Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

School From Home: Menyenangkan atau Menyusahkan?

DI Dinda Aisya 5 years ago

online|690x400

Tak dipungkiri lagi sejak pandemi ini dimulai, pemerintah menganjurkan sekolah, perguruan tinggi, maupun banyak perusahaan untuk menerapkan kebijakan belajar dan kerja dari rumah atau biasa disebut school from home dan work from home sebagai upaya untuk mengurangi dan memutus rantai persebaran virus covid-19. Masyarakat diharuskan untuk beradaptasi dengan kondisi yang baru. Bersamaan dengan hal tersebut, teknologi dan informasi saat ini juga sudah sangat canggih sehingga hal tersebut bisa saja dapat menjadi lebih efisien dan mudah diakses meskipun sedang dirumah saja.

Menurut teman-teman, apakah dengan adanya school from home dan work from home ini menyenangkan atau justru menyusahkan?

133

Menyenangkan atau menyusahkan, menurutku ini tergantung pada berbagai faktor seperti usia, tingkat Pendidikan, dan juga bidang. Hal ini karena terdapat sebagian besar orang merasa bahwa adanya WFH atau SFH ini menyenangkan sebab mereka lebih mudah dalam mengatur waktu sehingga merasa lebih leluasa, termasuk aku sebagai mahasiswa Agribisnis pun merasakan hal itu. Terdapat studi yang menjelaskan bahwa mayoritas pekerja yang melakukan work from home telah memperoleh beberapa hasil positif seperti memiliki banyak waktu untuk diri sendiri dan keluarga, mengurangi stress di perjalanan, dan memiliki lebih banyak fleksibilitas (Maruyama & Tietza, 2012) dalam (Kartika, et al., 2021).

Namun, terdapat pula sebagian besar orang yang merasa bahwa WFH ini menyusahkan karena mereka harus kerja terjun langsung ke lapang dan tidak bisa dilakukan secara daring. Oleh sebab itu, hal ini membuat aktivitas mereka menjadi terhambat. Selain itu WFH juga berdampak pada pendidikan sekolah anak usia dini yang mana metode pembelajaran dilakukan dengan cara bermain. Terlebih, tidak semua orangtua paham terhadap psikologi anak, cara mengatasi situasi hati anak yang tidak menentu, cara menstimulus anak, cara memberikan reward and punishment dengan baik dan paling utama adalah cara mengajar anak dengan baik sesuai dengan konsep psikologi anak begitu penting peran orangtua dirumah (Wiresti, 2021). Sehingga, kemungkinan besar jika orangtua tidak memahaminya maka akan berdampak pada psikologis anak.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menyenangkan atau meyusahkan dari adanya WFH ini tidak dapat disama ratakan pada setiap individu. Namun yang pasti adanya WFH ini menimbulka dampak positif dan juga negative bagi yang menjalakan, begitu pula WFO.

[details="Sumber"]
Kartika, Lindawati. Jayawingun, Roni. Indrawan, R Dikky. 2021. Efektivitas Program Work From Home (Wfh) Berbasis Outcome Masa Pandemi Covid-19.7(3): 338-356.

Wiresti, Ririn Dwi. 2021. Analisis Dampak Work From Home Pada Anak Usia Dini Di Masa Pandemi Covid-19. 5(1): 641-653
[/details]

Menurut saya sebagai seorang mahasiswa belajar dari rumah merupakan hal yang menyenangkan bagi saya, karena memang semenjak masa kuliah, saya bukan mahasiswa yang kerap berpergian bersama teman dan lebih menyukai hal-hal yang menurut saya nyaman seperti beristirahat dirumah, ataupun bermain game dirumah. Memang terkadang hal ini membosankan dan ingin rasanya bermain bersama teman-teman, namun jika ditanya keseluruhan, saya lebih senang belajar dari rumah, karena belajar terasa lebih santai dari rumah.

Kalau dibilang menyenangkan, tentunya SFH lebih menyenangkan karena setidaknya bisa menghemat ongkos perjalanan untuk ke kampus, tidak perlu pusing memikirkan beli makan siang, bisa lebih kumpul dengan keluarga dan yang paling penting juga setidaknya bisa "disambi" dengan kegiatan lain. Untuk sisi menyusahkannya? tentu saja untuk materi yang disampaikan oleh para dosen. Tidak dipungkiri lagi, keefektifan pembelajaran pada saat daring sangat drastis berkurang dibandingkan saat bisa tatap muka di kelas. Frekuensi untuk mencatat menjadi kurang, informasi yang disampaikan terkadang mengalami kendala, dan yang paling disayangkan adalah tidak bisa bertemu dengan teman-teman yang lain. Tapi sekali lagi, kembali pada individu masing-masing. Kalau dari aku cukup berimbang.

Menurut saya pribadi, keduanya berada di posisi yang sama-sama akan dirasakan di situasi yang mungkin berbeda. Namun hal ini juga berangkat dari bagaimana fasilitas pembelajaran serta sistem pembelajaran pada setiap sekolah. Namun, jika dilihat berdasarkan fenomena yang dekat dengan kita, banyak yang mengungkapkan bahwa belajar dari rumah rupanya tidak semenyenangkan dari belajar langsung di sekolah. Sekalipun kita mengakui bahwa tidaka da keadaan yang akan benar-benar menyenangkan dari keduanya.

Karena adanya segala keterbatasan itu juga seperti kapasitas handphone, jaringan, mulai dari sistem belajar yang mudah membuat orang merasa bosan karena hanya berinteraksi secara monoton menatap layar handphone atau laptop.

Belum lagi jika tidka mampu memahami mateir yang telah disampaikan dengan baik, tugas-tugas yang diberkan secara beruntun belum lagi pekerjaan rumah lainnya yang membuat sbeuah kebiasaan baru yang harus dinormalisasikan di keadaan yang serba harus mengerjakannya dari rumah.Tentu, tidak semua orang akan terbiasa dengan pola kerja seperti ini,.Oleh sebab itu, yang menjadi alasan secara general mengapa pembelajaran dari rumah tampak menyusahkan.

Selama menjalankan kegiatan kuliah dari rumah, sepengalaman ku cukup menyusahkan karena tidak ada batasan waktu antara di rumah dengan di kampus. Seakan-akan 24 jam yang dimiliki oleh mahasiswa hanya untuk mengejarakan tugas saja. Terutama dalam mengerjakan praktikum yang sebenarnya membutuhkan alat khusus. Selanjutnya, informasi buku atau artikel yang terbatas untuk dicari pada internet membuat sebagian mahasiswa kesulitan dalam mencari referensi.

Menurut saya, sebagai seorang mahasiswa, belajar di rumah tentunya fine fine saja. Ya memang ada sedikit perbedaan ketika online maupun offline. Dengan belajar secara offline, kita bisa bertemu dengan rekan rekan kita, bisa bertukar opini secara langsung, bisa berdiskusi secara langsung, bisa melakukan kegiatan kegiatan yang seru, dll. Namun, belajar online juga tidak buruk buruk amat. Memang, belajar online terkadang jauh lebuh jenuh dibandingkan secara offline. Namun, dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang, mau tidak mau kita tetap harus melaluinya bukan?.

Menurut saya pribadi cukup menyusahkan, karena ketika dirumah saja pun kita sangat bosan. Setidaknya kita perlu udara luar untuk me refresh otak kita. Apalagi belajar dirumah dan tugas kuliah yang sangat menumpuk. Jam istirahat pun akan kita gunakan untuk mengerjakan tugas yang ada. Namun kembali lagi, adanya belajar dirumah melatih kita untuk mengatur waktu dan tanggung jawab mengerjakan tugas kuliah, tapi kalau bicara menyenangkan atau menyusahkan saya lebih ke menyusahkan. Apalagi jika jaringan yang menyusahkan atau tidak stabil. Menjadi masalah baru yang memperlambat belajar dirumah.

Kalau dari pengalaman saya selama belajar dari rumah, itu menyusahkan karena ada banyak faktor yang menyebabkan saya jadi kurang bersemangat untuk belajar. Seperti yang biasanya kita harus mandi dulu sebelum berangkat ke kampus untuk kuliah dan mendapatkan ilmu, namun jika di rumah tidak mandi pun tidak apa-apa, hal ini yang membuat semangat saya menjadi kurang berenergi.

Selain itu juga menurut saya belajar dengan tatap muka sangat efektif untuk mendapatkan lebih banyak ilmu atau insight. Sehingga tatap muka berperan penting dalam pengetahuan anak-anak yang belajar, walaupun secara online juga masih bisa dilakukan tetapi akan ada beberapa hal yang hilang jika kita lakukan secara daring.

Aku sendiri sangat merasakan manfaat ketika belajar dari rumah maupun WFH, karena kelebihan fleksible yang bisa aku dapetin, dengan fleksible aku bisa menjadi seseorang yang multitasking dan sekaligus aku bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman dari multitasking itu sendiri, tp memang pasti ada kekurangan. yang namanya virtual kurang dapet 'feel' nya sih. dan sering ada misscom kalau hanya lewat 'ketik' an.

Belajar dari rumah atau school from home (SFH) merupakan hal yang harus dijalani oleh anak-anak usia sekolah di masa pandemi covid-19. Beberapa anak mungkin merasa senang, karena tidak harus repot pergi ke sekolah. Karena pembelajaran dilaksanakan di rumah, tanpa tatap muka langsung dengan guru, maka orang tualah yang harus berperan aktif, minimal dalam menyiapkan fasilitas (laptop, aplikasi pembelajaran, kuota internet) sehingga lebih banyak hal0hal yang harus disiapkan. pada umunya, anak terbiasa belajar di sekolah dan berinteraksi, mereka akan cenderung lebih cepat bosan dengan sistem SFH.