
Sudah dua tahun lebih, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan di Indonesia sebagai cara efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19. PJJ yang dinilai efektif dan efisien bagi pelajar dan mahasiswa ternyata memicu problematika baru dalam proses metode pembelajaran tersebut. Akibat dari PJJ, sebagian anak mulai kehilangan kesempatan belajar, menurunnya perkembangan psikologi anak, dan pencapaian belajar yang semakin rendah.
Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk secepatnya memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (TPM) agar kesehatan mental anak tidak terancam. TPM akan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan dilakukan pengukuran suhu sebelum memasuki wilayah sekolah.
Pembelajaran Tatap Muka (TPM) memang diperlukan bagi anak untuk menghadapi kondisi psikologis dan kognitif yang semakin menurun. Namun, TPM bisa memunculkan risiko terhadap anak karena masa pandemi Covid-19 belum selesai.
Tentunya, pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 memicu pro dan kontra dari kalangan masyarakat. Bagaimana pendapat kalian terkait hal tersebut? Apakah saat ini pembelajaran tatap muka memang diperlukan dan efektif?