Menyenangkan atau menyusahkan, menurutku ini tergantung pada berbagai faktor seperti usia, tingkat Pendidikan, dan juga bidang. Hal ini karena terdapat sebagian besar orang merasa bahwa adanya WFH atau SFH ini menyenangkan sebab mereka lebih mudah dalam mengatur waktu sehingga merasa lebih leluasa, termasuk aku sebagai mahasiswa Agribisnis pun merasakan hal itu. Terdapat studi yang menjelaskan bahwa mayoritas pekerja yang melakukan work from home telah memperoleh beberapa hasil positif seperti memiliki banyak waktu untuk diri sendiri dan keluarga, mengurangi stress di perjalanan, dan memiliki lebih banyak fleksibilitas (Maruyama & Tietza, 2012) dalam (Kartika, et al., 2021).
Namun, terdapat pula sebagian besar orang yang merasa bahwa WFH ini menyusahkan karena mereka harus kerja terjun langsung ke lapang dan tidak bisa dilakukan secara daring. Oleh sebab itu, hal ini membuat aktivitas mereka menjadi terhambat. Selain itu WFH juga berdampak pada pendidikan sekolah anak usia dini yang mana metode pembelajaran dilakukan dengan cara bermain. Terlebih, tidak semua orangtua paham terhadap psikologi anak, cara mengatasi situasi hati anak yang tidak menentu, cara menstimulus anak, cara memberikan reward and punishment dengan baik dan paling utama adalah cara mengajar anak dengan baik sesuai dengan konsep psikologi anak begitu penting peran orangtua dirumah (Wiresti, 2021). Sehingga, kemungkinan besar jika orangtua tidak memahaminya maka akan berdampak pada psikologis anak.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menyenangkan atau meyusahkan dari adanya WFH ini tidak dapat disama ratakan pada setiap individu. Namun yang pasti adanya WFH ini menimbulka dampak positif dan juga negative bagi yang menjalakan, begitu pula WFO.
[details="Sumber"]
Kartika, Lindawati. Jayawingun, Roni. Indrawan, R Dikky. 2021. Efektivitas Program Work From Home (Wfh) Berbasis Outcome Masa Pandemi Covid-19.7(3): 338-356.
Wiresti, Ririn Dwi. 2021. Analisis Dampak Work From Home Pada Anak Usia Dini Di Masa Pandemi Covid-19. 5(1): 641-653
[/details]