Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana pendapat teman teman tentang ketahanan pangan di Indonesia saat ini?

Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan pertanian padat karya atau tenaga kerja petani bekerja tidak full time karena berlakunya PSBB. Akibat hal ini juga banyak terjadi pemberhentian kerja terhadap beberapa karyawan. Berdasarkan data Bappenas 2020 angka pengangguran di Indonesia meningkat menjadi 3,7 juta orang. Akibat penangguran ini banyak orang yang sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya.

Menurut kalian adanya pandemi covid-19 ini apakah berdampak pada ketahanan pangan? Berikan pendapat kalian

239

Menurut saya karena Adanya pandemic covid-19 yang begitu lama berdampak pada berbagai sector, selain sector ekonomi juga sector ketahanan pangan. Banyak orang yang terkena PHK, selain itu bantuan pemerintah juga velum bisa merata, banyak kasus korupsi dan ketidaksamarataan pada masyarakat. Sehingga ekonomi masyarakat menurun, bantuan tidak didapatkan, dan akhirnya perpengaruh pada rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya.

menurut saya, adanya pandemi covid-19 ini tentu saja berdampak pada ketahanan pangan. pengurangan jam kerja petani dikarenakan adanya psbb membuat sektor pertanian jadi kurang maksimal. selain itu, terjadi juga krisis pangan yang menghantui negara kita dan pada akhirnya mengakibatkan ketahanan pangan menurun. akses masyarakat terhadap pangan pun terbatas terkendala oleh finansial yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya dan distribusi pangan yang menurun sehingga menyebabkan stok pangan tidak merata di setiap daerah.

Menurut saya, keadaan pangan pada saat ini masih sangat terbilang kurang baik. Keadaan ini bisa dilihat dari kondisi masyarakat terutama bayi yang mengalami stunting, atau berat dan kondisi bayi yang kurang seimbang
Terlebih lagi saat pandemi seperti ini, petani dan peternak akan sangat terdampak dalam produksi di sektor mereka

Di masa pandemi Covid-19 ini memang banyak tenaga kerja yang mengalami pemberhentian hubungan kerja terutama di sektor-sektor industri. Para pekerja tersebut memang sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Tetapi jika dilihat dari sisi produsen yaitu petani, para petani ini tetap bisa menjalankan produksi pertanian. Mereka tidak khawatir akan ketersediaan pangan selama masa pandemi ini. Akan tetapi, hasil pertanian para petani yang bisa dibilang melimpah terkendala distribusi ke wilayah lain untuk pemerataan kebutuhan pangan karena beberapa akses distribusi yang ditutup selama masa pandemi ini. Jadi, adanya pandemi Covid-19 ini menurut saya sangat berdampak pada ketahanan pangan Indonesia yang mengalami penurunan karena tidak semua wilayah bisa mencukupi pangan untuk masyarakatnya.

Menurut saya ketahanan pangan di negara ini bisa dikatakan belum stabil, menginggat bahwa kita hidup ditengah pademi yang mengharuskan kita untuk melakukan pembatasan aktivitas, serta isu keterjangkauan dinilai sebagai hambatan utama dari isu ketahanan pangan ini, dan angka pengangguran yang meningkat ini memperparah kondisi ketahanan pangan masyarakat karena ketidakmampuan masyarakat itu sendiri untuk memenuhi ketahanan pangannya.

Tentu saja akan berdampak, karena distribusi produk pangan yang biasa di impor negara luar akan terhambat dengan diberlakukannya lockdown untuk negara atau daerah-daerah tertentu. Setiap daerah di Indonesia tidak sepenuhnya menanam atau memproduksi tanaman pangan, akan ada wilayah yang memang pada dasarnya perlu mengimpor tanaman pangan dari negara lain untuk menutupi kebutuhan pangan tersebut. Nah, hal ini juga yang dapat terhambat karena adanya COVID-19. Diberlakukannya lockdown akan benar-benar menghambat proses distribusinya dan menyebabkan keterbatasan bahan pangan di beberapa wilayah di Indonesia.

apakah lockdown juga membatasi distribusi bahan pangan? saya pikir yg dibatasi hny lalu lalang orangnya saja

Pembatasan yang terjadi yaitu pada negara-negara pengimpor bahan pangan tersebut yang melakukan lockdown, karena pada sebuah artikel yang saya baca, akibat lockdown yang dilakukan dibeberapa negara, beberapa daerah di Indonesia mengalami defisit bahan pangan. Maka dari itu, kebijakan lockdown akan memberi dampak pada ketahanan pangan di Indonesia. Correct me if i'm wrong ????
https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/ariayudhistira/infografik/5eb374f85a649/krisis-pangan-akibat-covid-19 bisa dibaca disini yaa, terima kasih pertanyaannya ????

Saya setuju, karena yang mengalami kendala hanya pada bagian distribusi bahan pangan dan pembelian pupuk benih. Untuk proses penanaman hingga pasca panen, hanya sebagian kecil mengalami kendala. Tidak terlalu mengkhawatirkan, apalagi banyak sistem pertanian yang sekarang sudah bisa dilakukan di kota-kota besar dan lahan sempit seperti hidroponik.

Tentu saja berdampak.
Ketahanan pangan mengindikasikan pada ketersediaan akses terhadap sumber makanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar (Rosales & Mercado, 2020). Seperti yang kita tau, saat ini pemerintah tengah mencanangkan kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan social distancing atau belajar, bekerja dari rumah. Akibat yang didapat adalah kegiatan ekonomi tidak bisa bergerak secara normal yang secara otomatis mengganggu kelancaran ekonomi rakyat dan ekonomi negara. Hal ini terjadi karena banyak kegiatan perekonomian yang terpaksa harus diberhentikan proses produksinya, bahkan banyak dari beberapa karyawan dan tenaga kerja yang terpaksa harus di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Situasi semacam ini mengakibatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tembus pada titik 14684.47/dollar Amerika (Google Fiance). Hubungannya dengan ketahanan pangan, kondisi pandemi COVID-19 ini mengakibatkan ketersediaan akses terhadap makanan menurun hal ini akan diperparah dengan semakin memburuknya pandemi itu sendiri serta larangan-larangan perpindahan penduduk yang mengikutinya. Hal ini juga sesuai dengan Burgui (2020), yang menyatakan bahwa wabah suatu penyakit yang terjadi di dunia akan meningkatkan jumlah penduduk yang mengalami kelaparan dan malnutrisi.

Menurut saya, berdasarkan indikator ketahanan pangan, yaitu salah satunya adalah adanya penurunan produksi maka dapat dikatakan bahwa covid-19 memberikan pengaruh ketahanan pangan khususnya di Indonesia. Dapat diketahui bahwa produksi pertanian telah mengalami penurunan sekitar 6,2% akibat adanya covid-19 ini. Karena adanya pengurangan aktivitas sosial akibat PSBB maka rangkaian distribusi pada bidang pertanian juga ikut berkurang.

Ya, adanya pandemi covid 19 in berdampak pada ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini dikarenakan pada kondisi pandemi ini kegiatan petani terbatas, sehingga produksi berkurang dan ketersediaan bahan pangan juga berkurang. Keterbatasan masyarakat dalam mengakses pasar serta pendapatan yang menurun menyebabkan semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Pandemi Covid-19 memang berdampak pada kondisi ketahanan pangan di Indonesia. Terutama bagi keluarga yang tulang punggung keluarganya terdampak pemutusan hubungan kerja atau pemotongan upah. Namun saya rasa hal itu sudah sedikit teratasi dengan adanya bantuan sosial dari pemerintah yang berupa sembako ataupun uang tunai, walaupun mungkin masih ada masyarakat yang membutuhkan namun belum mendapatkannya.