Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Blended Learning, Solusi atau Bukan?

image|690x350

Blended Learning atau metode pembelajaran dengan sistem campuran antara daring dan luring yang dilakukan di tengah pandemi ini dianggap sebagai solusi di tengah pandemi yang tidak tau kapan akan berakhir ini. sudah beberapa sekolah maupun perguruan tinggi yang menerapkan sistem ini yaitu SDN 1 Lateng, UGM, UI UNDIP, UNPAD, UT, dan perguruan tinggi serta sekolah lainnya.

Menurut teman-teman, apakah sistem ini baik untuk dijalankan? atau teman-teman memiliki solusi lanjutan yang sesuai dengan keadaan?

72

Saya sangat setuju dengan blended learning.
Jujur saja saya lelah dengan belajar daring, karena kesulitan jaringan pada saat hujan menjadi kendala terbesar. Ditambah lagi keadaan rumah yang sibuk dengan pekerjaan ataupun rumah yang berdagang, ketika sedang melakukan meeting dan harus speak up tentang materi dan terdengar suara kondisi rumah itu cukup mengganggu, dan merasa distract satu kelas dan menjadi tertawa.

Dengan adanya blended learning berarti meminimalisir keadaan yang seperti itu dan juga menambah kefokusan mahasiswa/i dalam belajar, dan lingkungan kelas seperti menjadi aktif kembali.

[quote="dindapratiwi, post:2, topic:162720"]
Jujur saja saya lelah dengan belajar daring, karena kesulitan jaringan pada saat hujan menjadi kendala
[/quote]

Saya setuju dengan pernyataan kak dinda. Menurut saya sistem pembelajaran blended learning ini bisa menjadi solusi untuk saat ini. Sudah satu setengah tahun siswa menjalani pembelajaran secara daring, tentu saja ini dilakukan dengan terpaksa, karena keadaan.

Di samping banyak pihak yang mendukung pembelajaran daring dan menganggap ini adalah yang baik, namun kenyataannya dalam penerapan di lapangan banyak sekali kendala yang harus dihadapi oleh para siswa dan orang tua. Dari adanya kendala sinyal yang buruk, terutama baik yang tinggal di daerah yg jauh dari pusat kota, tidak semua orang memiliki perangkat seperti hp dan laptop canggih untuk mendukung pembelajaran online, tidak semua orang tua memiliki waktu dan kemampuan yang memadai untuk mengajari anaknya (karena pasti juga harus bekerja dan mengurus rumah), serta masalah mental yang mulai menyerang siswa. Oleh karena itu, dengan adanya blended learning ini bisa membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, siswa dapat berinteraksi langsung dengan guru dan teman-teman, serta membuat siswa lebih semangat dalam.belajar.

Menurut pendapat saya, sistem pembelajaran blended learning tersebut bisa menjadi solusi terbaik untuk saat ini. Kita harus bisa beradaptasi dimasa pandemi Covid-19, sudah kurang lebih dua tahun kita melakukan pembelajaran secara daring, banyak para murid dan para orang tua yang merasa kesulitan dalam pembelajaran tersebut, mulai dari masalah sinyal, pemahaman materi, penyesuaian waktu, dll. Oleh karena itu, pembelajaran secara daring banyak dinantikan oleh banyak orang, namun saat ini kita masih ditahap penyesuaian. Maka, pembelajaran blended learning saat ini menjadi solusi terbaik untuk saat ini.

Menurutku Sistem Blended Learning ini cukup efektif dan baik untuk dijalankan, dibalik pandemi ini juga kita tersadar bahwa zaman semakin canggih dan semakin maju dibidang teknologinya, dengan blended learning yang mana ketika kita belajar secara daring membuat kita melek teknologi karena mau tidak mau kita harus bisa mengoperasikannya untuk kelancaran pembelajaran.

Sangat setuju, hadirnya pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih mewabah sangat memperkecil ruang gerak manusia, termasuk mahasiswa dan pelajar yang diharuskan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, kabar baik telah ditunjukkan oleh beberapa kampus dan sekolah yang mulai menerapkan blended learning, ini merupakan sebuah optimisme antara pemerintah, perangkat akademik dan mahasiswa serta pelajar yang demi sedikit melakukan kegiatan tatap muka. Selagi kegiatan PTM ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dan dilakukan dengan beberapa syarat, saya sangat mendukung kebijakan ini.

Menurutku sistem blended learning merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan di keadaan yang seperti ini. Seperti yang kuta ketahui, angka penyebaran Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi, sangat berisiko jika melakukan kegiatan pembelajaran secara luring sepenuhnya. Tetapi disisi lain, pelajar juga jenuh akan pembelajaran daring yang dirasa kurang efektif apalagi yang terkait dengan pembelajaran yang membutuhkan praktik langsung. Sistem blended learning ini merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan.

Menurut saya, Blended Learning menjadi solusi dalam pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemic. Dimana model ini memadukan pembelajaran online dengan tatap muka secara langsung. Bentuk proses belajar mengajar ini dapat membuat peserta didik lebih aktif, inovatif, efektif, dan mudah untuk memahami materi yang diberikan. Karena, aktivitas proses pembelajaran dilakukan secara daring dan tatap muka secara langsung. Pada saat ini banyak yang memberlakukan model Blended Learning di masa pandemic sebagai model pembelajaran. Wilayah yang telah menerapkan metode Blended Learning pada sekolah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan lain sebagainya. wilayah ini merupakan wilayah dengan penyebaran covid-19 rendah. Model Blended Learning diterapkan pada seluruh jenjang pendidikan mulai dari dasar hingga menengah. Bukan hanya sekolah saja akan tetapi perguruan tinggi pun akan memberlakukan model Blended Learning juga sepert UNESA, ITB, UNAIR, ITS, dan lain sebagainya. dengan model Blended Learning ini diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran efektif dan efisien.

[details="Referensi"]
Suparti. 2021. Blended Learning Solusi Pembelajaran pada Masa Pandemi. Diakses pada tanggal 13 September 2021 pada link

[/details]

Menurut saya, metode pembelajaran blended learning ini menjadi salah satu solusi yang baik ditengah wabah penyakit Covid-19 dimana semua masyarakat dihimbau untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah, tak terkecuali siswa dan guru. Blended Learning ini sudah terbukti efektif dan memberikan dampak positif untuk siswa di masa pandemi seperti ini. Bukti tersebut dapat kita kaji dari penelitian dari (Mufidah & Surjanti, 2021) yang menyatakan bahwa metode pembelajaran Blended Learning di masa pandemi ini memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi, seperti untuk kemandirian siswa. Pada penelitian tersebut tertera bahwa tingkat efektivitas penggunaan metode Blended Learning sekitar 73,84%.

Meskipun Blended Learning memiliki manfaat dan terbukti efektif, itu semua karena di dukung oleh kecanggihan teknologi. Untuk siswa yang memiliki fasilitas teknologi hal itu bisa berjalan dengan baik namun jika siswa yang terhambat karena teknologi dapat menghasilkan yang sebaliknya.

Metode pembelajaran Blended Learning memang metode yang cocok digunakan untuk masa pandemi ini dan lebih baik digunakan daripada pendidikan tidak berjalan sama sekali.

[details="Referensi"]
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/EKU/article/view/34186/18580
[/details]

Sangat setuju dan menurut saya Blended Learning menjadi solusi terbaik di tengah pandemi seperti ini. Masyarakat Indonesia belum terbiasa belajar secara mandiri sehingga masih perlu mendapatkan bimbingan langsung. Terlebih masih banyak yang belum mengerti teknologi sehingga penerapan metode daring sepenuhnya menurut saya tidak efisien. Oleh karena itu, diperlukan kombinasi antara metode daring dan luring agar tujuan pembelajaran tetap tercapai sekaligus mengurangi resiko tertular virus, dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Saya pribadi merasa bahwa keputusan untuk menerapkan sistem ini sudah cukup baik dan langkah ini merupakan solusi paling efektif untuk sekarang.

Karena, menurut saya sudah cukup kurang lebih 2 tahun kita menjalani pembelajaran daring, banyak masyarakat yang sudah mengeluhkan ketidakefektifan sistem pembelajaran daring. Jadi, ada baiknya kita mulai sekarang sudah mulai beradaptasi dengan virus COVID-19 sebagai "new normal".

Tentunya, sistem ini harus semakin memperketat prokes yang berlaku.

Melihat kondisi saat ini di mana pandemi Covid-19 belum saja mereda, menurut saya penerapan metode pembelajaran blended learning cukup efektif jika dilakukan dibandingkan dengan pembelajaran yang hanya menggunakan metode konvensional saja ataupun sebaliknya.

Blended learning merupakan sebuah kombinasi antara pembelajaran tatap muka (face to face) dan pembelajaran online. Blended learning dapat dikatakan cukup efektif karena lebih menekankan pada penggabungan metode pembelajaran secara konvensional dengan metode online/daring, maka dari itu kesiapan dari kedua metode tersebut adalah kunci utama kelancaran dan keberhasilan jalannya proses pembelajaran.
Pada beberapa kasus, metode blended learning adalah fasilitator fokus memberikan penjelasan materi secara rinci terhadap seluruh materi yang disampaikan melalui rekaman audio maupun video kepada pelajar. Saat pelajar sudah berada di dalam kelas, fasilitator bisa menambahkan praktik atau contoh penerapan dalam materi tersebut.

Intinya, dengan menggunakan metode blended learing pelajar dapat memberikan latihan yang lebih terstruktur sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi mahasiswa/siswa. Di samping itu, dengan metode ini waktu interaksi antara dosen dan mahasiswa semakin baik karena tidak perlu menyampaikan materi pembelajaran yang menyita banyak waktu