Amerika (Google Fiance). Hubungannya dengan ketahanan pangan, kondisi pandemi COVID-19 ini mengakibatkan ketersediaan akses terhadap makanan menurun hal ini akan diperparah dengan semakin memburuknya pandemi itu sendiri serta larangan-larangan perpindahan penduduk yang mengikutinya. Hal ini juga sesuai dengan Burgui (2020), yang menyatakan bahwa wabah suatu penyakit yang terjadi di dunia akan meningkatkan jumlah penduduk yang mengalami kelaparan dan malnutrisi.