Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Perbedaan antara masalah yang diselesaikan secara computational thinking dengan yang tidak diselesaikan secara computational thinking?

BJ bjb09 9 years ago

Computational thinking|690x285

Computational thinking atau berpikir komputasi merupakan cara berpikir dengan cara menyusun sebuah masalah untuk menemukan solusi yang baik dan mencari tau mengapa tidak ditemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

lalu apa bedanya jika menyelesaikan masalah secara computational thinking dengan yang tidak diselesaikan dengan computational thinking?

21

Computational thinking atau berpikir komputasi merupakan cara berpikir dengan cara menyusun sebuah masalah untuk menemukan solusi yang baik dan mencari tau mengapa tidak ditemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

jika kita menyelesaikan masalah dengan menggunakan computational thinking akan lebih efektif dan efisien di bandingkan dengan tidak menyelesaikan masalah dengan menggunakan computational thinking.

jika kita menyelesaikan masalah dengan menggunakan computational thinking maka ada tahap-tahapan nya yaitu:
1. Dekomposisi: Yaitu kemampuan untuk memecah tugas (masalah) kompleks menjadi tugas-tugas kecil yang lebih rinci.
2. Pengenalan pola: Yaitu kemampuan untuk mengenal kesamaan atau perbedaan umum yang nantinya akan membantu dalam membuat prediksi.
3. Generalisasi pola dan abstraksi: Kemampuan menyaring informasi yang tidak dibutuhkan dan menarik generalisasi dari informasi yang dibutuhkan sehingga seseorang dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah yang serupa.
4. Perancangan algoritma: Adalah kemampuan untuk menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah.

Karakteristik berpikir komputasi adalah:
* Mampu memberikan pemecahan masalah.
* Mampu mengorganisasi dan menganalisa data.
* Mampu melakukan representasi data melalui abstraksi dengan suatu model atau simulasi.
* Mampu melakukan otomatisasi solusi melalui cara berpikir algoritma.
* Mampu melakukan identifikasi, analisa dan implementasi solusi dengan berbagai kombinasi langkah / cara dan sumber daya yang efisien dan efektif.
* Mampu melakukan generalisasi solusi untuk berbagai masalah yang berbeda.

Jika kita menyelesaikan masalah dengan menggunakan computational thinking maka masalah itu akan lebih cepat selesai tanpa harus diulang-ulang. Mulai dari memecahkan masalah menjadi lebih kecil atau terperinci, mengenal kesamaan dan perbedaan yang nantinya akan membantu dalam membuat prediksi, menyaring informasi yang dibutuhkan dan yang terakhir menyusun langkah-langkah penyelesian suatu masalah.

Jika kita menyelesaikan masalah dengan CT maka akan lebih terpola dan logis dan cepat terselesaikan.

Jika kita menyelesaikan suatu masalah tidak menggunakan computational thinking maka masalah itu akan lebih berbelit-belir lagi karena tidak mempunyai tahapan-tahapan yang membantu dalam menyelesaikannya.

sumber

Dengan menerapkan pola pikir computational thinking masalah yang kita hadapi dapat dikerjakan secara efisien dan efektif. Mengerjakan tugas matematika akan jauh lebih mudah apabila kita menerapkan computational thinking. Membuat sebuah karya tulis akan jauh lebih mudah dengan menerapkan computational thinking. Menemukan pelaku tindak kejahatan akan lebih mudah dengan computational thinking. Semua hal yang kita lakukan akan jauh lebih efektif dan efisien dengan computational thinking.

Dalam kehidupan sehari-hari kita secara tidak sengaja telah menerapkan bagian-bagian dari computational thinking, tidak seluruhnya namun hanya sebagian. Oleh karena itu pula keefektifan dan efisiensi dari pemecahan masalah yang kita dapatkan pun berbeda dengan apa yang kita dapatkan apabila menerapkan computational thinking.

Masalah yang tidak diselesaikan dengan computational thinking akan jauh lebih sulit dan lebih lama untuk diselesaikan sehingga akan menyita waktu untuk pekerjaan lainnya. Mengerjakan soal matematika tanpa mengetahui tahapan-tahapan penyelesainnya adalah sesuatu yang impossible kecuali kalau kita mencontek. Menyelidiki tindak kasus kejahatan akan mendekati mustahil jika kita tidak mengetahui pola dan tahapan penyelesaiannya. Jadi, agar segala aktivitas kita bisa berjalan lebih efektif dan efisien kita perlu menerapkan computational thinking secara satu kesatuan tidak hanya beberapa bagian saja.

Sumber :
https://www.cs.cmu.edu/~15110-s13/Wing06-ct.pdf

Menyelesaikan masalah secara computational thinking akan jauh lebih mudah dan terstruktur dibandingkan dengan yang tidak menerapkan computational thinking dalam problem solving . Karena dengan berpikir secara CT lebih membutuhkan waktu yang relatif sedikit dalam penyelesaian masalahnya sehingga waktu yang seharusnya terbuang untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat digunakan untuk mengerjakan hal bermanfaat lain.

Adapun keuntungan yang didapat dari berpikir secara komputasi yaitu :
- Percaya diri dalam berhadapan dengan kompleksitas masalah yang lebih besar dan lebih sulit
- Toleransi terhadap ambiguitas
- Mampu berkomunikasi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.

Dengan berpikir secara komputasi kita menjadi cenderung lebih banyak berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan rumit secara kolektif. Hal ini juga mampu meningkatkan rasa persaudaraan karena sering bertemu dengan rekan diskusi . Ketika kita telah terbiasa untuk berpikir secara komputasi dalam menyelesaikan persoalan sederhana, maka persoalan rumit pun akan dapat teratasi dengan mudah dan cepat karena kita telah paham konsep berpikirnya seperti apa .

Computational Thinking atau bisa disingkat dengan CT, memiliki arti sebagai sebuah metode menyelesaikan suatu permasalahan dengan penerapan ilmu komputer atau biasa disebut dengan Informatika. CT tersebut memberikan solusi terhadap sebuah permasalahan dengan memberikan soal soal yang dapat mendorong siswa untuk berpikir kreatif maupun kritis dengan menerapkan konsep berpikir komputational.

Coputational Thinking itu sendiri juga merupakan sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran yang berupa peran penting di setiap pengembangan aplikasi komputer, akan tetapi CT juga biasanya sering digunakan untuk mendukung pemecahan suatu permasalahan disemua ilmu, termasuk humaniora, matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Siswa yang belajar dimana CT diterapkan dalam proses pembelajaran, dan dapat dimulai dari melihat suatu hubungan antara mata pelajaran maupun antara kehidupan di dalam dan di luar kelas.

Berikut merupakan karakteristik berpikir komputasi :
1. Dapat melakukan identifikasi, analisis, maupun implementasi dengan mencari suatu informasi atau sumber yang akurat untuk dijadikan suatu data.
2. Mempu menghadapi suatu permasalah yang kemungkinan sering terjadi dengan memberikan suatu pemecahan masalah.
3. Mampu menganalisis data maupun mengorganisasikannya
4. Mampu memberikan solusi tanggap dengan cara pikir algoritma
5. Mampu melakukan representasi data melalui abstraksi dengan suatu simulasi.

Metode CT ini juga sangan bermanfaat apabila diterapkan di kelas untuk menciptakan suatu pelajaran yang baru dan meningkatkan pemahaman pelajaran kelas .
bisa kita lihat sendiri apabila kita tidak berpikir denagan komputasi, maka segala hasil yang kita selesaikan tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, malah akan mengacaukan hasi tersebut.

https://www.kompasiana.com/fathur_rachim/computational-thinking-computer-science_55e06cc71593736c0a109023

Di dalam computational thinking kita tahu dalam menyelesaikan masalah ada langkah langkahnya, yaitu dekomposisi, pattern recognition, abstraction dan algoritma. Dengan langkah-langkah tersebut masalah dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien . Apabila kita melewati salah satu langkah tersebut atau kita tidak menerapkan computational thinking maka kemungkinan masalah tersebut tidak dapat terselesaikan dengan baik atau yang paling buruk masalah tidak dapat diselesaikan sama sekali terlebih lagi jika itu masalah yang global atau menyangkut banyak pihak.

sumber :