Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa Siswa Cenderung Tidak Menyukai Mata Pelajaran Sejarah?

12a|650x433

Sudah menjadi rahasia umum sepertinya jika mayoritas siswa di Indonesia tidak menyukai mata pelajaran sejarah. Stigma yang melekat terhadap mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang membosankan, hanya mengedepankan hafalan tanggal dan tokoh sejarah, yang mungkin bagi sebagian besar pelajar tidak ada esensinya.

Padahal, maksud dari belajar sejarah tak lain adalah menggali nilai-nilai dalam peristiwa sejarah atau belajar bagaimana tokoh sejarah menghadapi hidup dan membuat sejarah tersebut. Sejarah harusnya bisa menanamkan semangat juang para pelajar untuk berjuang meraih impiannya. Guru seharusnya mampu mengajak para siswa untuk lebih mengenal sejarah dengan cara-cara yang kreatif. Kebanyakan guru hanya menjelaskan panjang lebar dan membuat siswa nya sampai mengantuk.

Jadi menurut Youdics, Mengapa siswa cenderung tidak menyukai mata pelajaran sejarah?

81

Menurut saya, mengapa siswa cenderung tidak suka pelajaran sejarah, karena sejarah merupakan hal kronologis yang tidak dapat dibahas secara acak dan bentuknya naratif dengan full of text sehingga menimbulkan rasa bosan yang lebih cepat dibandingkan pelajaran lain. Selain itu juga, karena peristiwanya yang banyak, serta banyaknya elemen-elemen detail yang harus dihafalkan membuat banyak siswa malas ketika harus menghafal rentetan peristiwa, serta elemen-elemen kecil di dalamnya. Metode pembelajaran yang digunakan juga sebagian besar menggunakan metode ceramah sehingga siswa cenderung lebih cepat bosan. Sebaiknya, metode pembelajaran dilakukan dengan lebih kreatif dan inovatif sehingga siswa akan menyukai pelajaran sejarah.

[quote="rickyseptaa, post:1, topic:163253"]
Jadi menurut Youdics, Mengapa siswa cenderung tidak menyukai mata pelajaran sejarah?
[/quote]
Menurut saya pribadi mengapa siswa cenderung tidak suka dengan pelajaran sejarah sebenarnya banyak faktornya. Dari internal siswa sendiri yang memang tidak kuat untuk mengingat peristiwa-peristiwa sejarah atau kurangnya minat karena pelajaran sejarah dituntut untuk banyak membaca. Selain itu, beberapa guru sejarah yang menggunakan cara belajar yang membosankan. Saya pribadi meski berada di jurusan IPS, saya sangat tidak menyukai pelajaran sejarah. Bukan karena saya tidak bisa mengingat peristiwa atau sejarah suatu kejadian. Melainkan guru sejarah saya pada waktu itu mengajar hingga membuat saya bosan.

Seperti @rickyseptaa telah sebutkan, bahwa kebanyakkan guru sejarah hanya menjelaskan panjang lebar dan membuat siswa mengantuk, itulah yang terjadi pada saya ketika saya bersekolah. Harapan saya, generasi atau penerus guru-guru nantinya, membuat metode atau cara mengajar yang lebih kreatif agar siswa dapat menerima pembelajaran dan paham materi yang diajarkan.

Sebagai salah satu orang yang excited saat mendengarkan sejarah, ketika melihat teman-teman saya waktu sekolah dulu. Rata-rata mereka tidak suka akan sejarah karena membosankan, bikin ngantuk, dan cara penuturan yang text book banget. Dan ada satu poin penting yang bikin malas untuk belajar sejarah, ketika murid tertinggal satu poin, maka ada satu pernyataan yang bikin bingung. Finally, mereka lebih memilih tidak mendengarkan daripada sia-sia, pikir mereka. Padahal sebenarnya, sejarah itu sangat menarik. Mendengarkan sejarah berarti mencermati kejadian masa lampau dan kita bisa memetik nilai postitif dan negatif akan adanya kejadian tersebut. Yang mana, mungkin kejadian ini bisa berguna untuk memutuskan suatu pilihan di masa depan.

Mungkin, untuk mengatasi permasalahan akan murid yang tidak suka sejarah, para guru sebaiknya lebih menanamkan konsep dan mengajak murid untuk masuk ke cerita bukan seperti hanya membaca kata-kata yang kesannya akan hambar dan kurang menarik untuk di dengar.

Menurut saya, karena pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan. Yang menjadi faktornya mata pelajaran ini kerap kali disajikan diwaktu-waktu siang antara jam 13.30 -15.00 yang membuat siswa malas dan mengantuk. Dengan gaya bahasa guru yang menyampaikan materi didepan kelas dengan cara bercerita yang menambah suasana menjadi hening dan bersiap untuk tidur hehe. Selain itu pelajaran ini juga monoton karena pelajaran ini selalu mengingatkan kita tentang sejarah, menghapal tanggal-tanggal penting yang membuat kita bosan.

Saya setuju dengan pendapat mayoritas komentar yang sudah ditulis kakak-kakak di sini, yaitu mengapa siswa cenderung tidak menyukai pelajaran sejarah dikarenakan pengajarnya. Saya ingin menambahkan beberapa opini pribadi saya yang lebih mendetail mengapa hal ini dapat terjadi.

Saya secara pribadi sangat menyukai sejarah, karena menurut saya, sejarah yang merupakan peristiwa nyata, bisa lebih aneh dan seru daripada fiksi. Aksi tragis, sadis, herois, hingga konyol dapat ditemukan baik dalam sejarah maupun fiktif, namun apa yang membuat sejarah menarik adalah bahwa hal tersebut benar-benar terjadi. Saya sejak kecil menyukai membaca buku sejarah layaknya membaca buku cerita fiktif biasa karena tertarik dengan 'alur' cerita yang benar-benar terjadi di masa lalu ini.

Dari sini, salah satu alasan krusial mengapa banyak siswa yang tidak tertarik pada sejarah karena pengajar gagal menunjukan sisi unik, menarik, dan berguna yang dimiliki sejarah, juga karena mungkin pengajar-[engajar sejarah ini juga sama tidak tertariknya oleh sejarah tersebut. Pengajar yang bergairah akan menceritakan sejarah layaknya cerita dengan semangat, dimana tentunya energi ini akan menular kepada siswa yang akan ikut semangat jadinya karena ketimbang mendengar hapalan, mereka akan mendengar cerita seru yang kerennya benar-benar terjadi.