Kita sering menutup diri ketika peristiwa traumatis terjadi dalam hidup kita; alih-alih membiarkan dunia melembutkan kita, kita membiarkannya mendorong kita lebih dalam ke dalam diri kita sendiri. Kami mencoba untuk menangkis rasa sakit dan rasa sakit dengan berpura-pura itu tidak ada, tetapi meskipun kami dapat mencoba semua yang kami inginkan, pada akhirnya, kami tidak dapat bersembunyi dari diri kami sendiri. Kita perlu belajar untuk membuka hati kita terhadap potensi kehidupan dan membiarkan dunia melembutkan kita.
Kapan pun kita mulai membiarkan ketakutan dan keseriusan menguasai diri kita, kita harus mundur selangkah dan mengevaluasi kembali perilaku kita. Hal-hal yang tercantum di bawah ini adalah tujuh cara Anda dapat membuka hati Anda lebih penuh dan sepenuhnya.
- Bernapaslah dalam rasa sakit
Kapan pun situasi yang menyakitkan muncul dalam hidup Anda, cobalah untuk menerimanya alih-alih melarikan diri atau mencoba menutupi rasa sakit itu. Saat kesedihan menyerang, tarik napas dalam-dalam dan bersandarlah padanya. Ketika kita lari dari kesedihan yang terjadi dalam hidup kita, itu menjadi lebih kuat dan lebih nyata. Kami mengambil emosi yang cepat berlalu dan menjadikannya peristiwa yang solid, alih-alih sesuatu yang melewati kami.
Dengan memanfaatkan napas kita, kita melembutkan pengalaman kita. Jika kita membendungnya, hidup kita akan mandek, tetapi ketika kita membiarkannya mengalir, kita membiarkan lebih banyak hal baru dan pengalaman yang lebih besar berkembang.
- Rangkullah yang tidak nyaman
Kita semua tahu seperti apa rasa cemas itu. Kita tahu bagaimana rasa takut dalam tubuh kita: ketegangan di leher kita, sesak di perut kita, dll. Kita dapat berlatih bersandar pada perasaan tidak nyaman ini dan membiarkannya menunjukkan ke mana kita harus pergi.
Dorongan awal adalah melarikan diri — mencoba dan menekan perasaan ini dengan tidak mengakuinya. Ketika kita melakukan ini, kita menutup diri dari bagian-bagian kehidupan kita yang paling perlu kita alami. Lain kali Anda merasa benar-benar tidak nyaman, bantulah diri Anda sendiri dan bersandarlah pada perasaan itu. Bertindak terlepas dari rasa takut.
- Tanyakan pada hatimu apa yang diinginkannya
Kita sering bingung pada langkah selanjutnya yang harus diambil, membuat daftar pro dan kontra sampai mata kita berdarah dan otak kita sakit. Alih-alih selalu mengambil pendekatan ini, bagaimana jika kita melibatkan bagian baru dari diri kita yang biasanya tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan?