Kegiatan bernama “belajar” tentu sudah kamu akrabi sedari kecil. Duduk di depan meja belajar, berusaha menyelesaikan tugas, menghapal materi yang akan diujikan besok, latihan dengan beragam tipe soal, sering membuatmu harus bersabar menahan pening.
Atau tipe belajar jenis lain: ketika kamu tidak hanya harus menggunakan otak melainkan juga anggota tubuhmu untuk menguasai sesuatu. Main basket atau mempelajari instrumen musik, misalnya.
Pertanyaannya, apakah intensitas kita belajar sebanding dengan efektivitas metode belajar yang kita lakukan? Demi proses belajar yang lebih efektif dan membawa manfaat.
- Perlakukan proses persiapan belajar seperti persiapan maju ke medan perang. Siapkan segala keperluan yang dibutuhkan, jangan sampai ada yang ketinggalan.
Banyak orang berpikir kalau mau belajar ya tinggal belajar — padahal itu salah besar. Seperti olahraga, belajar merupakan kegiatan yang membutuhkan energi yang lebih. Saat belajar, otak kita bekerja keras untuk mencerna dan mempelajari yang hal-hal baru yang belum kita kuasai. Maka itu, sebelum belajar kamu wajib mempersiapkan amunisi.
- Jadilah orang yang teguh hati demi menghindar dari segala bentuk distraksi. Khusyuknya proses belajarmu akan menentukan prestasi
Jauhkan sejenak hal-hal yang berpotensi menimbulkan distraksi bagi konsentrasimu saat sedang belajar, seperti ponsel dan internet. Saya juga menyarankan untuk tidak mendengarkan musik saat sedang belajar, terutama musik dengan lirik. Multitasking adalah hal yang sangat dilarang saat belajar.
Kemampuanmu fokus dan bekonsentrasi akan sangat menurun saat belajar sambil melakukan hal-hal yang lain. Jika kamu beralasan menggunakan musik untuk menghilangkan suara berisik di sekitarmu, lebih baik kamu mengalah dan angkat kakilah. Cari saja tempat yang lebih kondusif dan belajarlah di sana.
Jauhkan ponselmu karena kemungkinan besar konsentrasimu akan teralihkan saat kamu mendengar dering ponsel, kamu jadi reflek untuk membaca dan membalas sms. Begitu juga dengan internet, kalau bisa dihindari atau dimatikan, karena internet akan membuatmu tegoda untuk berselancar di dunia maya, hingga kamu menomorduakan kegiatan belajar yang sebenarnya lebih penting.
- Jika konsentrasi susah didapat– gunakan teknik Pomodoro agar fokusmu terpaksa lekat
Teknik ini mungkin terdengar asing buatmu, namun ini sudah banyak diaplikasikan orang-orang di luar negeri. Teknik Pomodoro merupakan turunan dari hasil penelitian yang menemukan bahwa manusia rata-rata bisa mencapai fokus terbaiknya selama kurang lebih 25 menit.Penerapan teknik ini juga tidak sulit.
Pertama-tama, set timer di alarmu selama 25 menit. Nah, selama 25 menit ini, berikan fokusmu terhadap materi pelajaran hendak kamu pelajari. Setelah 25 menit, berhentilah sejenak, selingi dengan kegiatan lain yang bisa menyegarkan pikiranmu selama 5-10 menit.Saat break time ini, kamu boleh mengecek media sosial, jalan-jalan, main game ringan, dan apa saja. Setelah itu, kembalilah untuk belajar selama 25 menit lagi. Awalnya mungkin akan terasa susah, tetapi cobalah untuk terus membiasakannya.
- Triple combo agar semua bahan cepat tercerap: baca materi yang harus kamu pelajari dalam hati, lalu baca dengan suara keras dan tuliskan ulang materi dengan tangan
Ada yang mengatakan bahwa tipe belajar manusia itu ada 3, yakni tipe auditorial, visual, atau tipe kinestetik. Tapi faktanya adalah, semakin banyak indera yang kita gunakan saat belajar, semakin banyak informasi yang bisa tercerap.Cara yang paling efektif adalah seperti ini, pertama-tama bacalah dan pahami materi pelajarananya (visual), bacalah sambil mengucapkannya (auditorial), lalu setelah itu tuliskan hal-hal yang kamu pelajari di buku catatan (kinestetik).Fakta tambahan, usahakan kamu menulis dengan tangan selama proses belajar.
Dari sebuah peneltian menunjukkan bahwa menulis dengan gangan jauh lebih menyerap informasi daripada mengetik. Jika selama ini kamu hanya melakukan salah satu dari 3 teknik tersebut, tak ada salahnya kalau kamu menerapkan 3 teknik tersebut sekaligus, dan rasakan sendiri bagaimana dampaknya untuk
Tutup buku dan lakukan recall demi mengetahui “lubang menganga” dari pemahanmu. Hal ini akan membantu mengetahui materi mana yang harus kamu pelajari ulang
- Jangan keburu pesimis dulu! Sesulit apapun materi yang harus kamu pelajari yakinlah kalau kamu pasti bisa menguasainya sesuai tenggat waktu
Mungkin kamu pernah menggerutu dan mengeluh seperti ini:
“Materi itu sangat tidak kusuka karena itu bukan passionku
atau
Aku tidak terlahir untuk matematika atau ilmu sains .
Tapi sampai sekarang tidak pernah ditemukan adanya gen manusia yang dapat mempengaruhi passion seseorang. Sampai sekarang belum ditemukan yang namanya gen kedokteran, gen ilmu bahasa, atau gen kesenian.
Seseorang pernah mengatakan kepada saya, Jangan kejar passion Anda tapi perluas passion Anda . Artinya kita bisa menjadi apapun yang bisa kita inginkan. Anggaplah kesulitan tersebut sebagai tanda bahwa Anda hanya perlu berjuang sedikit lebih banyak dibanding yang lain. Ubah pikiranmu, buatlah mindset bahwa kamu pasti bisa menjadi apapun yang kamu inginkan
Sumber
* http://www.hipwee.com/daripembaca/10-strategi-belajar-yang-membuatmu-menguasai-materi-tanpa-harus-memaksa-diri